Tindakan Medis untuk Atasi Beri-Beri

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Tindakan Medis untuk Atasi Beri-Beri

Halodoc, Jakarta – Kekurangan tiamin (vitamin B1) dapat membuat seseorang berisiko mengalami kondisi serius yang disebut beri beri. Penyalahgunaan alkohol dan masalah medis tertentu dapat meningkatkan risiko kekurangan tiamin.

Sejatinya tiamin memainkan peran penting dalam mengubah karbohidrat menjadi energi. Ini juga terlibat dalam proses kontraksi otot, serta transmisi sinyal saraf dan produksi asam yang penting untuk pencernaan yang tepat. Meskipun sebagian besar terkonsentrasi di otot rangka, tetapi tiamin juga ditemukan di otak, jantung, hati, dan ginjal.

Ketika tidak diobati, beri-beri bisa sangat mengurangi tingkat energi dan mengakibatkan masalah yang mengancam jiwa dengan jantung atau sistem saraf. Bagaimana tindakan medis untuk mengatasi beri-beri? Pengobatan beri-beri berfokus pada mengembalikan kadar tiamin tubuh. Beberapa pengidap diobati dengan suplemen tiamin, sedangkan yang lain menerima suntikan tiamin.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Beri-Beri Kering dan Beri-Beri Basah

Dalam kebanyakan kasus, menjalani perawatan untuk beri-beri meringankan gejala dan membalikkan kerusakan pada jantung atau sistem saraf. Kegagalan untuk merawat beri-beri dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada jantung dan / atau saraf, koma, psikosis, dan bahkan kematian.

Bersamaan dengan penyalahgunaan alkohol, masalah seperti diare berkepanjangan dan muntah terkait kehamilan adalah beberapa faktor risiko untuk beri-beri. Selain itu, menjalani dialisis, mengambil diuretik dosis tinggi, dan menerima operasi bariatrik semua dapat meningkatkan risiko kekurangan tiamin. Orang dengan hipertiroidisme, AIDS, atau penyakit hati yang parah mungkin juga lebih rentan terhadap kondisi ini.

Gejala Beri-Beri

Gejala beri-beri yang paling umum adalah:

  • Detak jantung meningkat;

  • Napas tersengal-sengal (termasuk terbangun di malam hari, sesak napas);

  • Pembengkakan pada kaki bagian bawah;

  • Kesulitan bernapas disertai dengan tonjolan leher;

  • Jantung membesar;

  • Cairan di paru-paru;

  • Detak jantung yang cepat;

  • Kesulitan berjalan;

  • Hilangnya sensasi di tangan dan kaki;

  • Kehilangan fungsi otot atau kelumpuhan kaki bagian bawah;

  • Kebingungan mental;

  • Rasa sakit;

  • Kesulitan bicara;

  • Gerakan mata aneh;

  • Perasaan geli; dan

  • Muntah

Baca juga: Jangan Dianggap Remeh, Ini Gejala Penyakit Beri-Beri

Mengikuti diet seimbang adalah cara terbaik untuk mencegah beri-beri. Untuk mendapatkan tiamin, berikut ini makanan yang direkomendasikan yaitu kacang dan kacang polong, produk susu (seperti, yogurt), telur, daging, unggas, dan ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian, sereal sarapan yang diperkaya tiamin, serta biji-bijian utuh.

Sayuran berikut juga mengandung tiamin tinggi dan disarankan untuk dikonsumsi, yaitu labu biji, asparagus, bit hijau, kubis Brussel, dan bayam. Perlu dicatat bahwa sejumlah makanan mengandung thiaminase, yang merupakan enzim yang menyebabkan tiamin tidak aktif. Makanan-makanan ini termasuk beras giling, kerang, juga udang. 

Baca juga: Anak Mengidap Beri-Beri, Cegah dengan 8 Cara Ini

Dalam kasus yang jarang terjadi, beri-beri bisa bersifat genetik. Kondisi ini diturunkan melalui keluarga. Orang dengan kondisi ini kehilangan kemampuan untuk menyerap tiamin dari makanan. 

Ini dapat terjadi secara perlahan seiring waktu. Gejala-gejalanya terjadi ketika orang tersebut sudah dewasa. Namun, diagnosis ini sering terlewatkan. Ini karena penyedia layanan kesehatan mungkin tidak mempertimbangkan beri-beri pada non-alkohol.

Beri-beri dapat terjadi pada bayi ketika mereka menyusui dan tubuh ibu kekurangan tiamin dan memberikan formula yang tidak biasa yang tidak memiliki cukup tiamin. Beberapa perawatan medis yang dapat meningkatkan risiko beri-beri adalah mendapatkan dialysis dan mengambil dosis tinggi diuretik (pil air).

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai tindakan medis untuk atasi beri-beri, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.