Terserang Akantosis Nigrikans, Waspadai Komplikasinya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Terserang Akantosis Nigrikans, Waspadai Komplikasinya

Halodoc, Jakarta - Kulit adalah salah satu bagian yang sangat terlihat apabila terkena penyakit atau gangguan. Banyak gangguan yang dapat menyerang kulit, termasuk penyakit yang dapat menyebabkan perubahan pada warna kulit. Salah satu gangguan tersebut adalah akantosis nigrikans.

Gangguan ini umumnya terjadi pada seseorang yang mengalami obesitas atau diabetes. Akantosis nigrikans juga dapat menjadi salah satu pertanda apabila seseorang terserang tumor kanker. Maka dari itu, kamu harus tahu komplikasi yang dapat disebabkan oleh akantosis nigrikans.

Baca juga: Alami Akantosis Nigrikans, Ini Penyebabnya

Komplikasi Akantosis Nigrikans yang Harus Diwaspadai

Hal ini adalah sebuah kondisi kulit yang ditandai dengan area gelap dan perubahan warna pada lipatan tubuh. Area kulit yang terserang dapat menjadi lebih tebal. Bagian yang paling sering terserang oleh akantosis nigrikans adalah ketiak, pangkal paha, dan leher.

Perubahan yang terjadi pada seseorang yang mengidap kelainan kulit ini umumnya menyerang seseorang yang obesitas atau mengidap diabetes. Selain itu, anak-anak juga dapat mengalami kondisi ini berisiko lebih tinggi terserang diabetes tipe 2. Perawatan terhadap kondisi ini dapat mengembalikan warna dan tekstur menjadi normal.

Perubahan yang terjadi pada kulit adalah satu-satunya gejala dari gangguan ini. Kamu akan melihat kulit menjadi gelap, menebal, terdapat beludru di lipatan area yang terserang. Perubahan pada kulit tersebut biasanya terjadi secara perlahan. Kulit yang mengalami hal ini akan berbau dan gatal.

Gangguan ini tidak dapat menular dan umumnya tidak dapat menimbulkan bahaya. Walau begitu, kelainan pada kulit ini juga dapat menjadi gejala dari gangguan yang lebih besar. Beberapa komplikasi dapat disebabkan oleh akantosis nigrikans. Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi:

  1. Resistensi Insulin

Salah satu komplikasi yang disebabkan oleh akantosis nigrikans adalah resistensi insulin. Gangguan ini umumnya tidak memiliki gejala yang dapat terlihat, tetapi terkadang kelainan pada kulit ini dapat menjadi pertanda.

  1. Diabetes Tipe 2

Komplikasi lainnya yang dapat disebabkan oleh akantosis nigrikans adalah diabetes tipe 2. Hal ini terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi dalam waktu yang lama. Pada akhirnya, hal ini dapat memengaruhi kesehatan kulit. Cara untuk merawatnya adalah dengan mengatur kadar gula darah dalam tubuh secara efektif.

  1. Kanker

Pada kasus yang sangat jarang, kanker juga dapat menjadi salah satu pertanda terjadinya komplikasi dari akantosis nigrikans. Kanker yang berhubungan dengan gangguan ini umumnya terjadi pada perut atau hati. Maka dari itu, jika kamu mengalami gangguan ini, segeralah periksakan ke dokter.

Baca juga: Ini Alasan Pengidap Obesitas Bisa Kena Akantosis Nigrikans

Cara Mendiagnosis Akantosis Nigrikans

Akantosis nigrikans biasanya terdeteksi selama pemeriksaan kulit. Dalam kasus yang jarang terjadi, sampel kulit kecil dilakukan biopsi untuk diperiksa di laboratorium. Jika disebabkan oleh gangguan kulit yang menyebabkan warna hitam, dokter akan memastikannya lagi melalui tes darah, sinar-X atau tes lain. Kamu dapat membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Ayo, download aplikasinya sekarang!

Pengobatan Terhadap Akantosis Nigrikans

Pada banyak situasi, cara untuk mengatasi gangguan ini adalah dengan membantu kulit agar dapat memudarkan perubahan warnanya. Salah satu caranya adalah dengan menurunkan berat badan. Cobalah untuk rajin berolahraga dan diet ketat. 

Kamu juga harus menghentikan konsumsi obat atau suplemen tertentu. Lalu, apabila gangguan ini dipicu oleh tumor kanker, maka pengangkatan terhadap tumor tersebut harus dilakukan. Pada akhirnya, warna kulit akan menjadi normal setelah hal ini dilakukan.

Baca juga: 5 Penyebab Akantosis Nigrikans yang Perlu Diketahui

Referensi:
Mayo Clinic (2019). Symptoms and causes Acanthosis nigricans
Medical News Today (2019). Which skin conditions are linked to type 2 diabetes?