• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidak Cepat Ditangani, Hepatitis B Sebabkan Sirosis Hati

Tidak Cepat Ditangani, Hepatitis B Sebabkan Sirosis Hati

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Mau tahu betapa seriusnya masalah hepatitis B secara global? Pada 2015 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 257 juta orang mengidap infeksi hepatitis B kronis. Cukup banyak, bukan? Jangan sekali-kali memandang sebelah mata penyakit ini, karena penyakit hepatitis B bisa menimbulkan masalah serius pada organ hati.

Lantas, apa saja sih dampak hepatitis B pada tubuh? Benarkah komplikasi hepatitis B mengancam nyawa pengidapnya? 

Baca juga: Lebih Bahaya Mana, Hepatitis A, B, atau C?

Sirosis Hati yang Mengancam Nyawa

Hepatitis B merupakan infeksi hati yang membuat organ tersebut mengalami peradangan akibat infeksi virus hepatitis B. Hati-hati, hepatitis B yang dibiarkan tanpa penanganan bisa mengancam jiwa pengidapnya. Menurut WHO, komplikasi hepatitis B kronis menimbulkan kematian akibat sirosis dan kanker hati. 

Sirosis sendiri merupakan kondisi ketika rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut. Jaringan parut ini terbentuk gegara penyakit liver yang berkepanjang, contohnya akibat infeksi virus hepatitis. Menurut pakar di National Institutes of Health - MedlinePlus sirosis hati ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain:

  • Gangguan perdarahan.
  • Penumpukan cairan di perut (asites) dan peritonitis bakterialis.
  • Pembesaran vena di kerongkongan, lambung, atau usus yang mudah berdarah (varises esofagus).
  • Peningkatan tekanan di pembuluh darah hati (hipertensi portal).
  • Gagal ginjal (sindrom hepatorenal).
  • Kebingungan mental, perubahan tingkat kesadaran, atau koma (ensefalopati hepatik).
  • Kanker hati (karsinoma hepatoseluler).

Hepatitis B kronis ini lebih rentan terjadi pada pengidap berusia muda. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), semakin muda seseorang terinfeksi, maka risiko berkembang menjadi hepatitis kronis akan semakin besar.

Misalnya, bayi yang mendapatkan infeksi dari ibu semasa dalam kandungan atau saat persalinan (perinatal),berpotensi mengalami hepatitis kronis sekitar 90-95 persen bila tak ada tindakan pencegahan. 

Baca juga: Keduanya Menyerang Hati, Ini Perbedaan Sirosis dan Kanker Hati

70 Persen Tak Bergejala

Ketika masuk ke dalam tubuh, virus hepatitis B akan menimbulkan beragam keluhan pada tubuh pengidapnya. Meski begitu, sebagian besar pengidapnya yang tidak mengalami gejala meski virus sudah memasuki tubuh. 

Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), pengidap hepatitis B akut biasanya menunjukkan gejala dua sampai lima bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh, seperti:

  • Urine berwarna kuning tua;
  • Merasa lelah;
  • Demam;
  • Tinja berwarna abu-abu atau tanah liat;
  • Nyeri sendi;
  • Kehilangan selera makan;
  • Mual;
  • Sakit di perut;
  • Muntah;
  • Mata dan kulit menjadi kekuningan (penyakit kuning).

Nah, bila mengalami gejala-gejala di atas segera temui dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan medis yang tepat. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Bagaimana gejala hepatitis B pada bayi atau anak-anak? IDAI mengatakan, 70 persen anak yang terinfeksi hepatitis akut tidak menunjukkan gejala.

Pendapat senada juga datang dari pakar di NIDDK. Disebutkan bahwa bayi dan anak-anak di bawah usia lima tahun biasanya tak memiliki gejala hepatitis B akut. Gejala hepatitis akut biasanya lebih cenderung dialami oleh anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.

Baca juga: 5 Cara Perawatan Hepatitis B di Rumah

Sedangkan gejala hepatitis B kronis lain lagi. Pengidap hepatitis B kronis umumnya tidak mengalami gejala sampai komplikasi penyakit ini berkembang. Munculnya komplikasi ini bisa memakan waktu selama beberapa bulan hingga hitungan tahun. 



Baca juga:
WHO. Diakses pada 2020. Hepatitis B - Key Facts
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Cirrhosis
US National Library of Medicine National Institutes of Health - National Institute of Health - National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2020 Hepatitis B.
IDAI. Diakses pada 2020. Menyusui pada Ibu Penderita Hepatitis B
IDAI. Diakses pada 2020. Hepatitis Virus pada Anak (Bagian II)
IDAI. Diakses pada 2020. Kenali Hepatitis B