• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terjadi di Usia Muda, Ini Gejala Awal dari Hiperparatiroidisme

Terjadi di Usia Muda, Ini Gejala Awal dari Hiperparatiroidisme

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Tidak hanya organ, tubuh pun tersusun dari sel, jaringan, dan kelenjar yang saling bersatu dalam melakukan proses kehidupan. Namun, jika terjadi masalah pada salah satu bagian tubuh, dampak yang ditimbulkan bisa turut dirasakan oleh bagian tubuh lainnya. Seperti halnya hiperparatiroidisme, kondisi ketika kelenjar paratiroid yang berada di leher membuat hormon paratiroid dalam jumlah yang berlebihan.

Ketika hormon paratiroid di dalam tubuh berada dalam jumlah yang berlebihan, risiko terjadinya hiperkalsemia akan mengalami peningkatan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mendatangkan berbagai masalah kesehatan yang terbilang serius dan mengancam nyawa. Sayangnya, kelainan ini bisa terjadi pada usia muda, jadi sangat baik jika kamu mengetahui apa saja gejala awal dari masalah ini.

Gejala Awal Hiperparatiroidisme

Tugas utama dari kelenjar paratiroid adalah menghasilkan hormon paratiroid yang memiliki fungsi membantu menyeimbangkan kadar fosfat dan kalsium di dalam darah. Keduanya akan berpadu menjadi kalsium fosfat, senyawa yang sangat penting untuk tubuh karena membantu menguatkan tulang dan gigi, membantu proses pembekuan darah setelah kamu mengalami cedera, dan mendukung kerja saraf dan otot supaya tetap bisa berfungsi dengan baik. Tidak kalah pentingnya, fosfat pun dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi.

Baca juga: Hiperparatiroidisme Juga Bisa Mengakibatkan Hiperkalemia

Kelenjar paratiroid akan melepaskan hormon paratiroid ketika mengetahui bahwa kadar kalsium yang ada di dalam darah berada pada jumlah yang tidak mencukupi alias rendah. Namun, ketika asupan kalsium di dalam darah sudah kembali normal, kelenjar paratiroid akan berhenti merilis hormon tersebut. Apabila kelenjar tetap memroduksi hormon, kadarnya di dalam darah akan sangat berlebih, dan kondisi ini dikenal dengan hiperparatiroidisme.

Sayangnya, kelainan ini jarang menimbulkan gejala. Biasanya, apabila terjadi gejala, ini adalah dampak dari kerusakan jaringan atau disfungsi organ, juga tingginya kadar kalsium yang ada di dalam darah sementara simpanannya di dalam tulang mengalami penurunan. Gejala yang sering terjadi adalah nyeri pada sendi dan tulang, rentan patah tulang karena tulang sangat rapuh, nyeri pada perut, mual, muntah dan menurunnya nafsu makan, sembelit, cepat lelah, lemas, dan haus, depresi, konsentrasi mudah menghilang, hingga selalu tidak enak badan.

Baca juga: Faktor yang Sebabkan Hiperparatiroidisme

Apabila tidak segera dilakukan pengobatan, tingginya kadar kalsium di dalam darah bisa memicu banyak masalah kesehatan. Ini termasuk dehidrasi, mengalami muntah, otot menegang dan mudah mengantuk, tekanan darah tinggi dan detak jantung yang menjadi tidak beraturan.

Jadi, kamu harus segera memeriksakan kesehatan ke dokter jika mengalami salah satu dari sekian gejala tadi. Mungkin memang gejala yang muncul cenderung sama dengan penyakit lainnya, inilah sebabnya kamu tidak boleh meremehkan sekecil apa pun gejala aneh yang kamu alami. Tidak perlu repot lagi kalau mau buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat, karena aplikasi Halodoc hadir untuk membantu kamu.

Pengobatan Hiperpartroidisme

Apabila kadar kalsium yang ada di dalam darah terjadi peningkatan tetapi kepadatan tulang masih berada pada kondisi normal dan tidak ada gejala lainnya yang muncul, tidak ada penanganan serius yang dilakukan. Kamu hanya disarankan untuk banyak mengonsumsi air putih, rutin olahraga, menghindari merokok, dan mengonsumsi kalsium serta vitamin D yang sesuai dengan anjuran dokter.

Baca juga: Menopause, Wanita Bisa Alami Hiperparatiroidisme

Namun, pada kasus yang lebih parah, atau disebut hiperparatiroidisme sekunder maupun tersier, terutama yang telah mengalami gagal ginjal kronis, kesembuhan setelah pengobatan terbilang cukup sulit, meski telah dilakukan operasi pengangkatan kelenjar yang mengalami pembesaran.

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.
Patient. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.