• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tes HIV Menunjukan Hasil Positif, Lakukan 5 Cara Ini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tes HIV Menunjukan Hasil Positif, Lakukan 5 Cara Ini

Tes HIV Menunjukan Hasil Positif, Lakukan 5 Cara Ini

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 September 2022

“HIV adalah virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh pengidapnya. Beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pengidap adalah rutin mengonsumsi obat dan mengubah pola hidup jadi lebih sehat.”

Tes HIV Menunjukan Hasil Positif, Lakukan 5 Cara IniTes HIV Menunjukan Hasil Positif, Lakukan 5 Cara Ini

Halodoc, Jakarta – Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Virus bekerja dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4 sehingga tubuh rentan terserang penyakit.

Bukan perkara mudah menjalani hidup dengan HIV. Sebab, virus ini berpotensi meningkatkan stres, infeksi dan gangguan kesehatan yang bisa menurunkan kualitas hidup mereka.

Meski belum bisa disembuhkan, ada langkah sederhana yang dapat dilakukan pengidap guna memperpanjang harapan hidup. Beberapa di antaranya rutin mengonsumsi obat dan mengubah pola hidup jadi lebih sehat.

Hidup dengan HIV

1. Minum Obat secara Rutin

Ketika seseorang didiagnosa mengidap HIV, dokter akan meresepkan obat antiretroviral (ART) guna membantu mengelola gejala dan menekan jumlah virus. Tujuannya adalah sistem kekebalan tubuh semakin lemah.

ART juga berguna menurunkan potensi penyebaran virus HIV pada orang lain. Adapun jenis obat yang dikonsumsi oleh pengidap, antara lain:

  • Integrase strand transfer inhibitors (INSTIs). Obat ini digunakan untuk menginfeksi sel T (jenis sel darah putih) dengan memasukkan DNA HIV ke dalam DNA manusia.
  • Nucleoside/nucleotide reverse transcriptase inhibitors (NRTI). Obat ini bertugas menurunkan kemampuan virus untuk bereplikasi dalam tubuh pengidap.
  • Cytochrome P4503A (CYP3A) inhibitors. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kadar obat HIV guna meningkatkan meningkatkan keefektivitasannya.
  • Protease inhibitor (PI). Obat ini bekerja dengan cara mengikat enzim protease, sehingga virus tidak bisa mereplikasi diri. Tujuannya agar virus tidak menginfeksi lebih banyak sel yang sehat.
  • Entry inhibitors. Obat berfungsi untuk menghalangi virus memasuki sel T yang sehat. 

2. Makanan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang efektif meringankan efek samping pengobatan pada pengidap. Nutrisi yang cukup juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh guna melawan virus.

Beberapa jenis makanan yang kaya nutrisi, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, daging tanpa lemak, ikan dan kacang-kacangan. Di samping itu, suplemen makanan tambahan juga diperlukan.

Terkait dengan jenis suplemen yang cocok, ini bisa didiskusikan langsung lewat fitur tanya dokter melalui aplikasi Halodoc. Pemberian suplemen harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan pengidap secara keseluruhan.

Selain itu, pengidap juga disarankan untuk menghindari makanan laut, telur mentah, daging berlemak, produk susu yang tidak dipasteurisasi (melalui proses pemanasan) dan mencuci tangan sebelum serta sesudah beraktivitas.

3. Menjaga Kebersihan Mulut

Pengidap rentan mengalami gangguan kesehatan mulut ketika mengonsumsi ART. Beberapa jenis obat juga berpotensi memicu mulut kering. Dampaknya, mereka akan mengalami sariawan, bibir pecah-pecah dan gigi berlubang.

Ketika pengidap mengalami gangguan kesehatan mulut, mereka menjadi lebih sulit makan dan minum obat. Ini bisa berpotensi menurunkan kekebalan tubuh yang sudah lemak akibat virus.

Karena itu, disarankan untuk menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi sebanyak 2 kali dalam sehari selama 2 menit, hindari merokok dan periksakan gigi secara teratur, sebanyak 2 kali dalam setahun.

4. Menjaga Berat Badan Ideal

Memiliki badan yang terlalu gemuk atau kurus dapat memperparah penyakit dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan lain. Beberapa di antaranya osteoporosis, penyakit ginjal, stroke hingga penyakit jantung.

Mengetahui berat badan ideal dilakukan dengan menghitung indeks massa tubuh. Antara pria dan wanita memiliki persentase yang berbeda. Begini cara menghitungnya:

  • Pria. (178-100)-[(178-100)x10%], 78-7.8= 70.2 kilogram.
  • Wanita. (158-100)-[(158-100)x15%], 58-8.8= 49.2 kilogram.

5. Berolahraga secara Rutin

Olahraga berguna bagi semua orang, termasuk pengidap HIV. Aktivitas ini bisa menjaga kebugaran dan kekuatan serta efektif meningkatkan kekebalan tubuh pada pengidap.

Caranya bisa dilakukan dalam intensitas ringan, seperti berjalan, bersepeda atau jogging selama 20 hingga 30 menit, 3 kali dalam seminggu. Terkait dengan jenis olahraga yang cocok, ini juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan pengidap secara keseluruhan.

Sederhananya, pengidap HIV juga bisa hidup layaknya orang normal dengan menerapkan langkah yang disebutkan sebelumnya. Jika membutuhkan informasi terkait dengan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2022. 8 Health Tips for Managing HIV.
WebMD. Diakses pada 2022. HIV and Lifestyle Changes.