Terinfeksi Tetanus, Apakah Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Terinfeksi Tetanus, Apakah Bisa Disembuhkan?

Halodoc, Jakarta – Tetanus adalah penyakit serius yang disebabkan oleh racun bakteri yang dapat memengaruhi sistem saraf, sehingga menyebabkan kontraksi otot menyakitkan, terutama pada otot rahang dan leher. 

Tetanus juga dapat mengganggu kemampuan untuk bernapas dan dapat mengancam hidup. Pengobatan tetanus berfokus pada penanganan komplikasi sampai efek dari racun tetanus hilang. Ingin tahu lebih lanjut mengenai infeksi tetanus dan pengobatannya, baca di sini!

Penyebab Tetanus

Tetanus disebabkan oleh racun yang dibuat oleh spora bakteri Clostridium tetani, yang ditemukan di tanah, debu, dan kotoran hewan. Ketika spora memasuki luka yang dalam, ia tumbuh menjadi bakteri yang dapat menghasilkan racun yang kuat, yaitu tetanospasmin

Racun dari tetanus dapat merusak saraf yang mengendalikan otot-otot, sehingga menyebabkan kekakuan dan kejang otot. Seseorang berisiko terinfeksi tetanus ketika tidak mendapatkan vaksinasi, mengalami luka yang memungkinkan spora tetanus masuk ke dalam luka terutama jika luka disebabkan benda asing, seperti paku atau serpihan tajam.

Baca juga: Waspada Gejala Tetanus Sebelum Berakibat Fatal

Setelah racun tetanus masuk ke ujung saraf, akan sangat mustahil untuk dikeluarkan. Pemulihan dari infeksi tetanus membutuhkan ujung saraf baru untuk tumbuh yang bisa memakan waktu hingga beberapa bulan.

Infeksi tetanus yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Ini termasuk patah tulang, di mana tingkat keparahan kejang dapat mengakibatkan tulang belakang dan tulang lainnya patah.

Penyumbatan arteri paru-paru (pulmonary embolism) juga sangat mungkin terjadi. Gumpalan darah yang telah berpindah dari tempat lain di tubuh dapat memblokir arteri utama paru-paru. Infeksi tetanus, bahkan bisa menyebabkan kematian ketika kejang otot yang disebabkan tetanus parah mengganggu atau menghentikan pernapasan. 

Kegagalan pernapasan adalah penyebab kematian paling umum dari seseorang yang mengalami infeksi tetanus. Ingin tahu lebih detail mengenai komplikasi infeksi tetanus, tanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Perawatan Luka Tetanus

Luka tusuk atau luka dalam lainnya akibat gigitan binatang maupun luka yang kotor dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena infeksi tetanus. Dokter akan membersihkan luka, meresepkan antibiotik, dan menyuntikkan vaksin tetanus toxoid ke kamu. 

Baca juga: Benarkah Benda Berkarat Bisa Sebabkan Tetanus?

Jika kamu memiliki luka kecil, langkah-langkah ini akan membantu mencegah tetanus:

  1. Kendalikan perdarahan dengan cara membersihkan dan menekan luka untuk mengendalikan perdarahan.

  2. Jaga luka tetap bersih. Setelah pendarahan berhenti, bilas luka dengan air mengalir yang bersih. Bersihkan area di sekitar luka dengan sabun.

  3. Gunakan antibiotik. Setelah kamu membersihkan lukanya, oleskan tipis-tipis krim atau salep antibiotik. Antibiotik ini tidak akan membuat luka lebih cepat sembuh, tetapi juga bisa mencegah pertumbuhan bakteri dan infeksi.

  4. Bahan-bahan tertentu dalam beberapa salep dapat menyebabkan ruam ringan pada beberapa orang. Jika ruam muncul, hentikan penggunaan salep. Ada baiknya konsultasikan dengan dokter mengenai salep yang aman dan efektif untuk digunakan.

  5. Tutupi luka. Paparan udara mungkin mempercepat penyembuhan, tetapi perban dapat menjaga luka tetap bersih dan mencegah bakteri berbahaya untuk masuk ke dalam luka. 

  6. Ganti balutan secara rutin untuk membantu mencegah infeksi. Jika kamu alergi terhadap lem perekat yang digunakan di sebagian besar perban, beralihlah ke bahan lain yang bisa diikat dan jaga tetap steril.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Tetanus.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Everything you need to know about tetanus.