Tingginya Kadar Gula Darah Bisa Merusak Ginjal, Benarkah?

Tingginya Kadar Gula Darah Bisa Merusak Ginjal, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Kadar gula darah yang tinggi dan tak terkendali (pada kasus diabetes), dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius pada organ-organ dalam tubuh. Salah satunya adalah ginjal. Kerusakan ginjal akibat gula darah tinggi ini dalam medis disebut nefropati diabetik.

Penyakit ini adalah gangguan ginjal progresif, yang umum terjadi pada pengidap diabetes. Jika tak ditangani dengan tepat, nefropati diabetik bisa menyebabkan kerusakan ginjal parah yang pada akhirnya meningkatkan risiko kematian.

Lalu, bagaimana gula darah tinggi bisa menyebabkan nefropati diabetik? Begini, setiap ginjal memiliki sekitar 1 juta nefron, yaitu struktur kecil yang menyaring sisa kotoran dari darah. Nah, diabetes dapat menyebabkan nefron menebal dan menimbulkan bekas luka. Akibatnya, kemampuan nefron untuk menyaring sisa kotoran dan mengeluarkan cairan dari tubuh pun menurun. Hal ini mengakibatkan bocornya sejenis protein bernama albumin dalam urine, yang merupakan salah satu gejala dari neuropati diabetik.

Baca juga: Perlu Tahu, 5 Penyebab Munculnya Nefropati Diabetik

Lebih lanjut, perkembangan penyakit ini biasanya bergantung pada banyak faktor. Dalam beberapa kasus, nefropati diabetik dapat menyebabkan kerusakan mata dan penyakit jantung. Dalam kasus ketika penyakit ini telah berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir, maka dapat menyebabkan kematian.

Meski begitu, mengikuti rencana pengobatan dan membuat perubahan gaya hidup yang direkomendasikan dapat memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga ginjal sehat lebih lama.

Gejala Awal yang Jarang Disadari

Tahap awal kerusakan ginjal sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Pengidap nefropati diabetik mungkin tidak mengalami gejala apapun hingga kerusakan ginjalnya telah berkembang ke stadium akhir.

Ketika telah memasuki stadium akhir, gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Kelelahan.

  • Perasaan tidak enak badan secara keseluruhan.

  • Kehilangan selera makan.

  • Sakit kepala.

  • Kulit gatal dan kering.

  • Mual atau muntah.

  • Pembengkakan lengan dan kaki.

Baca juga: Pemeriksaan yang Dilakukan untuk Mendiagnosis Penyakit Nefropati Diabetik

Bagaimana Pengobatan yang Bisa Dilakukan?

Hingga saat ini belum ada obat tertentu yang dapat mengatasi nefropati diabetik sepenuhnya. Karena merupakan komplikasi dari diabetes, mengatasi penyakit ini bisa dilakukan dengan menjaga kadar gula darah tetap normal, agar perkembangan penyakit bisa ditunda atau dihentikan.

Mengecek gula dan tekanan darah secara teratur, menggunakan dosis insulin yang tepat, dan menggunakan obat seperti yang diarahkan oleh dokter dapat menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Dokter mungkin meresepkan inhibitor ACE, angiotensin receptor blocker (ARB), atau obat tekanan darah lainnya untuk menjaga tingkat tekanan darah tetap normal.

Jika diperlukan, dokter juga akan merekomendasikan diet khusus yang mudah diproses ginjal. Diet ini sering berupa diet rendah lemak, natrium, kalium, fosfor, dan cairan. Dokter mungkin juga menyarankan rencana olahraga untuk membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan ginjal sehat.

Jika kerusakan ginjal sudah memasuki stadium akhir, pengidap mungkin akan membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal. Dialisis adalah prosedur menggunakan mesin khusus untuk menyaring sisa kotoran dari darah. Banyak orang memerlukan perawatan dialisis 3 kali seminggu selama 4 jam sehari.

Baca juga: Ini Pola Makan untuk Cegah Nefropati Diabetik

Pengidap mungkin memerlukan perawatan kurang atau lebih dari jadwal tersebut. Pilihan pengobatan lainnya adalah transplantasi ginjal. Untuk melakukan transplantasi, ginjal dari pendonor akan ditempatkan ke dalam tubuh. Keberhasilan dialisis dan transplantasi ginjal berbeda dengan setiap orang. Konsultasi lebih lanjut dengan dokter sangat diperlukan untuk menentukan metode pengobatan yang tepat.

Itulah sedikit penjelasan tentang nefropati diabetik, yaitu kerusakan ginjal yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah. Jika kamu mengalami tanda-tanda yang telah dipaparkan tadi, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!