Terlalu Lama Pakai Kipas Angin Bisa Sebabkan Hipertermia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Terlalu Lama Pakai Kipas Angin Bisa Sebabkan Hipertermia

Halodoc, Jakarta - Musim kemarau kali ini sepertinya menghadirkan panas yang sangat menyengat, ya? Tidak hanya di luar, di dalam ruangan dapat terasa begitu gerah dan panas, sehingga tubuh harus mengeluarkan keringat supaya suhu tetap terjaga. Demi mendinginkannya, kamu tidak jarang mandi lebih dari satu kali pada waktu yang terbilang berdekatan. 

Nah, supaya suhu di dalam ruangan tetap dingin dan sejuk, pendingin ruangan seperti kipas angin dan AC sering digunakan. Di Indonesia, kipas angin masih menjadi pendingin ruangan yang lebih banyak dipilih dibandingkan dengan AC. Namun, benarkah terlalu sering pakai kipas angin sebabkan tubuh alami hipertermia?

Kipas Angin dan Hipertermia

Ada banyak mitos seputar penggunaan kipas angin terlalu lama untuk kesehatan tubuh. Beberapa orang mengatakan kipas angin menyumbat keringat, sehingga tidak bisa dikeluarkan oleh tubuh. Ada pula yang berujar bahwa kipas angin meningkatkan risiko kematian. Ternyata, risiko hipertermia juga sama tingginya. 

Baca juga: Alami Hipertermia Inilah 3 Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Faktanya, tidak demikian. Kamu tidak mengalami hipertermia meski tidur dengan kondisi kipas angin menyala sepanjang malam. Kipas angin membantu mengusir udara panas di dalam ruangan dan mengubahnya menjadi lebih sejuk sekaligus menjadi cara paling murah untuk mendinginkan suhu tubuh ketika cuaca sedang panas terik. Jadi, terlalu sering pakai kipas angin ketika tidur atau menemani aktivitasmu tidak membuat suhu tubuh meningkat alias hipertermia. 

Sebenarnya, Apa Hipertermia Itu?

Hipertermia adalah meningkatnya suhu tubuh jauh di atas normal, yaitu lebih dari 40 derajat Celcius. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu untuk menurunkan atau mendinginkan suhu. Ketika kamu berada di luar ruangan, panas membuat tubuh berkeringat. Sebenarnya, keringat ini adalah bentuk respons tubuh terhadap panasnya cuaca, agar suhu di dalam tetap dingin. 

Namun, pada beberapa kondisi, suhu udara yang begitu panas membuat tubuh tidak mampu menurunkan suhu, sehingga terjadi kenaikan yang menyebabkan hipertermia. Hal ini bisa memicu dehidrasi, bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Oleh karenanya, sebaiknya bawalah air minum ketika kamu beraktivitas di luar ruangan. 

Baca juga: Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Hipertermia

Lalu, Apa yang Menyebabkan Hipertermia?

Bukan karena paparan kipas angin yang terlalu lama, hipertermia terjadi karena hal ini:

  • Pingsan, yang terjadi karena berdiri terlalu lama atau berdiri mendadak setelah terlalu lama duduk atau berbaring. 

  • Heat edema karena terlalu lama duduk atau berdiri di tempat panas. Gejalanya berupa pembengkakan pada bagian pergelangan kaki dan tangan. 

  • Heat exhaustion, karena melakukan aktivitas fisik berlebihan ketika cuaca sedang begitu panas dan terik. Gejalanya seperti keringat berlebihan dan denyut nadi cepat. 

  • Heat stress, yang terjadi karena tubuh tidak mampu mengimbangi panasnya suhu di lingkungan. Kondisi ini sering terjadi ketika kamu beraktivitas di luar ruangan dengan pakaian yang tebal. Gejalanya berupa lemas, mual, haus, dan pusing

Baca juga: Kalau Naik Gunung, Waspada Hipertermia

Bagaimana Pencegahannya?

Mudah saja, paling utama tentu kamu harus menghindari penyebabnya. Beraktivitas terlalu lama ketika panas sedang sangat terik juga harus diperhatikan. Jika pekerjaan menuntut kamu untuk terus berinteraksi dengan panas, kenakan pakaian dengan bahan yang nyaman, bukan yang terlalu tebal. Jangan lupa, bawa selalu air minum dan berteduhlah sesekali supaya tubuh bisa menstabilkan kembali suhu tubuh.