• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terlalu Stres Bekerja? Hati-Hati Gangguan Kesehatan Lambung!
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terlalu Stres Bekerja? Hati-Hati Gangguan Kesehatan Lambung!

Terlalu Stres Bekerja? Hati-Hati Gangguan Kesehatan Lambung!

6 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 September 2022

“Tuntutan pekerjaan yang tinggi kerap membuat para pekerja mengalami stres. Tingkat stres yang tinggi bisa memicu banyak masalah kesehatan fisik, seperti sakit maag.”

Terlalu Stres Bekerja? Hati-Hati Gangguan Kesehatan Lambung!Terlalu Stres Bekerja? Hati-Hati Gangguan Kesehatan Lambung!

Halodoc, Jakarta – Para pekerja kantoran kerap dihadapkan pada berbagai tantangan yang sulit di dunia kerja. Mulai dari banyaknya pekerjaan dengan tenggat waktu yang singkat, tuntutan untuk menjadi dinamis serta bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang ada, dan lain-lain. Tidak heran bila ada banyak pekerja yang akhirnya menjadi stres akibat terlalu sibuk bekerja.

Namun, tahukah kamu bahwa stres tidak hanya bisa berdampak buruk pada kesehatan mental? Sebab, masalah mental ini bisa memicu keluhan fisik, salah satunya sakit maag. 

Faktanya, stres merupakan salah satu faktor yang bisa memicu maag kambuh. Yuk, simak pengaruh stres akibat terlalu sibuk bekerja pada kesehatan lambung di sini.

Penyebab Stres di Dunia Kerja dan Dampaknya yang Merugikan

Menurut Hellriegel, D., & Slocum (2011) dalam buku Organizational behavior, thirteenth edition, stres kerja adalah suatu perasaan berbentuk ketegangan pada fisik yang dirasakan oleh seseorang, karena terdapatnya tuntutan yang melebihi kemampuan dirinya. 

Perasaan tersebut nyatanya umum dialami di kalangan para pekerja, lho. Melansir dari BjPsych Bulletin, ada sebanyak 440.000 orang di Inggris mengeluhkan stres, depresi, atau kecemasan terkait pekerjaan yang membuat mereka sakit.

Praktik manajemen yang memicu stres termasuk tuntutan pekerjaan yang tidak realistis, kurangnya dukungan, perlakuan tidak adil, tidak bebas mengambil keputusan, kurangnya penghargaan, ketidakseimbangan antara upaya dan penghargaan, peran yang saling bertentangan, kurangnya transparansi, dan komunikasi yang buruk. 

Namun, penyebab stres yang dialami oleh para pekerja muda ternyata bisa berbeda, dengan stres yang dialami oleh orang dewasa. Hal itu karena terdapat perkembangan psikososial yang berbeda antara orang dewasa muda dan tua.

Sebuah studi yang meneliti 18 orang pekerja muda yang berusia 17-29 tahun menemukan, bahwa para pekerja muda memandang stres kerja sebagai akibat dari tiga hal. Di dalamnya termasuk kurangnya kesempatan belajar, interaksi sosial yang buruk, dan kurangnya kesempatan untuk melakukan inisiatif. 

Selain itu, durasi kerja yang panjang juga bisa menjadi penyebab stres pada seorang pekerja. Namun, hal itu mungkin tidak berlaku bagi workaholic atau mereka yang senang bekerja. Sedangkan bagi orang yang perfeksionis, sifat untuk selalu sempurna bisa menyebabkan jam kerja yang panjang, sehingga bisa menyebabkan stres.

Terlepas dari apa pun penyebabnya, stres kerja merupakan masalah yang tidak boleh disepelekan. Pasalnya, perasaan tersebut tidak hanya bisa menyebabkan penyakit fisik seperti sakit maag, tapi juga tekanan psikologis dan penyakit mental. 

Menurut Robbins & Judge (2017) dalam buku Organizational Behavior, Seventeenth Edition, stres dalam bekerja bisa melibatkan tiga aspek yaitu:

  • Fisiologis, merupakan perubahan di dalam metabolisme tubuh berupa meningkatnya detak jantung, gangguan pernapasan, tekanan darah, otot kaku hingga masalah pada sistem pencernaan. 
  • Psikologis, merupakan masalah kesehatan mental seseorang seperti adanya ketidakpuasan dengan masalah pekerjaan, merasa tegang dan tertekan dalam bekerja, cemas saat mengerjakan tugas, mudah tersinggung, merasa bosan dalam lingkungan bekerja, serta melakukan tindakan lainnya. 
  • Perilaku, merupakan perubahan dalam kinerja, contohnya seperti menjadi malas bekerja, mudah berperilaku agresif, perubahan produktivitas, hingga mengonsumsi zat-zat terlarang.

Tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental para pekerja, stres juga akhirnya akan memengaruhi kualitas pekerjaan seseorang dan menurunkan produktivitas. 

Baca juga: Stres Berat, Tubuh akan Alami Hal Ini

Hubungan Antara Stres dengan Kesehatan Lambung

Nah, salah satu dampak buruk stres pada kesehatan fisik adalah munculnya masalah lambung. Ketika seseorang mengalami stres, sistem saraf simpatik, yaitu bagian dari sistem saraf otonom tubuh yang mengatur fungsi tubuh seperti detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah, merespons dengan mengaktifkan respons “fight or flight“. 

Respons tersebut membuat hormon stres kortisol dilepaskan, sehingga membuat tubuh waspada dan siap menghadapi ancaman. Ketika stres mengaktifkan respons “fight or flight” di sistem saraf pusat, hal itu bisa memengaruhi sistem pencernaan dengan:

  • Menyebabkan spasme otot di kerongkongan.
  • Meningkatkan asam di perut, yang menyebabkan sakit maag.
  • Membuat kamu merasa mual.
  • Menyebabkan diare atau sembelit.

Selain itu, para pekerja juga cenderung memiliki gaya hidup yang tidak teratur saat stres. Pekerjaan yang menumpuk dan deadline di depan mata membuat para pekerja cenderung melewatkan jadwal makan, mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak sehat, dan mengonsumsi kafein secara berlebih. 

Nah, semuanya itu berkontribusi pada kambuhnya sakit maag dan gangguan pencernaan lain. Jadi, penting untuk mengendalikan stres dengan baik guna mencegah dan mengatasi gangguan pencernaan.

Baca juga: 7 Cara Sederhana untuk Mencegah Sakit Maag

Tips Mengatasi Stres Kerja

Mengingat stres bisa memicu banyak masalah kesehatan, penting untuk melakukan langkah-langkah untuk ‘recovery’, yaitu proses mengembalikan gejala stres kerja ke tingkat pra-stres. Penting untuk dicatat, proses tersebut tidak hanya penting dilakukan ketika kamu sedang kewalahan dengan pekerjaan saja. Namun, jadikanlah recovery sebagai kebiasaan atau latihan rutin untuk menjaga produktivitas. 

Berikut adalah beberapa cara untuk recovery dari stres kerja:

  • Lepaskan Diri secara Psikologis dari Pekerjaan

Setelah menjalani hari yang panjang dan melelahkan di kantor, penting untuk beristirahat. Saat beristirahat, lepaskanlah diri kamu sepenuhnya baik secara fisik dan psikologis dari pekerjaan. Berhentilah memikirkan pekerjaan dan lakukanlah hal-hal yang bisa meningkatkan suasana hati. Contohnya seperti bermain video game, dan lain-lain.

  • Ambil Istirahat Sejenak Saat Bekerja

Recovery stres tidak hanya bisa terjadi setelah liburan panjang. Penelitian menunjukkan bahwa mengambil waktu istirahat pendek, sekitar 10 menit selama hari kerja ternyata sangat efektif untuk memulihkan stres kerja.

  • Lakukan Aktivitas Recovery sesuai Preferensi

Ada pekerja yang memulihkan diri mereka dari stres dengan makan siang dan ngobrol bersama teman-teman. Namun, bagi pekerja lain yang tidak terlalu suka bersosialisasi, hal itu mungkin bisa membuat mereka lebih stres. Jadi lakukanlah aktivitas yang kamu sukai untuk recovery.

  • Lakukan Kegiatan yang Aktif untuk Recovery

Rebahan atau bermalas-malasan sambil menonton film memang bisa menjadi cara yang efektif untuk mengatasi stres. Namun, tahukah kamu bahwa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang lebih aktif bisa memulihkan stres lebih efektif. Contohnya, berolahraga, melakukan hobi tertentu, belajar sesuatu yang baru, dan lain-lain.

Itulah penjelasan mengenai stres yang bisa memengaruhi kesehatan lambung. Bila maag kamu kambuh akibat stres kerja, atasi saja dengan Promag Cair Botol.

Mengandung Hydrotalcite, Magnesium Hydroxide, dan Simethicone, Promag Cair Botol efektif meringankan gejala sakit maag seperti mual dan muntah, kembung/sebah dan perih ulu hati. 

Dengan rasa mint yang segar dan dilengkapi dengan gelas takar, Promag Cair Botol bisa menjadi solusi praktis untuk mengatasi sakit maag dan masalah lambung, sehingga kamu bisa bekerja dengan lancar.

Nah, kamu bisa cek obat dan vitamin yang kamu butuhkan, termasuk Promag cair botol dan sachet melalui aplikasi Halodoc saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
BJPsych Bulletin. Diakses pada 2022. Perceptions of work stress causes and effective interventions in employees working in public, private and non-governmental organisations: a qualitative study.
Journal of Employment Counseling. Diakses pada 2022. Defining Work Stress in Young People.
Jurnal Universitas Negeri Surabaya. Diakses pada 2022. Hubungan Antara Tuntutan Pekerjaan Dengan Stres Kerja.
International Journal of Stress Management. Diakses pada 2022. Workaholic Tendencies and the High Potential for Stress Among Co-Workers.
Everyday Health. Diakses pada 2022. How Stress Affects Digestion.
Harvard Business Review. Diakses pada 2022. How to Recover from Work Stress, According to Science