• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Termasuk Jenis Rematik, Apa Itu Rematik Palindromik?

Termasuk Jenis Rematik, Apa Itu Rematik Palindromik?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 Termasuk Jenis Rematik, Apa Itu Rematik Palindromik?

Halodoc, Jakarta - Rematik atau artritis reumatoid (RA) adalah penyakit autoimun, yakni kondisi saat sistem imun pada tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Ada satu jenis rematik yang bisa menyebabkan gejala kambuh dan sembuh, tetapi ia tidak menyebabkan kerusakan permanen pada persendian. Jenis rematik ini disebut dengan rematik palindromik (PR).

Tak jauh beda dengan artritis reumatoid, rematik palindromik bisa menyebabkan gejala termasuk nyeri sendi dan peradangan. Namun, pada rematik palindromik, ia bisa muncul tanpa peringatan dan dapat berlangsung berjam-jam atau beberapa hari. Sekitar setengah dari orang dengan rematik palindromik juga akan mengembangkan artritis reumatoid. 

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Bedanya Rematik dan Asam Urat

Gejala Rematik Palindromik

Rematik palindromik ditandai dengan serangan nyeri pada sendi dan jaringan di sekitarnya. Gejala yang terjadi umumnya sama seperti beberapa jenis rematik atau bentuk artritis lainnya, seperti:

  • Rasa sakit.
  • Pembengkakan.
  • Kekakuan.
  • Kemerahan di dalam dan sekitar persendian.

Sendi besar, lutut, dan jari paling sering mengalami rematik palindromik dan mungkin atau mungkin tidak disertai dengan demam atau gejala sistemik lainnya. Jenis rematik ini juga memiliki pola gejala yang berbeda yang membedakannya dari jenis nyeri sendi lainnya, seperti misalnya: 

  • Melibatkan satu hingga tiga sendi.
  • Mulai tiba-tiba dan berlangsung beberapa jam atau hari sebelum kekambuhan yang spontan terjadi.
  • Terulang dengan frekuensi yang tidak dapat diprediksi, meskipun beberapa orang dapat mengenali pola dan mengidentifikasi pemicu.
  • Di antara episode, pengidap rematik palindromik bebas dari gejala dan dapat berlangsung berhari-hari atau berbulan-bulan di antara serangan.

Jika kamu merasakan gejala seperti ini, jangan tunda lagi untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Ingat, kondisi yang mendapatkan perawatan lebih awal adalah langkah terbaik untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. Jadi, segera ambil smartphone kamu dan buat janji dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc. Dengan buat janji dokter di Halodoc, kamu jadi tak perlu lagi repot antre sehingga tidak akan membuang-buang waktumu.

Baca juga: Sakit Rematik Dilarang Mandi Air Dingin Malam Hari, Benarkah?

Penyebab Rematik Palindromik

Rematik palindromik dianggap sebagai sindrom tumpang tindih. Pasalnya jenis rematik ini memiliki karakteristik penyakit autoimun dan autoinflamasi, tetapi penyebab yang mendasarinya tidak diketahui. 

Penyakit ini dianggap sebagai rangkaian rheumatoid arthritis dan dapat meningkatkan risiko seseorang pada akhirnya mengembangkan rematik. Beberapa peneliti percaya ini hanyalah tahap RA yang sangat awal.

Dilaporkan bahwa rematik palindromik memengaruhi pria dan wanita secara merata dan biasanya dimulai antara usia 20 dan 50 tahun. Beberapa peneliti juga menduga bahwa episode disebabkan oleh reaksi alergi, meskipun tidak ada bukti yang meyakinkan untuk mendukung teori ini.

Baca juga: Ketahui Penyebab dan Penanganan Asam Urat di Rumah

Pengobatan Rematik Palindromik

Selama serangan rematik palindromik, dokter mungkin menyarankan resep obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan. Steroid oral atau suntikan steroid lokal juga dapat dimasukkan dalam rencana pengobatan saat kambuh.

Obat resep yang diberikan bisa diminum setiap hari untuk mencegah serangan mendadak. Ini mungkin melibatkan obat anti-rematik yang mengubah penyakit (DMARDs). Plaquenil (hydroxychloroquine) adalah DMARD yang paling umum untuk rematik palindromik. Obat-obatan yang lebih kuat seperti methotrexate dan sulfasalazine, yang sering digunakan untuk bentuk arthritis lainnya, juga bisa menjadi pilihan untuk jenis rematik ini.

Penggunaan obat antimalaria seperti Plaquenil pada orang dengan rematik palindromik telah dikaitkan dengan penurunan risiko pengembangan RA atau penyakit jaringan ikat lainnya.

Pengidap rematik palindromik juga bisa mengambil langkah tambahan untuk membantu mengelola gejala selama kambuh, termasuk di antaranya adalah:

  • Mengistirahatkan sendi yang nyeri.
  • Menerapkan es atau panas.
  • Meski tidak diketahui apakah pola makan tertentu berperan dalam rematik palindromik, tetapi terkadang diet anti-inflamasi akan dianjurkan.

Referensi:
Arthritis Foundation. Diakses pada 2021. Palindromic Arthritis.
U.S. National Institutes of Health, Genetic and Rare Disease Information Center. Diakses pada 2021. Palindromic Rheumatism. 
Very Well Health. Diakses pada 2021. What Is Palindromic Rheumatism?