12 December 2018

Terkait Kanker, Obat Hipertensi Ditarik dari Peredaran

Terkait Kanker, Obat Hipertensi Ditarik dari Peredaran

Halodoc, Jakarta - Ditariknya obat untuk mengobati hipertensi di Amerika Serikat dan Eropa, membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan RI menanggapi hal tersebut. Obat yang ditarik merupakan obat antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker (ARB), yaitu Irbesartan, Losartan, dan Valsartan.

Menurut keterangan BPOM, European Medicines Agency (EMA), Food and Drug Administration (US FDA), Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) dan BPOM RI masih mengkaji lebih lanjut mengenai bahan baku tersebut. Pasalnya, para ahli menemukan adanya pengontrol N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA) di dalam obat tersebut.

Di Indonesia sendiri, Losartan dan Valsartan merupakan obat antihipertensi golongan ARB yang terdampak impurities NDMA dan NDEA. Kedua bahan baku obat ini merupakan produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China. Sementara itu, obat Irbesartan yang ditarik US FDA, bahan bakunya tak digunakan untuk produk obat yang terdaftar di negara kita.

Terkait hal ini, para ahli di BPOM menghimbau masyarakat yang mengonsumsi obat-obat di atas, untuk berdiskusi dengan dokter dan apoteker di pelayanan kesehatan.

Untuk melindungi kesehatan konsumen dan masyarakat, BPOM juga meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian distribusi dan produksi obat-obat dengan bahan baku tersebut (terdampak impurities NDMA dan NDEA).

Saat ini, industri farmasi yang sudah melakukan penarikan produknya secara sukarela, seperti Acetensa Tablet Salut Selaput 50 miligram dari PT Pratapa Nirmala, dan Insaar Tablet 50 miligram dari PT Interbat yang menggunakan Losartan dari Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, China.

Lalu, benarkah Valsartan dan obat-obat lainnya yang diminta untuk produksi dan distribusinya dihentikan, memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan?

Efektif untuk Mengobati, Kok Valsartan Ditarik?

Menurut ahli, Valsartan yang ditarik dari pasaran sebenarnya merupakan jenis obat yang bermanfaat untuk mengobati pengidap hipertensi dan sakit jantung. Obat ini dinilai cukup baik untuk mengobati darah tinggi dan gagal jantung. Bahkan, menurut penelitian obat ini merupakan pengontrol tensi yang efektif hingga dapat menurunkan kematian.

Menurut ahli, 80 persen pengidap hipertensi yang enggak bisa dikontrol dengan obat hipertensi tunggal. Makanya membutuhkan penggunaan obat yang dikombinasikan. Contohnya, Valsartan dengan Amlodipine. Lalu, apa alasan yang membuat Valsartan ditarik dan produksi serta distribusinya dihentikan? Ternyata, dibalik keefektifan keduanya, ada masalah lain yang mengintai.

Pasalnya, pengontrol N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA) di dalam obat tersebut, diduga bersifat karsinogen bagi manusia.

Karsinogen sendiri merupakan hal-hal yang bisa menyebabkan kanker. Bentuknya bisa berupa zat kimia, virus, obat-obatan, ataupun radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker. Pendek kata, hal-hal yang langsung menyebabkan kanker bisa disebut sebagai karsinogen.

Menurut para ahli, karsinogen ini bisa bekerja lewat banyak cara. Misalnya, langsung merusak DNA dalam sel hingga menyebabkan kelainan dalam sel normal. Bisa juga membuat sel-sel membelah lebih cepat. Nah, ujung-ujungnya dapat mengakibatkan berkembangnya penyakit kanker.

Kilas balik ke belakang, sebenarnya hal ini bukan pertama kalinya terjadi. Sebab, tahun lalu BPOM mengumumkan beberapa obat berbahan Valsartan ditarik dari peredaran dengan alasan yang sama.

Punya masalah hipertensi atau ingin tahu lebih jauh mengenai obat-obat di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: