• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tetanus dan Rabies Jadi Komplikasi Gigitan Binatang Peliharaan

Tetanus dan Rabies Jadi Komplikasi Gigitan Binatang Peliharaan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta - Memelihara anjing atau kucing memiliki kesenangan tersendiri bagi pemeliharanya. Meskipun kedua makhluk itu sangatlah lucu dan menggemaskan, tetapi secara naluri, mereka adalah predator. Keduanya memiliki insting untuk berburu dan menyerang saat berada dalam situasi yang terancam. Kedua hewan tersebut juga tidak segan untuk menggigit saat sedang bercanda.

Namun, tahukah kamu jika luka gigitan kedua hewan tersebut bisa memicu rabies dan tetanus? Sebanyak 80-90 persen pemeliharan anjing mengalami luka gigitan, sedangkan untuk pemelihara kucing adalah sebanyak 5-15 persen. Lantas, bagaimana penjelasan tentang tetanus dan rabies sebagai komplikasi gigitan hewan?

Baca juga: Jangan Sepelekan, Ini 5 Gejala Awal Tetanus

Tetanus dan Rabies Jadi Komplikasi Gigitan Hewan

Saat sedang asyik bermain dengan hewan peliharaan, tidak jarang mereka menggigit secara tiba-tiba. Dibalik kelucuannya, kucing dan anjing adalah kedua binatang yang suka menggigit, apalagi saat tengah bercanda. Jika hanya menggores permukaan kulit saja, mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun saat gigitan meninggalkan luka dan tidak kunjung sembuh, apa yang akan terjadi?

Jika kamu digigit oleh binatang peliharaanmu, jangan abaikan lukanya, ya! Baik itu luka ringan maupun luka dalam, karena gigitan hewan akan memicu munculnya infeksi. Apalagi jika luka gigitan terjadi di jari tangan atau tangan. Jika infeksi terjadi di kedua area tersebut, infeksi akan sulit untuk diatasi dibanding dengan bagian tubuh lainnya. Jika sudah begitu, komplikasi gigitan hewan peliharaan bisa saja kamu alami.

Jika komplikasi gigitan hewan peliharaan dibiarkan saja tanpa pengobatan yang tepat, komplikasi yang mengancam nyawa bisa saja terjadi. Contoh komplikasi tersebut adalah tetanus dan rabies. Begini penjelasan selengkapnya:

1.Tetanus

Tetanus merupakan kondisi yang ditandai dengan gejala utama berupa kesulitan menelan dan kaku pada otot. Untuk mencegah terjadinya tetanus, para pemelihara bisa melakukan vaksinasi tetanus. Vaksinasi ini bisa dilakukan untuk anak-anak maupun orang dewasa. Pencegahan sangat penting dilakukan, karena hingga kini belum ada obat yang mampu mengatasi tetanus.

2.Rabies

Gejala rabies akan ditandai dengan demam tinggi, sulit menelan, dan kejang-kejang. Pada kasus yang sangat terjadi, rabies bisa terjadi karena gigitan kucing. Komplikasinya dapat berujung pada kematian pengidapnya. Jika setelah digigit hewan peliharaan kamu menunjukkan sejumlah gejala rabies, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk melakukan langkah penanganan, ya!

Meskipun kucing dan anjing merupakan binatang peliharaan yang tampak manis dan manja, tetapi mereka tetap predator. Mereka tidak akan bisa hidup tanpa mencakar, menerkam, dan menggigit. Jadi, waspadai selalu saat kamu sedang bermain dengan mereka, ya!

Baca juga: Bisa Fatal, Waspada Komplikasi Karena Tetanus

Ini yang Menjadi Gejala Infeksi Akibat Gigitan Hewan

Naluri menggigit akan terus muncul secara tiba-tiba, meski kamu sudah lama memeliharanya. Yang harus kamu lakukan adalah memberikan ruang untuk melepaskan tendensi mereka, seperti menyediakan mainan untuk digigit. Berikut sejumlah gejala infeksi gigitan hewan:

  • Rasa sakit dan pembengkakan pada area yang digigit.
  • Keluarnya nanah atau cairan dari luka.
  • Mati rasa pada area di sekitar gigitan.
  • Guratan merah di area gigitan.
  • Demam dan menggigil.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kelelahan.
  • Kelemahan pada otot.

Baca juga: Jangan Sepelekan Rabies, Ini Komplikasinya

Bukan hanya luka dalam gigitan hewan peliharaan saja yang berbahaya, bakteri dari mulut kucing yang masuk ke dalam kulit melalui luka terbuka juga sangat membahayakan. Pasalnya, setelah bakteri masuk ke dalam tubuh, bakteri akan langsung berkembang biak. Hal tersebut akan mengganggu sistem imun tubuh, dan memicu sejumlah gejala infeksi pada tubuh.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Animal Bite.
Medical News Today. Diakses pada 2020. How to identify and treat animal bite infections.
Healthline. Diakses pada 2020. Animal Bite Infections.