• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Termasuk Jenis Batuk, Apa Itu Batuk Perokok?

Termasuk Jenis Batuk, Apa Itu Batuk Perokok?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Termasuk Jenis Batuk, Apa Itu Batuk Perokok?

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyak prevalensi perokok di Indonesia? Menurut Kementerian Kesehatan RI (2019), prevalensi perokok laki-laki di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia. Diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok (Riset Kesehatan Dasar/Riskesdas, 2013). 

Prevalensi merokok terlibat lebih besar pada kelompok anak-anak dan remaja. Data Riskesdas 2018 menunjukan terjadi peningkatan prevalensi merokok penduduk usia 18 tahun dari 7,2% menjadi 9,1%.

Hal yang paling meresahkan, menurut Kajian Badan Litbangkes Tahun 2015 Indonesia menyumbang lebih dari 230.000 kematian akibat konsumsi produk tembakau setiap tahunnya. Tuh, bikin was-was kan?

Nah, dari banyaknya penyakit yang ditimbulkan oleh asap rokok, batuk-batuk adalah salah satu yang paling umum. Batuk-batuk yang terjadi pada perokok biasa disebut batuk perokok (Smoker's Cough). 

Yuk, kenalan lebih jauh dengan batuk perokok yang sering menyerang para perokok. 

Baca juga: Ini Bahaya Rokok Elektrik bagi Anak

Lebih Banyak Lendir, Bisa Menjadi Kronis

Ketika merokok (baik rokok, cerutu, dan lainnya), tubuh menghirup banyak bahan kimia. Bahan kimia ini dapat tersangkut di tenggorokan dan paru-paru. Nah, batuk adalah cara alami tubuh untuk membersihkan saluran udara ini. Batuk yang berlangsung lama setelah merokok dalam waktu lama dikenal sebagai batuk perokok.

Batuk perokok cenderung terdengar berbeda dari batuk biasa. Batuk perokok melibatkan suara mengi dan berderak yang terkait dengan dahak di tenggorokan. Batuk perokok juga cenderung basah atau produktif.

Artinya, batuk jenis ini menghasilkan lebih banyak lendir dan dahak. Hati-hati, batuk perokok ini bisa menjadi kronis bila seseorang merokok secara rutin (harian). Kondisi ini yang nantinya bisa membuat tenggorokan dan paru-paru menjadi sakit. 

Baca juga: Ingin Berhenti Merokok? Coba 8 Cara Ini

Apa penyebab Batuk perokok?

Mau tahu bagaimana batuk perokok bisa terjadi? Pertama-tama, kenali apa yang dimaksud dengan silia. Silia adalah struktur seperti rambut kecil di sepanjang saluran udara tubuh (sepanjang rongga hidung). 

Akibat kebiasaan merokok, silia kehilangan sebagian kemampuannya untuk mendorong bahan kimia dan benda asing lainnya keluar dari paru-paru. Oleh karena itu, racun dari rokok akan tetap berada di paru-paru lebih lama dari biasanya. Nah, tubuh lebih sering batuk untuk mengeluarkan bahan kimia dari paru-paru. 

Pada kebanyakan kasus, batuk perokok bisa sangat mengiritasi di pagi hari. Silia mendapatkan kembali kemampuannya untuk mengeluarkan bahan kimia dari paru-paru saat kamu tidak merokok selama beberapa jam. Nah, kondisi ini yang bisa membuat batuk semakin tidak enak saat bangun di pagi hari.

Batuk perokok juga bisa melibatkan postnasal drip, yaitu lendir/dahak bocor atau mengalir ke tenggorokan. Kondisi inilah yang menyebabkan perokok sering batuk atau berdehem. Hati-hati, saat berada di tahap ini batuk bisa semakin parah.

Oleh sebab itu, bila batuk perokok tak kunjung membaik (meski telah berhenti merokok), cobalah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Kamu bisa memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan? 

Baca juga: 5 Penyakit Ini Mengintai Perokok Aktif

Lebih Berbahaya dari Batuk-Batuk

Batuk perokok yang dibiarkan tanpa penanganan medis bisa menimbulkan sederet keluhan lainnya. Komplikasi batuk perokok dapat bervariasi, tergantung pada seberapa sering seseorang merokok, seberapa parah batuknya, dan kondisi lainnya yang mendasarinya.

Nah, batuk perokok bisa menimbulkan komplikasi berupa:

  • Kerusakan tenggorokan.
  • Suara parau.
  • Gatal dan iritasi pada saluran pernapasan.
  • Batuk kronis jangka panjang.
  • Peningkatan infeksi.

Hal yang perlu ditegaskan, kebiasaan merokok dan asap rokok bukan cuma menyoal batuk perokok saja. Zat-zat mematikan dalam rokok bisa menimbulkan komplikasi serius lainnya, seperti: 

  • Berbagai jenis kanker
  • Diabetes.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang meliputi emfisema dan bronkitis kronis.
  • Meningkatkan risiko disfungsi ereksi pada pria.
  • Merokok juga meningkatkan risiko TBC, penyakit mata tertentu, dan masalah sistem kekebalan tubuh, termasuk rheumatoid arthritis.
  • Penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru.

Tuh, tidak main-main bukan dampak dari rokok bagi kesehatan tubuh. Yakin masih mau merokok? 



Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Smoker's Cough: Everything You Need to Know
Verywell Health. Diakses pada 2021. An Overview of Smoker's Cough
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Smoking & Tobacco Use
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2021. HTTS 2019: Jangan Biarkan Rokok Merenggut Napas Kita