• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidak Cukup Diet, Dislipidemia Juga Butuh Obat

Tidak Cukup Diet, Dislipidemia Juga Butuh Obat

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mendengar penyakit dislipidemia? Dislipidemia adalah salah satu kondisi ketika kadar lipid atau lemak dalam darah terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kandungan lipid atau lemak dalam darah mengandung trigliserida, kolesterol, LDL, dan HDL. 

Baca juga: Obesitas Bisa Sebabkan Dislipidemia

Dislipidemia yang tidak diatasi dengan baik dapat membuat bagian pembuluh darah menebal. Kondisi ini menghambat aliran darah dan membahayakan kesehatan seseorang. Jadi, kenali tentang dislipidemia dan ketahui pengobatan yang tepat agar terhindar dari komplikasi yang mungkin terjadi.

Penyebab Terjadinya Dislipidemia

Penyakit dislipidemia dikenal memiliki dua jenis. Dislipidemia primer merupakan kondisi yang diturunkan langsung dari orangtua ke anak. Sedangkan dislipidemia sekunder disebabkan gaya hidup yang kurang sehat atau adanya penyakit tertentu.

Ada beberapa kebiasaan yang meningkatkan seseorang alami dislipidemia,seperti jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga, sering mengonsumsi alkohol, memiliki kebiasaan merokok, dan juga mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh cukup tinggi.

Tidak hanya itu, beberapa penyakit atau kondisi tertentu dapat meningkatkan seseorang mengalami dislipidemia, seperti gangguan hati, gangguan ginjal, obesitas, dan pengonsumsian obat tertentu.

Pengidap dislipidemia umumnya mengalami beberapa gejala tertentu, seperti kaki yang terasa nyeri ketika berjalan atau berdiri, nyeri dada, kesulitan bernapas, alami gangguan pencernaan, pusing, keringat dingin, mual, dan muntah. Tanyakan pada dokter mengenai gejala lainnya yang dapat terjadi ketika mengalami dislipidemia. Lewat aplikasi Halodoc, kamu bisa bertanya langsung dengan dokter.

Tidak ada salahnya untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat dan lakukan beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk menghindari berbagai komplikasi yang dapat disebabkan dislipidemia.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Mencegah Dislipidemia

Tidak Hanya Diet, Gunakan Obat-obatan Untuk Atasi Dislipidemia

Pemeriksaan fisik dan tes darah dapat dilakukan untuk memastikan kadar lemak dalam darah. Jika terdeteksi mengalami dislipidemia, ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yaitu:

1. Diet

Obesitas menjadi faktor yang membuat seseorang berisiko alami dislipidemia. Menjalani pola makan diet adalah cara yang paling umum dilakukan untuk mengatasi dislipidemia. Saat menjalani pola makan diet, pengidap dislipidemia harus membatasi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh.

2. Penggunaan Obat-obatan

Dokter dapat memberikan pengidap dislipidemia beberapa resep penggunaan obat yang membantu kadar lemak dalam darah menjadi lebih stabil. Obat akan diberikan oleh dokter sesuai indikasi dan berdasarkan pertimbangan seperti jenis kelamin, usia, gaya hidup, dan faktor lainnya.

3. Gaya Hidup Sehat

Melakukan gaya hidup sehat juga dapat dilakukan oleh pengidap dislipidemia. Rutin berolahraga membantu kadar kolesterol dalam kadar yang normal. Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok juga mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

Baca juga: Ketahui 7 Gejala Terserang Dislipidemia

Itulah cara pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi dislipidemia. Dislipidemia yang tidak ditangani dengan tepat dapat mengakibatkan gangguan kesehatan lain, seperti penyakit jantung dan stroke. Untuk itu, selalu jaga kesehatan dan segera ke dokter apabila membutuhkan penanganan.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Dyslipidemia: Everything You Need to Know
American Family Physician. Diakses pada 2020. Management of Dyslipidemia in Adults
Healthline. Diakses pada 2020. Dyslipidemia: What You Need to Know