Yang Terjadi pada Tubuh Ketika Muncul Batu Ginjal

Yang Terjadi pada Tubuh Ketika Muncul Batu Ginjal

Halodoc, Jakarta - Batu ginjal adalah benda keras yang terbuat dari bahan kimia yang berada di dalam urine. Air seni memiliki berbagai limbah yang larut di dalamnya. Ketika ada terlalu banyak limbah dalam cairan yang terlalu sedikit, kristal mulai terbentuk.

Kristal tersebut menarik elemen-elemen lain dan bergabung bersama untuk membentuk padatan yang akan menjadi lebih besar, kecuali dikeluarkan dari tubuh dengan urine. Biasanya, bahan kimia ini dieliminasi dalam urine oleh ginjal.

Pada kebanyakan orang, jika kamu harus memiliki cukup cairan untuk melancarkan urine atau bahan kimia lain dalam urine menghentikan terjadinya pembentukan batu. Bahan kimia pembentuk batu pada ginjal tersebut adalah kalsium, oksalat, urat, sistin, xantin, dan fosfat.

Setelah terbentuk, batu tersebut dapat tinggal di ginjal atau berjalan menyusuri saluran kemih ke ureter. Terkadang, batu-batu kecil keluar dari tubuh dalam urine tanpa menyebabkan rasa sakit. Meski demikian, batu yang menetap dapat menyebabkan cadangan urine di saluran kemih menyebabkan rasa sakit saat dikeluarkan.

Kemungkinan penyebab batu ginjal adalah minum terlalu sedikit air, berolahraga terlalu banyak atau terlalu sedikit, obesitas, operasi penurunan berat badan, atau mengonsumsi makanan dengan terlalu banyak garam atau gula.

Infeksi dan riwayat keluarga mungkin juga dapat menyebabkan batu ginjal pada beberapa orang. Pun, makan terlalu banyak fruktosa berhubungan langsung dengan meningkatnya risiko pengembangan batu ginjal. Fruktosa dapat ditemukan dalam gula dan sirup jagung fruktosa tinggi.

Baca Juga : Awas, Ini 4 Gejala dari Batu Ginjal

Gejala Batu Ginjal

Seseorang yang mengidap batu ginjal, mungkin saja orang tersebut tidak menunjukkan gejala apapun hingga batu tersebut membesar atau mengganjal jalur keluarnya urine dari tubuh.

Batu tersebut pun bisa bergerak di dalam ginjal, atau ke tabung yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih kamu. Gejala yang terjadi dapat bervariasi dan tergantung dari tingkat keparahan yang terjadi. Gejala-gejala batu ginjal yang dapat terjadi termasuk:

  • Rasa sakit di punggung dan di bawah tulang rusuk yang parah.

  • Rasa sakit di pangkal paha dan perut bagian bawah.

  • Buang air kecil yang menyakitkan dan terjadi lebih sering daripada biasanya.

  • Air seni yang keruh berwarna merah muda, merah, atau cokelat, atau berbau tidak sedap.

  • Merasa ingin buang air kecil sepanjang waktu.

  • Demam dan menggigil jika memiliki infeksi.

Baca Juga : Begini Metode untuk Mengobati Batu Ginjal

Diagnosis Batu Ginjal

Jika dokter mencurigai kamu mengidap batu ginjal, kamu mungkin harus menjalani tes dan prosedur diagnostik, seperti:

  1. Tes Darah

Tes darah dapat mendeteksi terlalu banyak kalsium atau asam urat dalam darah. Hasil tes darah membantu memantau kesehatan ginjal seseorang dan dapat mengarahkan dokter untuk memeriksa kondisi medis lainnya.

  1. Tes Urine

Tes pengumpulan urine dalam 24 jam mungkin menunjukkan bahwa kamu mengeluarkan terlalu banyak mineral pembentuk batu atau terlalu sedikit zat pencegah batu. Untuk tes ini, dokter akan meminta kamu melakukan pengumpulan urine selama dua hari berturut-turut.

  1. Tes Pencitraan

Tes ini dapat menunjukkan batu ginjal di saluran kemih kamu. Pilihannya beragam, mulai dari rontgen perut sederhana, hingga tomografi terkomputerisasi berkecepatan tinggi atau CT scan yang dapat mengungkapkan batu kecil sekalipun.

Pengobatan Batu Ginjal

Perawatan batu ginjal serupa pada anak-anak dan orang dewasa, kamu mungkin diminta untuk minum banyak air. Dokter mencoba untuk membiarkan batu hilang tanpa operasi. Kamu juga mungkin mendapatkan obat untuk membuat urine sedikit lebih asam. Namun, jika batu terlalu besar atau jika menghalangi aliran urin, operasi pun harus dilakukan.

Gelombang kejut lithotripsy adalah prosedur non-invasif yang menggunakan gelombang suara berenergi tinggi untuk menghancurkan batu menjadi fragmen. Kemudian, fragmen tersebut akan lebih mudah dikeluarkan melalui urine.

Dalam ureteroskopi, endoskopi dimasukkan melalui ureter untuk mengambil atau melenyapkan batu. Dalam kasus yang jarang, untuk batu yang sangat besar atau rumit, dokter akan menggunakan nefrolitotomi perkutan/nephrolithotripsy.

Baca Juga : Hati-Hati, 8 Hal Ini Bisa Sebabkan Batu Ginjal

Itulah yang terjadi pada tubuh ketika batu ginjal terjadi. Jika kamu ingin memeriksakan kesehatan diri, sekarang kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!