Tidak Asal Cuci Darah, Ini Prosedur Hemodialisis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Tidak Asal Cuci Darah, Ini Prosedur Hemodialisis

Halodoc, Jakarta – Untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak, cuci darah atau hemodialisis perlu untuk dilakukan. Prosedur medis ini disebut “mencuci”, tetapi bukan dalam artian yang sebenarnya. Proses cuci darah dilakukan dengan mengalirkan darah dari dalam tubuh pasien ke sebuah mesin, melalui saluran steril untuk diproses melewati membran dialisis khusus. 

Membran tersebut kemudian akan memisahkan zat-zat sisa metabolisme tubuh dengan darah bersih yang akan dialirkan kembali ke tubuh. Sementara zat-zat sisa akan dibuang dan ditampung dalam cairan khusus. Prosedur cuci darah ini diperlukan bagi pengidap kerusakan ginjal yang berat, sehingga fungsi-fungsi organ tersebut tidak lagi dapat berjalan dengan baik. 

Baca juga: 5 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Mengingat betapa besarnya peran ginjal dalam tubuh, kamu perlu selalu menjaga kesehatannya, dengan minum air putih yang cukup dan menjalani gaya hidup sehat. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, guna mendeteksi dini jika terdapat gangguan pada ginjal.

Tidak perlu repot-repot antri di rumah sakit, kini pemeriksaan laboratorium bisa kamu lakukan di rumah, dengan memanfaatkan aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu download dan buka aplikasinya, lalu pilih jenis pemeriksaan kesehatan yang kamu butuhkan, dan petugas lab akan datang ke alamatmu.

Prosedur Cuci Darah atau Hemodialisis

Sebelum melakukan prosedur cuci darah atau hemodialisis, beberapa minggu sebelumnya dokter akan membuat akses pembuluh darah, pada pasien yang baru pertama kali akan cuci darah. Akses ini berguna untuk memudahkan darah masuk dan keluar dalam prosedur cuci darah.

Baca juga: 6 Jenis Olahraga untuk Pengidap Sakit Ginjal

Lalu, sesaat sebelum prosedur cuci darah dilakukan, dokter akan memulainya dengan memeriksa kondisi kesehatan, dengan melakukan beberapa pemeriksaan fisik sederhana seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan. Setelah itu, akses pembuluh darah yang telah dibuat sebelumnya akan dibersihkan untuk dipasangi jarum.

Ada 2 buah jarum yang terhubung dengan selang cuci darah, yang akan dipasang pada titik akses. Satu jarum untuk mengalirkan darah ke mesin cuci darah, sedangkan satu jarum lagi untuk mengalirkan darah dari mesin cuci darah ke dalam tubuh.

Kemudian, darah akan mengalir melalui selang steril menuju alat cuci darah. Dalam proses ini, kelebihan cairan tubuh dan zat-zat sisa metabolisme akan dibuang setelah melewati membran khusus. Darah yang telah disaring kemudian dikembalikan ke tubuh menggunakan pompa khusus. 

Selama prosedur ini dilaksanakan, pasien dibolehkan untuk melakukan kegiatan santai, seperti membaca, menonton TV, atau tidur, asalkan tetap berada di tempat tidur. Jika ada ketidaknyamanan yang dirasakan selama prosedur, pasien dapat memberitahukannya kepada dokter atau perawat. Meski begitu, dokter dan perawat akan terus memantau kondisi pasien secara berkala.

Baca juga: 7 Tanda Awal Penyakit Ginjal

Prosedur cuci darah ini biasanya berlangsung sekitar 2,5 sampai 4,5 jam. Setelah prosedur selesai, jarum akan dicabut dari akses pembuluh darah, dan bekas tusukan jarum akan ditutup rapat serta diikat kencang untuk mencegah terjadinya perdarahan. Setelah itu, dokter dan perawat akan menimbang kembali berat badan pasien, untuk memastikan berapa banyak cairan yang dibuang.

Meski sudah melakukan cuci darah, pasien dianjurkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat, agar asupan cairan, protein, dan garam tetap seimbang. Pola makan yang sehat ini bisa diatur dengan berdiskusi dengan dokter gizi di aplikasi Halodoc, lewat Chat atau Voice/Video Call. Pasien juga tetap harus mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hemodialysis.
WebMD. Diakses pada 2019. When Do I Need Dialysis?