• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terdiagnosis Kanker Payudara, Apa yang Perlu Dilakukan?

Terdiagnosis Kanker Payudara, Apa yang Perlu Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Terdiagnosis Kanker Payudara, Apa yang Perlu Dilakukan?

Halodoc, Jakarta – Kanker payudara biasanya terdiagnosis setelah ada pemeriksaan oleh dokter. Namun, deteksi penyakit ini sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah. Kanker payudara merupakan penyakit yang terjadi karena terbentuknya kanker di jaringan payudara. Secara umum, kanker payudara terjadi akibat sel-sel pada jaringan payudara tumbuh tidak terkendali. 

Semakin lama, sel abnormal tersebut mulai mengambil alih jaringan payudara sehat yang ada di sekitarnya. Pada awalnya, kanker payudara sering muncul tanpa gejala karena benjolan yang muncul berukuran sangat kecil. Nanum, ada beberapa gejala yang bisa dikenali sebagai tanda kanker payudara, seperti benjolan di payudara yang terasa saat diraba, perubahan tekstur dan warna kulit payudara, hingga nyeri dan pembengkakan pada payudara.

Baca juga: Ini 6 Gejala Kanker Payudara yang Sering Diabaikan

Hal yang Harus Dilakukan Pengidap Kanker Payudara 

Sel kanker bisa tumbuh di mana saja di payudara. Untuk memastikan jenis dan tingkat keparahannya, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya pemeriksaan mikroskopis. Meski belum diketahui pasti jenisnya, orang yang terdiagnosis kanker payudara perlu memperhatikan beberapa hal untuk mencegah penyakit memburuk, di antaranya: 

  • Menerapkan gaya hidup sehat. 
  • Menurunkan berat badan, jika mengalami obesitas alias kelebihan berat badan. Jika tidak, pertahankan berat badan ideal. 
  • Membatasi atau menghentikan konsumsi minuman yang mengandung alkohol. 
  • Rutin berolahraga, setidaknya 30 menit setiap hari. 
  • Selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. 

Baca juga: Benarkah Makanan Olahan Jadi Penyebab Kanker Payudara?

Secara umum, kanker payudara bisa terbentuk di kelenjar lobulus (kelenjar penghasil susu) atau di saluran duktus, yaitu saluran yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit ini penting untuk dilakukan. Ada dua cara pemeriksaan kanker payudara, yaitu: 

  • SADARI 

Rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri alias SADARI bisa menjadi cara untuk mendeteksi kanker payudara. Jika dilakukan secara rutin, kamu bisa dengan mudah mengetahui saat ada kelainan atau perubahan pada payudara. Saat hal itu terjadi, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

  • SADANIS 

Pemeriksaan payudara juga bisa dilakukan secara klinis (SADANIS). Seperti namanya, cara memeriksa kanker payudara yang satu ini dilakukan oleh petugas medis dan bisa menjadi pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. 

Setelah didiagnosis mengalami kanker payudara, atau setidaknya ditemukan gejala dan benjolan yang dicurigai kanker, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut. Berikut beberapa cara mendiagnosis dan memastikan jenis kanker payudara:

  • Mammografi atau juga dikenal dengan istilah rontgen payudara. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu apakah benjolan yang muncul di payudara bersifat jinak atau ganas.  
  • USG mammae. Cara pemeriksaan ini bisa membantu dokter mengetahui benjolan di payudara memiliki struktur padat atau kista yang terdiri dari cairan. 
  • MRI. Dilakukan untuk mengamati dan mendapatkan gambaran struktur payudara yang lebih jelas. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan untuk memperjelas hasil dari tes mammografi atau USG. 
  • Biopsi atau pengambilan sampel. Dalam tes ini, dokter akan mengambil sampel jaringan lunak dari benjolan yang muncul di payudara. Tujuannya untuk mengetahui apakah benjolan bersifat kanker atau tidak. 

Baca juga: Bisakah Kanker Payudara Sembuh tanpa Pengangkatan?

Menerapkan gaya hidup sehat juga bisa menjadi persiapan sebelum menjalani tes lebih lanjut untuk mengetahui jenis kanker payudara. Jika ragu, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter dan mencari tahu tips gaya hidup sehat sebelum tes kanker payudara. Ayo, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Breast Cancer.
Healthline. Diakses pada 2021. A Comprehensive Guide to Breast Cancer.
Kemenkes. Diakses pada 2021. Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS.
National Breast Cancer Foundation. Diakses pada 2021. Breast Cancer Types.