Tidak Memandang Jenis Kelamin, Perempuan juga Bisa Jadi Pedofilia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tidak Memandang Jenis Kelamin, Perempuan juga Bisa Jadi Pedofilia

Halodoc, Jakarta – Menurut Dr. Fred Berlin direktur klinis dari Johns Hopkins Sex and Gender Clinic, pedofil bukanlah pilihan, dalam arti tidak ada seorang pun yang ingin menjadi seorang pedofil. Mayoritas pedofil adalah laki-laki, tetapi tidak jarang pelaku pedofil juga perempuan. 

Umumnya, pelaku pedofil perempuan memiliki latar belakang keluarga yang kacau, sehingga dia melecehkan anak laki-laki atau anak perempuannya. Beberapa faktor, seperti gangguan kepribadian, gangguan psikologi, tidak adanya sokongan keluarga, masalah sosial, mengalami peristiwa kehilangan yang sangat luar biasa menjadi pemicu. Simak pembahasannya di bawah ini!

Ketika Perempuan Menjadi Pedofilia

Jika seseorang yang lebih muda diminta untuk merahasiakan hubungannya dengan seseorang yang lebih tua, ini sudah menunjukkan pelanggaran terhadap kesetaraan hubungan. Apalagi kalau dalam hubungan tersebut ada kontak seksual.

Terkait perempuan sebagai pelaku pedofil, menurut buku yang ditulis oleh Michele Elliott yang berjudul Female Sexual of Children, dijelaskan di sana indikasi perempuan menjadi pelecehan masih sulit dipercaya. Ini diyakini karena ada anggapan kalau peran agresif hanya terjadi laki-laki di mana amoral dan kekerasan lebih umum dilekatkan pada laki-laki.

Baca juga: Was Was Anak Masuk Sekolah, Kenali Tanda Pedofilia

Anggapan-anggapan inilah yang membuat kasus perempuan sebagai pelaku pedofil menjadi sulit diteliti meskipun sebenarnya kondisi ini benar adanya. Ketika seorang perempuan menjadi pedofil, perempuan jarang menguntit atau menyerang anak/remaja secara acak.

Pelaku pedofil perempuan cenderung melakukan pendekatan emosional kepada korbannya dan memulainya dari orang-orang yang dia kenal. Ini bisa dimulai dengan memberi makan, perhatian, baru lama-kelamaan melakukan sentuhan dan menekankan kalau hal-hal tersebut adalah perwujudan cinta.

Bagaimana Seseorang Mengidap Pedofilia?

Tadi sudah dijelaskan kenapa seseorang mengidap pedofilia, salah satunya adalah latar belakang keluarga. Sebenarnya ada berbagai macam penjelasan mengapa seseorang bisa mengidap pedofilia yang sangat tergantung pada riwayat kehidupan masing-masing personal. 

Beberapa pedofil telah mengalami kekerasan di masa kecil mereka yang bisa jadi bersifat seksual ataupun tidak. Penyebab lainnya bisa jadi terjadi gangguan selama individu tersebut mengeksplorasi seksualitas mereka sendiri, sedangkan yang lain mungkin tumbuh dalam keluarga di mana batas-batas keintiman dan seks tidak ditetapkan secara jelas.

Perawatan untuk Pengidap Pedofilia

Memiliki keinginan untuk berhubungan seksual atau menyentuh anak-anak secara intim adalah sesuatu yang salah. Banyak orang tidak lagi merasa tertarik pada anak-anak setelah menerima terapi atau dukungan dari spesialis. Yang lain belajar hidup dengan fantasi seperti itu tanpa mewujudkannya secara praktikal.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pedofil Hanya Diidap oleh Laki-Laki

Apakah seseorang bisa sembuh dari pedofilia? Metode perawatan kognitif-perilaku bisa dinilai penanganan yang efektif untuk mengobati seseorang dengan pedofilia. Beberapa model perawatannya adalah dengan cara membangun membangun empati korban dengan cara menunjukkan video konsekuensi kepada korban dan pelatihan ketegasan (pelatihan keterampilan sosial, manajemen waktu).

Obat-obatan dapat digunakan bersamaan dengan terapi kognitif. Obatan-obatan yang diberikan termasuk obat medis untuk menurunkan gairah seks. Kalau ingin tahu lebih detail mengenai pengobatan untuk pedofilia, tanyakan langsung saja di Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:

Nytimes.com. Diakses pada 2020. Preying on Children: The Emerging Psychology of Pedophiles.
Research gate. Diakses pada 2020. Female Perpetrated Sexual Abuse and Pedophilia.
Vice.com. Diakses pada 2020. A Woman's Touch: When Pedophiles Aren't Men.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Pedophilia.