• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Thoracentesis untuk Deteksi Asbestosis dalam Tubuh
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Thoracentesis untuk Deteksi Asbestosis dalam Tubuh

Thoracentesis untuk Deteksi Asbestosis dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 25 September 2020
Thoracentesis untuk Deteksi Asbestosis dalam Tubuh Thoracentesis untuk Deteksi Asbestosis dalam Tubuh

 Halodoc, Jakarta - Asbestosis adalah jenis penyakit paru-paru kronis yang disebabkan oleh menghirup serat asbes. Kontak yang terlalu lama dengan serat ini dapat menyebabkan jaringan parut pada paru-paru dan sesak napas. Gejala asbestosis bisa berkisar dari ringan hingga parah, dan biasanya tidak muncul sampai bertahun-tahun setelah paparan yang intens.

Asbes sendiri merupakan produk mineral alami yang tahan terhadap panas dan korosi. Bahan ini digunakan secara luas di masa lalu dalam produk-produk seperti isolasi, semen dan beberapa ubin lantai. Di Amerika Serikat, kebanyakan orang mengidap asbestosis akibat bekerja sebelum pemerintah federal mulai mengatur penggunaan asbes dan produk asbes pada tahun 1970-an. Untungnya, kini penggunaan asbes sudah diatur secara ketat. 

Namun, jika kamu masih sering terpapar asbes, penting untuk melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan apakah kamu memiliki gejala asbestosis atau tidak. Salah satu tes yang bisa dilakukan disebut dengan thoracentesis. 

Baca juga: Ketahui Perbedaan Sarkoidosis dan Asbestosis

Apa itu Tes Thoracentesis?

Thoracentesis, juga dikenal sebagai pleurocentesis, umumnya digunakan untuk mendiagnosis penyebab penumpukan cairan pleura di sekitar paru-paru. Karena thoracentesis minimal invasif, kadang-kadang dokter melakukannya sebagai pengobatan paliatif untuk pasien mesothelioma pleura tertentu juga.

Pada prosedur thoracentesis, dokter akan menyuntikkan anestesi lokal dan kemudian memasukkan jarum melalui dinding dada di antara tulang rusuk dan paru-paru untuk mengeluarkan cairan berlebih dan kemudian akan dianalisis di laboratorium. Cara ini juga dilakukan untuk membantu seseorang bisa bernapas lebih baik. Dokter juga mungkin memasukkan jarum dengan bantuan panduan ultrasound.

Thoracentesis juga bukan satu-satunya cara untuk deteksi asbestosis. Ada tes lain yang bisa dilakukan, yakni bronkoskopi. Sebuah tabung tipis (bronkoskop) akan dimasukkan melalui hidung atau mulut, ke tenggorokan dan masuk ke paru-paru. Sebuah cahaya dan kamera kecil pada bronkoskop memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam saluran udara paru-paru untuk mengetahui adanya kelainan atau untuk mendapatkan sampel cairan atau jaringan (biopsi) jika diperlukan.

Baca juga: Paparan Asbes dalam Jangka Panjang Berbahaya untuk Kesehatan

Langkah Pengobatan Asbestosis

Sayangnya, tidak ada pengobatan untuk membalikkan efek asbes pada alveoli. Perawatan berfokus untuk memperlambat perkembangan penyakit, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi. Pengidapnya akan memerlukan perawatan lanjutan rutin, seperti rontgen dada atau CT scan dan tes fungsi paru-paru, secara berkala tergantung pada tingkat keparahan kondisi.

Ada beberapa perawatan yang paling sering dilakukan, yakni:

Terapi

Untuk meringankan kesulitan bernapas yang disebabkan oleh asbestosis lanjut, dokter mungkin meresepkan oksigen tambahan. Ini dilakukan dengan selang plastik tipis dengan cabang yang pas dengan lubang hidung atau selang tipis yang terhubung ke masker yang dikenakan di hidung dan mulut.

Berpartisipasi dalam program rehabilitasi paru juga dapat membantu. Program ini menawarkan komponen pendidikan dan latihan seperti teknik pernapasan dan relaksasi, cara untuk meningkatkan kebiasaan aktivitas fisik, dan pendidikan untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Operasi

Jika gejala makin parah, kamu mungkin menjadi kandidat untuk transplantasi paru-paru.

Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Asbestosis

Selain perawatan medis, pengidapnya juga bisa menerapkan beberapa gaya hidup sehat, misalnya:

  • Jangan Merokok. Asbestosis meningkatkan risiko kanker paru-paru. Berhenti merokok dapat mengurangi risiko ini. Cobalah untuk menghindari asap rokok orang lain. Merokok juga dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan pada paru-paru dan saluran udara, yang selanjutnya mengurangi cadangan paru-paru.
  • Vaksinasi. Bicaralah dengan dokter tentang vaksin flu dan pneumonia, yang dapat membantu menurunkan risiko infeksi paru-paru. Segera obati infeksi saluran pernapasan.
  • Hindari Paparan Asbes. Paparan asbes lebih lanjut dapat memperburuk kondisi.

Baca juga: 4 Tes yang Dilakukan untuk Deteksi Asbestosis

Jika kamu masih memiliki pertanyaan mengenai asbestosis atau tes thoracentesis, jangan ragu tanyakan pada dokter di Halodoc. Dokter akan memberikan semua informasi yang kamu butuhkan lewat smartphone kamu, kapan dan di mana saja!

Referensi:
Asbestos.com. Diakses pada 2020. Thoracentesis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Asbestosis.