Terapkan Pola Makan Sehat untuk Mencegah Mioma Uteri

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Terapkan Pola Makan Sehat untuk Mencegah Mioma Uteri

Halodoc, Jakarta - Mioma uteri adalah salah satu penyakit yang kerap dikhawatirkan banyak wanita. Mioma adalah kondisi tumbuhnya massa di dalam rahim atau di luar rahim yang tidak bersifat ganas. Massa berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim. Jumlah dan ukuran mioma bervariasi, dan terkadang ditemukan satu atau lebih dari satu.

Kebanyakan mioma tidak menyebabkan gejala, bahkan pada beberapa kasus kondisi ini bisa ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan rutin. Namun, meski kemungkinannya cukup kecil, mioma uteri bisa berkembang menjadi ganas. Akibatnya mioma menyebabkan keguguran dan menjadi alasan seorang wanita harus menjalani pengangkatan rahim. 

Baca Juga: Miom dan Tumor, Lebih Bahaya Mana?

Hal Apa yang Bisa Menyebabkan Mioma Uteri Jadi Berbahaya?

Beberapa hal yang meningkatkan risiko seorang wanita mengalami mioma uteri adalah kelebihan berat badan atau asupan jenis nutrisi yang tidak memenuhi. Faktanya, hampir 80 persen wanita bisa mengidap kasus gangguan kesehatan ini. Beberapa pakar berpendapat bahwa kondisi genetik juga bisa mempengaruhi. 

Pola Makan untuk Mencegah Mioma Uteri

Karena bisa dipicu oleh pola makan yang salah, maka beberapa ini adalah beberapa jenis makanan yang disarankan untuk mereka yang mengidap mioma uteri, antara lain:

  • Makanan Kaya Serat. Serat adalah makanan yang dibutuhkan untuk melancarkan pencernaan, membantu penurunan berat badan, dan menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh. Dengan konsumsi serat yang cukup, kadar gula darah bisa tetap stabil. Oleh karena itu, serat efektif mencegah dan melambatkan pertumbuhan miom. Sumber sarat yang bisa dipilih yaitu buah, sayuran, roti gandum, dan kacang-kacangan.

  • Potasium. Potasium membantu mengatasi dampak negatif garam untuk menyeimbangkan tekanan darah. Makanan sumber potasium yang baik untuk tubuh adalah alpukat, pisang, jeruk, blewah, sawi, dedak gandum, kentang, dan tomat.

  • Susu. Minuman ini mengandung kalsium tinggi seperti kalsium, fosfor, dan magnesium. Senyawa ini membantu mencegah fibroid dan memperlambat pertumbuhannya. 

  • Teh Hijau. Makanan ini mengandung antioksidan. Salah satu kandungannya, yaitu epigallocatechin gallate pada teh hijau membantu pertumbuhan miom dengan menurunkan peradangan dan kadar estrogen yang tinggi.

  • Kedelai. Kedelai yang belum melalui proses pengolahan menjadi bahan pangan, memiliki efek anti-estrogenik pada rahim. Kedelai tanpa pengolahan ini baik untuk mengatasi masalah fibroid. Hindari kedelai olahan seperti keju kedelai, daging kedelai, atau kedelai pengganti susu lainnya.

Baca Juga: Kaum Hawa Perlu Tahu Jenis-jenis Miom di Rahim

Selain itu, terdapat beberapa jenis makan juga yang patut dihindari, antara lain: 

  • Makanan Laut. Konsumsi makanan laut masih diperbolehkan, namun kamu harus memastikan porsinya tidak terlalu banyak. Makanan laut mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Selain itu, lemak jenuh pada seafood juga dapat menyebabkan sel otot di sekitar dinding rahim tumbuh dengan tidak normal.

  • Santan. Bahan makanan satu ini juga perlu dibatasi pemakaiannya karena merupakan sumber kolesterol jahat. Meski rasanya gurih, makanan bersantan mengandung kadar minyak yang cukup tinggi yang dapat menyebabkan miom berkembang abnormal.

  • Minyak Kelapa. Bahan makanan ini mengandung lemak jenuh sebenarnya juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Selain tinggi kolesterol, lemak jenuh di dalamnya berpotensi menyebabkan berbagai macam penyakit, salah satunya miom. 

Baca Juga: Benarkah Datang Bulan Tidak Teratur Bisa Disebabkan Miom?

Itulah pola makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi dan dihindari wanita agar terbebas dari mioma uteri. Meski tidak berbahaya, kamu tetap perlu mengurangi risiko untuk mencegah terjadinya komplikasi serius. Kamu bisa bertanya pada dokter makanan untuk pengidap mioma lain yang bisa kamu konsumsi. Caranya, pakai aplikasi Halodoc dengan download di ponsel kamu.