• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tingkat Stres yang Tinggi Bisa Sebabkan Penyakit Tifus

Tingkat Stres yang Tinggi Bisa Sebabkan Penyakit Tifus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan penyakit bernama tifus atau demam tifoid. Penyakit yang satu ini sebenarnya disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii yang sering menginfeksi orang melalui makanan atau air yang terkontaminasi. 

Namun nyatanya, tifus juga sering dialami oleh orang-orang yang sedang mengalami tingkat stres yang tinggi. Jadi, apakah stres bisa menyebabkan penyakit tifus? Simak jawabannya di sini. 

Alasan Stres Bisa Menyebabkan Penyakit Tifus

Stres menyebabkan tifus dengan cara melemahkan sistem kekebalan tubuh kamu. Saat kamu sedang stres, kemampuan sistem imun untuk melawan antigen berkurang, sehingga menyebabkan kamu rentan terserang infeksi, termasuk infeksi bakteri tifus.

Hormon stres kortikosteroid menekan keefektifan sistem kekebalan, misalnya dengan menurunkan jumlah limfosit. Selain itu, stres bisa membuat seseorang melakukan hal-hal yang tidak sehat untuk mengurangi stresnya, seperti minum alkohol dan merokok yang semakin merusak kesehatan.

Itulah mengapa orang yang mengalami stres rentan terserang tifus. Jadi, tingkat stres yang tinggi tidak menyebabkan tifus secara langsung, melainkan meningkatkan risiko seseorang untuk terserang penyakit tersebut.

Baca juga: Inilah Gejala yang Umum Terjadi saat Terserang Tifus

Pentingnya Mengelola Stres untuk Mencegah Tifus

Tidak hanya tifus, stres juga bisa memicu berbagai macam penyakit lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik agar kamu tidak gampang jatuh sakit. 

Setiap orang tentunya punya caranya sendiri dalam mengelola stres. Melakukan hobi yang disukai merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi stres dan meningkatkan kembali suasana hati.

Berlibur juga menjadi cara yang dipilih banyak orang untuk menghilangkan stres. Selain itu, menerapkan gaya hidup sehat juga tidak hanya mampu mengurangi stres, tapi juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kamu dapat mencegah tifus. 

Berikut gaya hidup sehat yang perlu dilakukan, yaitu: 

  • Mengonsumsi Makanan yang Sehat

Ada banyak bukti yang menunjukkan bagaimana makan makanan yang sehat dapat memengaruhi suasana hati dan meningkatkannya. Dengan mengonsumsi makanan yang menyediakan nutrisi untuk otak dalam jumlah yang cukup, seperti vitamin dan mineral, kamu juga bisa menjaga perasaan tetap sejahtera.

Baca juga: Ini 9 Makanan Sehat untuk Meringankan Stres

Guna mencegah tifus, juga perlu memperhatikan kebersihan makanan yang kamu konsumsi. Sebaiknya konsumsi makanan yang sudah dimasak sampai matang dan disajikan panas. Selain itu, hindari sayuran dan buah-buahan yang mentah.

  • Hindari Merokok dan Minum Alkohol

Cobalah untuk tidak atau membatasi jumlah rokok dan alkohol yang kamu konsumsi. Walaupun pada awalnya, merokok dan minum alkohol tampaknya dapat mengurangi stres, sebenarnya hal itu malah memperburuk kondisi kamu.

  • Olahraga

Cobalah untuk memasukkan olahraga ke dalam gaya hidup kamu sehari-hari, karena sangat efektif untuk menghilangkan stres. Bahkan sekadar keluar rumah atau kantor untuk mencari udara segar, dan melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki bisa sangat membantu.

  • Luangkan Waktu untuk Bersantai

Penting untuk memisahkan antara tanggung jawab orang lain dengan tanggung jawab untuk diri sendiri, karena hal itu benar-benar bisa mengurangi tingkat stres. Kamu perlu meluangkan waktu untuk bersantai sejenak di tengah kesibukan bekerja. Bila perlu, ambil cuti agar kamu bisa mendapatkan istirahat yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mental.

  • Tidur yang Cukup

Sulit tidur adalah masalah yang sering terjadi saat seseorang sedang stres. Namun, kamu perlu mengusahakan untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup, misalnya dengan mandi air hangat sebelum tidur atau membuat suasana kamar senyaman mungkin. Tidur yang cukup adalah kunci untuk mengurangi stres dan memperkuat sistem imun, sehingga kamu tidak mudah terserang penyakit seperti tifus.

Baca juga: Stres Berkepanjangan, Bagaimana Dampaknya Bagi Tubuh?

Bila kamu mengalami stres yang sudah berlangsung selama berhari-hari, jangan dibiarkan saja. Cobalah untuk berbicara dengan psikolog terpercaya melalui aplikasi Halodoc. Curhat pada ahlinya juga dapat menjadi cara yang efektif untuk menghilangkan stres. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid fever.
Simply Psychology. Diakses pada 2020. Stress, Illness and the Immune System.
Mental Health Foundation. Diakses pada 2020. How to manage and reduce stress.