Termasuk Kondisi Langka, Ketahui Fakta Anemia Pernisiosa Ini

Termasuk Kondisi Langka, Ketahui Fakta Anemia Pernisiosa Ini

Halodoc, Jakarta – Anemia termasuk masalah kesehatan umum. Salah satu jenis anemia yang perlu diwaspadai adalah anemia pernisiosa, terjadi akibat rendahnya produksi sel darah merah dalam tubuh. Anemia pernisiosa adalah salah satu anemia defisiensi vitamin B12 yang disebabkan karena ketidakmampuan tubuh menyerap vitamin B12. Akibatnya, produksi sel darah merah sehat menurun dan jumlahnya tidak memadai.

Baca Juga: Ini yang Dimaksud dengan Anemia Pernisiosa

Anemia pernisiosa merupakan kondisi langka. Hanya sekitar 0,1 persen pada populasi umum dan 1,9 persen pada orang berusia lebih dari 60 tahun. Hal ini disebutkan dalam Journal of Blood Medicine. Bila kamu masih sulit membedakan anemia pernisiosa dengan anemia jenis lain, ketahui fakta ini.

Penyebab Terjadinya Anemia Pernisiosa

Selain kurangnya asupan vitamin B12, anemia pernisiosa bisa terjadi akibat kurangnya faktor intrinsik (IF) dan produksi sel darah merah berlebih (macrocytes). IF adalah sejenis protein yang membantu proses penyerapan vitamin B12. Pada kondisi normal, vitamin B12 yang dikonsumsi berpindah ke lambung dan terikat dengan IF.

Keduanya diserap pada bagian akhir usus kecil. Namun saat terjadi kerusakan sel akibat sistem imun, tubuh tidak menghasilkan IF sehingga kesulitan menyerap vitamin B12. Sedangkan macrocytes terjadi bila produksi sel darah merah menjadi berlebih, biasanya terjadi pada pengidap anemia makrositik.

Beberapa faktor yang memicu anemia pernisiosa antara lain riwayat keluarga dengan penyakit yang sama, berusia lebih dari 60 tahun, menerapkan pola makan vegetarian dan jarang konsumsi suplemen vitamin B12, pernah menjalani pengangkatan bagian lambung atau usus, serta mengidap diabetes tipe-1, penyakit autoimun, dan penyakit Crohn’s.

Baca Juga: 5 Jenis Asupan Makanan untuk Pengidap Anemia

Tanda dan Gejala Anemia Pernisiosa

Ada beberapa gejala yang dicurigai sebagai tanda anemia pernisiosa. Di antaranya adalah sakit kepala, nyeri dada, penurunan berat badan, kelemahan otot, mudah lupa, cara berjalan tidak seimbang, kekakuan atau ketegangan otot, serta mati rasa pada lengan dan kaki. Gejala lainnya mungkin mirip seperti anemia defisiensi vitamin B12 meliputi mual, muntah, linglung, depresi, sembelit, hilang nafsu makan, dan penyakit asam lambung.

Cara Diagnosis dan Pengobatan Anemia Pernisiosa

Diagnosis anemia pernisiosa dilakukan melalui pemeriksaan darah lengkap, tes defisiensi vitamin B12, pengambilan sampel jaringan (biopsi), dan tes defisiensi IF. Pengobatan dilakukan untuk mengatasi defisiensi vitamin B12 dan memeriksa defisiensi zat besi. Suntikan vitamin B12 diberikan per hari atau per minggu hingga kadarnya normal. Setelah itu, suntikan diberikan satu kali sebulan dan kamu bisa melakukannya sendiri atau meminta bantuan orang lain.

Anemia Pernisiosa Bisa Dicegah

Karena anemia pernisiosa disebabkan karena kurangnya kadar vitamin B12 dalam tubuh, pencegahannya dilakukan dengan perbanyak konsumsi makanan sumber vitamin B12. Di antaranya kerang, kepiting, sarden, ikan salmon, daging sapi, telur, kedelai, serta susu dan produk olahannya.

Baca Juga: Cara Mengobati Anemia Pernisiosa

Itulah yang terjadi pada tubuh saat mengidap anemia pernisiosa. Kalau kamu mengalami gejala tersebut, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!