• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terlalu Banyak Konsumsi Vitamin, Benarkah Bisa Overdosis?

Terlalu Banyak Konsumsi Vitamin, Benarkah Bisa Overdosis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Di tengah situasi pandemi COVID-19 saat ini, memiliki sistem imunitas tubuh yang kuat penting untuk melindungi tubuh dari berbagai macam virus dan penyakit. Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh adalah mengonsumsi vitamin dan suplemen.

Meski begitu, tahukah kamu bahwa tubuh manusia hanya memerlukan vitamin dalam jumlah kecil dan kamu bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi berbagai macam makanan sehat. Banyak minum vitamin dan suplemen justru bisa membuat kamu kelebihan atau overdosis vitamin.

Penyebab Overdosis Vitamin

Sebagian besar suplemen vitamin yang dijual di toko obat memiliki dosis yang aman yang tidak menimbulkan masalah kesehatan selama kamu mengonsumsinya sesuai petunjuknya. Namun, terkadang beberapa orang mengonsumsinya lebih banyak dari dosis yang dianjurkan dengan harapan suplemen tersebut membantu mencegah atau mengobati masalah kesehatan tertentu.

Menurut Johanna Dwyer, RD, ilmuwan peneliti senior di Kantor Suplemen Diet National Institutes of Health, tidak ada manfaat dari mengonsumsi vitamin lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan. Selain itu, mengonsumsi beberapa vitamin tertentu dalam jumlah yang berlebihan dapat membuat kamu mengalami masalah kesehatan. Biasanya, masalah kesehatan akibat overdosis vitamin dapat diatasi dengan mengurangi jumlah vitamin. Namun, ada juga beberapa kondisi yang tidak dapat diatasi semudah itu, sehingga memerlukan penanganan medis. Jadi, bila kamu mengalami gejala-gejala overdosis vitamin, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Bila ingin mengonsumsi suplemen vitamin, sebaiknya jangan melebihi nilai harian. Bicarakan juga dengan dokter mengenai suplemen apa pun yang ingin dikonsumsi dan dosis yang tepat. Tujuannya agar kamu dapat mengonsumsinya dengan aman dan mendapatkan manfaat optimal dari suplemen tersebut.

Sekarang, kamu bisa menghubungi dokter dengan mudah untuk bertanya-tanya seputar kesehatan dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Lewat Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa berdiskusi dengan dokter kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Siapa Saja yang Butuh Suplemen? Ini Kriterianya

Efek Samping dari Overdosis Vitamin

Bila didapatkan secara alami melalui makanan, vitamin tidak menyebabkan masalah, bahkan ketika kamu mengonsumsinya dalam jumlah besar. Namun, ketika kamu terlalu banyak mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen, maka bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan.

Ada dua kategori vitamin, yaitu yang larut dalam lemak (fat soluble) dan yang larut dalam air (water soluble). Vitamin yang larut dalam air mudah dikeluarkan dari tubuh dan tidak mudah disimpan dalam jaringan. Bila dikonsumsi secara berlebihan, beberapa vitamin yang larut dalam air dapat menyebabkan efek samping, beberapa di antaranya dapat berbahaya. Berikut ini vitamin yang larut dalam air yang dapat menyebabkan efek samping yang merugikan bila dikonsumsi dalam dosis tinggi.

  • Vitamin C. Bila dikonsumsi dalam dosis tinggi, vitamin C menyebabkan gangguan saluran pencernaan, seperti diare, kram, mual dan muntah. Mengonsumsi vitamin C dengan dosis 6 gram per hari dapat menyebabkan migrain.
  • Vitamin B3 (niasin). Ketika dikonsumsi dalam bentuk asam nikotinat, niasin dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, sakit perut, gangguan penglihatan, dan kerusakan hati bila dikonsumsi dengan dosis tinggi 1-3 gram per hari.
  • Vitamin B6 (piridoksin). Konsumsi B6 yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gejala neurologis yang parah, lesi kulit, sensitivitas terhadap cahaya, mual dan mulas.
  • Vitamin B9 (folat). Mengonsumsi terlalu banyak folat atau asam folat dalam bentuk suplemen dapat memengaruhi fungsi mental, berdampak negatif pada sistem kekebalan dan menutupi kekurangan vitamin B12 yang dapat berakibat serius.

Tidak seperti vitamin yang larut dalam air, vitamin yang larut dalam lemak tidak larut dalam air dan mudah disimpan di jaringan tubuh. Bila dikonsumsi dalam dosis tinggi dan dalam waktu lama, jenis vitamin tersebut dapat menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Baca juga: 5 Rahasia Manfaat Vitamin C Bagi Tubuh dan Kulit

Berikut ini efek samping dari overdosis vitamin larut dalam lemak:

  • Vitamin A. Mengonsumsi terlalu banyak suplemen vitamin A dapat menyebabkan gejala, seperti mual, peningkatan tekanan intrakranial, koma, dan bahkan kematian.
  • Vitamin D. Mengonsumsi suplemen vitamin D dosis tinggi dapat menyebabkan gejala berbahaya, seperti penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan detak jantung tidak teratur. Kelebihan vitamin tersebut juga dapat meningkatkan kadar kalsium darah yang dapat menyebabkan kerusakan organ.
  • Vitamin E. Suplemen vitamin E dosis tinggi dapat mengganggu pembekuan darah, menyebabkan perdarahan dan menyebabkan stroke hemoragik.

Baca juga: 7 Akibat Buruk Kelebihan Vitamin E

Nah, itulah penjelasan tentang overdosis vitamin yang bisa terjadi bila mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen melebihi dosis yang dianjurkan. Oleh karena itu, konsumsilah suplemen vitamin sesuai dengan kebutuhan nutrisi harian.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Can You Overdose on Vitamins?
WebMD. Diakses pada 2020. Getting Too Much of Vitamins And Minerals.
Verywell. Diakses pada 2020. Can You Really Overdose on Vitamins?