• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Termasuk Jenis Obat Opiat, Morfin Perlu Dikonsumsi secara Hati-hati

Termasuk Jenis Obat Opiat, Morfin Perlu Dikonsumsi secara Hati-hati

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Termasuk Jenis Obat Opiat, Morfin Perlu Dikonsumsi secara Hati-hati

“Morfin adalah jenis narkotika yang berguna untuk mengatasi rasa sakit yang parah akibat kondisi tertentu. Namun, obat ini hanya boleh digunakan atas anjuran dokter dan harus dikonsumsi secara tepat. Pasalnya, morfin bisa menimbulkan berbagai efek samping serius dan menyebabkan ketergantungan bila dikonsumsi dalam jangka panjang.”

Halodoc, Jakarta – Morfin selama ini dikenal sebagai salah satu jenis obat yang sering disalahgunakan. Padahal morfin adalah obat penghilang rasa sakit yang kuat yang berguna untuk mengatasi rasa nyeri yang parah yang tidak bisa diredakan dengan obat pereda rasa sakit biasa. 

Namun, morfin termasuk dalam kelas obat yang disebut analgesik opiat (narkotika). Obat ini bekerja dengan mengubah cara otak dan sistem saraf merespon rasa sakit. Bila digunakan secara sembarangan, morfin bisa menyebabkan dampak serius bahkan membahayakan nyawa. Oleh karena itu, morfin perlu dikonsumsi secara hati-hati setelah mendapatkan persetujuan dari dokter. 

Baca juga: Lebih Berbahaya dari Morfin, Ini Efek Daun Kratom

Alasan Morfin Tidak Boleh Digunakan Sembarangan

Morfin adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri jangka pendek (akut) atau jangka panjang (kronis) dengan intensitas dari sedang hingga berat. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, butiran yang dilarutkan dalam air, cairan untuk ditelan, suntikan atau supositoria (obat yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui anus). Namun, suntikan morfin biasanya hanya bisa didapatkan di rumah sakit.

Tablet dan kapsul morfin extended-release hanya digunakan untuk meredakan rasa nyeri parah yang tidak bisa diatasi dengan penggunaan obat nyeri lainnya, sehingga memerlukan pengobatan opioid jangka panjang setiap hari dan sepanjang waktu.

Namun, tablet dan kapsul tersebut tidak boleh digunakan untuk mengobati rasa sakit yang ringan yang masih bisa dikendalikan dengan dengan obat pereda nyeri biasa. Obat ini juga tidak boleh digunakan untuk mengatasi rasa nyeri yang hanya bersifat sementara atau hanya sesekali terjadi.

Namun, di balik manfaatnya, morfin juga bisa menimbulkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan hingga serius. Selain itu, obat ini juga bisa membentuk kebiasaan dan menyebabkan ketergantungan mental atau fisik bila digunakan untuk waktu yang lama. Itulah mengapa morfin tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan tanpa anjuran dokter. 

Namun, orang yang mengalami rasa nyeri terus menerus yang parah perlu menggunakan morfin untuk menghilangkan rasa sakitnya. Jangan khawatir, ketergantungan mental atau kecanduan tidak mungkin terjadi bila narkotika ini digunakan untuk tujuan tersebut.

Sedangkan ketergantungan fisik mungkin bisa terjadi dan menyebabkan efek samping penarikan bila pengobatan dihentikan secara tiba-tiba. Namun, efek samping penarikan yang parah biasanya bisa dicegah dengan mengurangi dosis obat secara bertahap selama beberapa waktu sebelum pengobatan dihentikan sepenuhnya.

Baca juga: Berguna Secara Medis, Ini Efek Samping Morfin pada Tubuh

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Konsumsi Morfin

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi morfin:

  • Harus Dikonsumsi Seperti Arahan Dokter

Agar tidak menjadi kebiasaan, morfin harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Jangan meminumnya terlalu banyak, atau lebih sering, atau dengan cara yang berbeda dari yang sudah diarahkan dokter.

Saat mengonsumsi morfin, diskusikan juga dengan dokter tentang tujuan pengobatan nyeri, lama pengobatan dan cara lain untuk mengelola rasa sakit.

  • Jangan Mengubah Dosis Tanpa Persetujuan Dokter

Bila kamu sudah menggunakan narkotika ini secara teratur selama beberapa minggu atau lebih, jangan mengubah dosis atau berhenti secara tiba-tiba tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter.

Dokter mungkin ingin agar kamu secara bertahap mengurangi dosis yang digunakan sebelum menghentikannya sepenuhnya. Hal ini membantu mencegah memburuknya kondisi kamu dan mengurangi gejala penarikan, seperti kram perut, kecemasan, demam, mual, berkeringat, tremor, dan sulit tidur.

  • Hindari Mengonsumsinya dengan Obat Lain

Konsumsi morfin bersamaan dengan obat tertentu lainnya bisa meningkatkan risiko untuk mengalami gangguan pernapasan, atau masalah pernapasan serius lainnya yang mengancam jiwa atau koma.

Jadi, beritahukan pada dokter bila kamu sedang mengonsumsi obat tertentu. Dokter mungkin perlu mengubah dosis obat dan akan memantau kondisi kamu dengan cermat.

Bila kamu mengonsumsi morfin bersamaan dengan obat lain, segera hubungi dokter atau cari pertolongan medis bila kamu mengalami gejala, seperti pusing yang tidak biasa, sakit kepala ringan, kantung yang ekstrem, pernapasan yang lambat atau sulit.

  • Hindari Mengonsumsi Alkohol

Minum alkohol atau obat resep atau non resep yang mengandung alkohol selama pengobatan dengan morfin bisa meningkatkan risiko kamu mengalami masalah pernapasan atau efek samping serius lainnya yang mengancam jiwa.

Alkohol bisa menyebabkan morfin dalam kapsul kerja panjang dilepaskan terlalu cepat dalam tubuh, sehingga menyebabkan masalah kesehatan serius atau kematian. Jadi, penting menghindari konsumsi alkohol sama sekali selama pengobatan morfin.

  • Tidak Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Beritahu dokter bila kamu sedang hamil atau berencana untuk hamil. Pasalnya, mengonsumsi morfin secara teratur selama kehamilan bisa menyebabkan bayi mungkin mengalami gejala penarikan yang mengancam jiwa setelah lahir. Itulah mengapa obat ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

  • Telan Obat, Jangan Dikunyah

Telan tablet atau kapsul extended-release secara utuh. Jangan membelah, mengunyah, melarutkan, atau menghancurkannya. Hal itu membuat kamu mungkin menerima terlalu banyak morfin sekaligus alih-alih menerima obat secara perlahan seiring waktu. Akibatnya, kamu berisiko mengalami masalah pernapasan yang serius atau kematian.

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Konsumsi Pereda Nyeri

Itulah penjelasan mengenai penggunaan morfin yang harus dilakukan secara hati-hati. Bila kamu masih ingin mengetahui lebih lanjut mengenai morfin sebagai obat penghilang rasa sakit, coba tanyakan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa minta saran kesehatan yang tepat pada dokter ahli dan terpercaya. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2021. Morphine.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Morphine (Oral Route).
National Health Service. Diakses pada 2021. Morphine.