• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terlalu Merasa Istimewa, Waspadai Gangguan Narsistik

Terlalu Merasa Istimewa, Waspadai Gangguan Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan kata narsis. Mungkin, kamu menggambarkannya sebagai kegiatan membanggakan atau memuji diri yang terlalu berlebihan. Ternyata, memang benar, tetapi jika sudah melebihi batas kewajaran, maka narsis bisa mengacu pada gangguan mental, yaitu gangguan kepribadian narsistik

Orang-orang yang memiliki gangguan jiwa ini kerap membanggakan dirinya jauh melebihi orang lain, bahkan cenderung merendahkan atau menghina orang lain. Rasa percaya dirinya pun sangat tinggi di depan orang lain, tetapi empati yang dimilikinya sangat rendah. Sederhananya, mereka yang mengidap gangguan narsistik merasa dirinya terlalu istimewa dan haus akan pujian.

Namun, di balik rasa percaya dirinya yang sangat tinggi dan selalu dibanggakannya itu, pengidap gangguan mental narsistik sebenarnya memiliki kepercayaan diri yang yang rapuh, bahkan hanya dengan satu kritik kecil dari orang lain. Sayangnya, jika tidak segera mendapatkan penanganan, masalah ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Inilah 4 Tipe Narsistik, Salah Satunya Mungkin Ada di Sekitar

Terlalu Merasa Istimewa, Salah Satu Gejala Narsistik

Kamu mungkin banyak menemui orang yang narsis, seperti gemar berswafoto di mana saja mereka berada. Namun, sebenarnya, gangguan kepribadian narsistik termasuk masalah kejiwaan yang langka. Kondisi ini banyak dijumpai pertama kali pada masa remaja atau dewasa muda. Cirinya juga bisa terlihat sejak anak-anak atau menapaki masa remaja. Meski begitu, tidak semua ciri yang muncul berkembang menjadi gangguan narsistik. 

Selain merasa diri terlalu istimewa, pengidap gangguan kepribadian narsistik biasanya memiliki ciri sebagai berikut:

  • Selalu menilai diri lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain.
  • Menganggap diri terlalu hebat tapi tidak diikuti dengan pencapaian yang berarti.
  • Memiliki pikiran tentang kesuksesan, kepandaian, kekuasaan, hingga pasangan yang sangat sempurna.
  • Adanya kebutuhan untuk selalu dipuji.
  • Cenderung memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.
  • Cenderung bersifat arogan.

Baca juga: Benarkah Orang Narsis Kebal Depresi?

Seseorang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik bisa saja tidak menyadari ada yang salah pada diri mereka. Namun, mereka cenderung akan mencari pertolongan ketika merasa depresi yang seringnya terjadi karena kritik dan penolakan dari orang sekitar.

Jadi, jika kamu merasakan ada gejala gangguan mental ini atau merasa sedih yang tidak terjelaskan, segera ceritakan masalahmu pada psikolog dari aplikasi Halodoc. Sekarang tidak sulit, karena cukup download saja aplikasi Halodoc di ponselmu. Bahkan, berobat ke rumah sakit sekarang lebih mudah melalui aplikasi ini. 

Sebenarnya, Apa yang Menyebabkan Seseorang Mengidap Gangguan Narsistik?

Nyatanya, tidak diketahui apa yang menyebabkan seseorang mengidap masalah kejiwaan ini. Namun, diyakini, ada peran besar orangtua, seperti perilaku kekerasan, ditinggalkan, perceraian, hingga pujian berlebihan yang diberikan pada anak. Kritik berlebihan terhadap rasa takut juga meningkatkan risiko anak mengidap gangguan ini ketika beranjak dewasa.

Baca juga: Orang Narsistik Bisa Menyebalkan, tetapi Paling Bahagia

Psikoterapi menjadi pilihan perawatan paling baik yang bisa dilakukan untuk membantu pengidap menjadi lebih peka pada orang lain sekaligus memahami perilaku dan perasaannya sendiri. Terapi perilaku kognitif juga bisa dilakukan apabila dibutuhkan untuk membantu memperbaiki adanya perilaku yang kurang tepat. Pemberian obat antidepresan boleh diberikan apabila pengidap merasakan adanya gejala depresi atau kecemasan berlebihan.

Tidak semua orang yang merasa dirinya istimewa mengidap gangguan narsistik, karena ada gejala lain yang turut perlu diperhatikan. Sebaiknya, kamu mengomunikasikan pada ahlinya apabila merasakan adanya gejala yang mengarah pada masalah kejiwaan ini, sehingga bisa mendapatkan penanganan segera.

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
HelpGuide. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.