• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tes Diabetes: Tujuan, Jenis, dan Prosedur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tes Diabetes: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Tes Diabetes: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 21 Desember 2021
Tes Diabetes: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

“Jika mengalami gejala atau memiliki risiko tinggi diabetes, tes diabetes adalah hal yang penting untuk dilakukan. Selain mendiagnosis, tes ini juga bertujuan untuk membantu menentukan obat dan dosis, bagi yang sudah mengidap diabetes.”

Tes diabetes adalah prosedur pemeriksaan untuk mengetahui kadar gula (glukosa) dalam darah. Dari hasil pemeriksaan, dokter akan menetapkan diagnosis, apakah mengidap diabetes atau tidak. 

Selain untuk menetapkan diagnosis diabetes, ada beberapa macam tes gula darah yang bisa dilakukan, dengan tujuannya masing-masing. Salah satunya adalah untuk mengevaluasi kadar gula darah pada pengidap diabetes, apakah terkontrol atau tidak. 

Tes diabetes biasanya dilakukan di rumah sakit, laboratorium klinik, atau pusat layanan kesehatan lainnya yang menyediakan. Tes ini juga bisa dilakukan di rumah, dengan menggunakan alat bernama glukometer. 

Tujuan Tes Diabetes

Tujuan utama tes diabetes adalah memeriksa kadar gula darah seseorang, dan menetapkan diagnosis. Tes ini terutama direkomendasikan untuk orang yang mengalami gejala diabetes, tetapi belum pernah terdiagnosis. 

Sementara itu, bagi pengidap diabetes, tes ini diperlukan untuk memantau kadar gula darah, serta menentukan obat dan dosis yang sesuai dengan kondisi. 

Tes diabetes juga diperlukan oleh orang yang memiliki risiko tinggi diabetes, meski tidak menunjukkan gejala. Misalnya, pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat diabetes, mengalami obesitas, mengidap sindrom polikistik ovarium (PCOS), dan mengidap hipertensi, atau kolesterol tinggi. 

Jenis Tes Diabetes

Tes diabetes terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Tes gula darah sewaktu (GDS).
  • Tes gula darah puasa (GDP).
  • Tes gula darah 2 jam post prandial (GD2PP).
  • Tes HbA1c.
  • Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO).
  • Tes insulin C-peptide.

Persiapan sebelum Tes Diabetes

Sebelum menjalani tes diabetes, dokter biasanya akan menganjurkan untuk beraktivitas seperti biasa dan mengonsumsi karbohidrat yang cukup 3 hari sebelumnya. 

Jika akan menjalani tes gula darah puasa dan HbA1C, biasanya kamu perlu puasa selama 8-10 jam sebelumnya. Namun, kamu masih boleh minum air putih selama puasa. 

Sebelum tes, beri tahu dokter tentang obat yang sedang digunakan, termasuk resep, obat bebas, dan suplemen herbal. Obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kadar glukosa darah. Dokter mungkin meminta untuk berhenti minum obat tertentu atau mengubah dosis sebelum tes untuk sementara.

Prosedur Tes Diabetes

Prosedur tes diabetes meliputi beberapa jenis tes yang tadi disebutkan. Sampel yang dialami adalah berupa plasma darah dari pembuluh vena. Lebih jelasnya, berikut ini prosedur tes diabetes berdasarkan jenisnya:

  1. Tes Gula Darah Sewaktu (GDS)
  • Tidak perlu puasa terlebih dahulu.
  • Dokter membersihkan ujung jari dengan antiseptik.
  • Setelah itu, dokter menusuk jari dengan jarum kecil.
  • Darah yang keluar kemudian dicek dengan glukometer.
  • Hasil biasanya langsung dapat diketahui saat itu juga.
  1. Tes Gula Darah Puasa (GDP)
  • Diperlukan puasa selama 8-10 jam sebelum tes.
  • Dokter membersihkan lipatan siku dengan cairan antiseptik.
  • Lalu, sampel darah diambil dengan menggunakan suntikan. 
  • Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
  1. Tes Gula Darah 2 Jam Post Prandial (GD2PP)
  • Setelah menjalani tes GDP, kamu dipersilakan untuk makan dan minum.
  • Lalu, 2 jam setelahnya, sampel darah diambil lagi, dengan cara yang sama seperti prosedur GDP.
  • Sampel darah yang diperoleh kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.
  1. Tes HbA1c
  • Sama seperti GDP, untuk menjalani tes ini juga harus puasa selama 8-10 jam.
  • Dokter mengambil sampel darah dengan menggunakan suntikan, dari lipatan siku yang sudah dioleskan antiseptik.
  • Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
  1. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)
  • Prosedur dilakukan sama seperti GDP, yaitu puasa selama 8-10 jam, kemudian sampel darah diambil dari lipatan siku dengan suntikan, dan dikirim ke laboratorium.
  • Bedanya, setelah sampel darah diambil, petugas medis akan menginstruksikan untuk minum larutan glukosa 75 gram untuk orang dewasa dan 1,75 gram/kgBB untuk anak-anak. 
  • Setelah itu, kamu akan diminta untuk berpuasa kembali selama 2 jam.
  • Jika sudah 2 jam, petugas akan kembali mengambil sampel darah, untuk diperiksa di laboratorium.
  1. Tes Insulin C-Peptide

Tak hanya tes gula darah, diagnosis diabetes juga bisa dilakukan dengan tes insulin C-peptide. Tes ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak insulin yang diproduksi tubuh, guna menentukan apakah mengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2.

Berikut prosedurnya:

  • Sebelum tes, kamu akan diminta untuk berpuasa selama 12 jam. 
  • Kemudian, sampe darah akan diambil untuk diperiksa di laboratorium.
  • Hasilnya biasanya tersedia dalam beberapa hari. 

Hal yang Perlu Dilakukan setelah Tes Diabetes

Setelah menjalani tes diabetes, yang perlu dilakukan adalah menunggu hasilnya. Tergantung jenis tes yang dijalani, ada yang hasilnya langsung bisa diketahui, dan ada juga yang perlu waktu beberapa hari.

Dari hasil tes yang diperoleh, dokter akan memberi tahu apakah normal, atau ada kondisi diabetes yang diidap. Pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan pada beberapa kondisi. Dokter juga akan memberi saran tentang gaya hidup sehat yang bisa diterapkan, terutama jika dinyatakan mengidap diabetes.