• Home
  • /
  • Terlalu Sering Hirup Asap Rokok, Awas Emfisema

Terlalu Sering Hirup Asap Rokok, Awas Emfisema

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Terlalu Sering Hirup Asap Rokok, Awas Emfisema

Halodoc, Jakarta - Emfisema adalah jenis paru-paru yang menyebabkan sesak napas akibat kantung udara di paru-paru (alveoli) rusak. Seiring waktu, dinding bagian dalam kantung udara semakin melemah dan pecah, sehingga ruang udara menjadi lebih besar. Kondisi ini mengurangi area permukaan paru-paru dan jumlah oksigen yang diedarkan ke aliran darah.

Ketika pengidap emfisema mengembuskan napas, alveoli yang rusak tidak mampu bekerja dengan baik, sehingga udara yang sudah lama terperangkap dan tidak ada ruang bagi udara segar untuk masuk kembali. Asap rokok sering menjadi pemicu utama emfisema. Mengapa? Ini alasannya.

Baca juga: Alasan Sering Terpapar Polusi Udara Berisiko Terkena Emfisema

Hati-Hati, Sering Hirup Asap Rokok Picu Emfisema

Dilansir dari Medlineplus, penyebab utama emfisema adalah paparan iritan jangka panjang yang merusak paru-paru dan saluran udara. Nah, asap rokok adalah salah satu iritan yang mampu menyebabkan emfisema apabila seseorang sering menghirupnya.

Kebanyakan pengidap emfisema awalnya mengalami bronkitis kronis, yakni peradangan pada tabung yang membawa udara ke paru-paru yang menyebabkan batuk menetap.

Emfisema dan bronkitis kronis adalah dua kondisi yang mampu mengembangkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kebiasaan merokok juga menjadi penyebab utama PPOK. Pada tingkatan ini, pengobatan hanya mampu memperlambat perkembangan PPOK dan tidak dapat mengobati kerusakan yang sudah terjadi.

Gejala Emfisema yang Perlu Diwaspadai

Seseorang dapat mengidap emfisema selama bertahun-tahun tanpa menyadari tanda atau gejala yang muncul. Ketika penyakit semakin berkembang, gejala utama yang muncul adalah sesak napas yang biasanya dimulai secara bertahap.

Pengidap emfisema mungkin harus mulai menghindari aktivitas yang menyebabkan sesak napas, sehingga gejalanya tidak menimbulkan masalah dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada tingkat yang lebih parah, emfisema menyebabkan sesak napas bahkan saat pengidapnya sedang istirahat.

Baca juga: Sama-Sama Bikin Batuk, Apa Beda Emfisema dengan Bronkitis Kronis?

Temui dokter jika kamu mengalami sesak napas yang tidak dapat dijelaskan selama beberapa bulan, terutama jika semakin buruk atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Jangan abaikan sesak napas meskipun ringan karena emfisema dapat berkembang secara cepat.

Jika kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Gaya Hidup untuk Pengidap Emfisema

Seseorang yang telah dinyatakan mengidap emfisema perlu menjalani gaya hidup yang lebih sehat demi mencegahnya dari komplikasi.

Melansir dari Mayo Clinic, berikut gaya hidup yang perlu diterapkan, yaitu:

  • Berhenti merokok. Penting bagi pengidap emfisema untuk berhenti dari kebiasaan merokok untuk menghentikan perkembangan emfisema. 
  • Hindari paparan iritan. Pengidap juga wajib menghindari paparan iritan yang bisa berasal dari asap rokok, cat, knalpot kendaraan, parfum tertentu, bahkan lilin dan dupa yang menyala. 
  • Rutin berolahraga. Rutin berolahraga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru.
  • Lindungi diri dari udara dingin. Udara dingin dapat menyebabkan kejang pada saluran bronkial, sehingga membuat pengidap sulit bernapas. Oleh sebab itu, pastikan pengidap untuk mengenakan jaket, syal dan masker saat cuaca dingin.
  • Dapatkan vaksin. Pastikan untuk mendapatkan vaksinasi flu dan vaksinasi pneumonia tahunan.
  • Cegah infeksi saluran pernapasan. Hindari kontak langsung dengan orang yang pilek atau flu. Untuk mencegahnya, sebaiknya gunakan masker wajah, cuci tangan sesering mungkin dan bawa sebotol kecil pembersih tangan berbahan dasar alkohol saat air tidak tersedia. 

Baca juga: Gangguan Pernapasan, Ini 3 Tes untuk Diagnosis Emfisema

Itulah informasi mengenai emfisema yang rentan dialami oleh para perokok. Jika kamu ingin tahu kiat-kiat berhenti merokok hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc saja. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Emphysema
Medline Plus. Diakses pada 2020. Emphysema