Sering Terpapar Matahari Bisa Sebabkan Kanker Kulit

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kanker kulit, karsinoma sel basal

Halodoc, Jakarta - Radiasi akibat paparan matahari sangatlah berbahaya bagi kulit, bahkan mampu meningkatkan risiko kamu terkena kanker kulit. Sebenarnya, kulit membutuhkan sinar matahari dalam pembentukan dan kesehatan tulang, karena sinar matahari dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D untuk tubuh. Namun, jika terlalu banyak sinar matahari pada kulit juga dapat membawa dampak negatif. Jika kulit kamu tidak kuat dengan paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, mungkin kulit kamu akan terbakar.

Sinar matahari yang mengandung UVA dan UVB dapat merusakan DNA di dalam sel kulit manusia. Sinar matahari biasanya mulai memengaruhi DNA gen yang mengontrol pertumbuhan sel kulit. Apabila kamu terlalu lama dan terlalu sering terkena paparan sinar matahari, kamu dapat berisiko besar terkena kanker kulit.

Baca juga: 5 Ciri Awal Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai

Terlalu banyak dan sering terpapar sinar matahari dapat menyebabkan kulit kamu terbakar. Sinar UV dapat menembus lapisan kulit luar dan masuk ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam lagi, sehingga dapat merusak bahkan membunuh sel-sel kulit. Terkena paparan sinar ultraviolet selama bertahun-tahun dapat menyebabkan kamu terkena kanker kulit.

Sinar UV juga mampu merusak DNA pada sel-sel kulit. Saat sel-sel kulit sedang aktif membelah dan berkembang biak, sel-sel tersebut sangat rentan terhadap kerusakan DNA yang jika terlalu parah dapat menyebabkan kematian sel.

Kamu bisa menghindari waktu-waktu tertentu agar tidak terpapar sinar matahari yang berbahaya. Jam-jam matahari cenderung berbahaya adalah di atas jam 10 sampai jam 5 sore. Jika kamu rutin keluar rumah tanpa memakai krim tabir surya, hal ini juga dapat meningkatkan risiko kanker di kulit kamu.

Baca juga: Kenali 9 Gejala Kanker Kulit yang Jarang Disadari

Lapisan terluar dari kulit memiliki sel yang mengandung pigmen melanin yang bertugas melindungi kulit dari sinar ultraviolet yang dapat membakar kulit, mengurangi elastisitas kulit, dan dapat menyebabkan kamu mengalami penuaan dini.

Meski begitu, sebenarnya sel-sel kulit memiliki mekanisme untuk merespon dan memperbaiki kerusakan DNA dalam sel. Jika mekanisme tersebut tidak memungkinkan perbaikan semua DNA dalam sel, akan terjadi kegagalan fungsi yang dapat menyebabkan DNA dalam sel bermutasi. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkontrol, transformasi sel, dan perkembangan kanker kulit.

Terdapat tiga jenis utama kanker kulit, yaitu melanoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel basal.

  1. Melanoma

Penyakit ini berkembang di melanosit, yaitu sekelompok sel yang memproduksi melanin untuk melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet. Melanoma merupakan bentuk paling berbahaya dari kanker kulit dan dapat berkembang dengan sangat cepat. Jika tidak segera diobati, dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Paparan sinar ultraviolet dan kulit terbakar, terutama selama masa anak-anak, merupakan faktor risiko penyakit ini. Faktor genetik dan kelemahan sistem kekebalan tubuh juga dapat berkontribusi pada gangguan ini.

Selain melanoma, kamu juga perlu tahu tentang kanker Kulit Non-melanoma. Kanker jenis ini tidak semematikan melanoma. Kanker kulit non-melanoma ini terdiri dari karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal, serta bentuk lainnya yang lebih jarang.

  1. Karsinoma Sel Skuamosa

Kanker jenis ini biasanya disebabkan oleh radiasi sinar UV, tetapi juga dapat muncul pada kulit yang terbakar, rusak karena bahan kimia, atau terkena sinar X. Kanker jenis ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

  1. Karsinoma Sel Basal

Ini jenis kanker paling umum. Karsinoma sel basal dapat disebabkan oleh paparan radiasi UV dari matahari dalam jangka panjang atau dapat berkembang pada orang yang menerima terapi radiasi ketika masa anak-anak. Jenis kanker kulit ini biasanya tumbuh perlahan dan jarang menyebar ke bagian tubuh lain.

 

Baca juga: 4 Stadium Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai

Jadi, perlu diingat bahwa sebaiknya kamu jangan terlalu sering atau lama terpapar sinar matahari. Kalaupun harus, jangan lupa untuk mengaplikasikan tabir surya atau mengenakan baju berlengan panjang. Jika kamu mengalami gangguan yang berkaitan dengan kulit, segera tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc.