Tinnitus Bisa Sebabkan Insomnia, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Tinnitus, Insomnia

Halodoc, Jakarta - Tinnitus atau yang lebih dikenal dengan telinga berdenging merupakan kondisi yang bisa dialami oleh semua orang dari usia berapa pun. Gejala pada tinnitus umumnya dialami oleh seseorang yang berusia di atas 60 tahun. Kondisi ini biasanya lebih sering dialami oleh wanita daripada pria. Tinnitus juga bisa sebabkan insomnia. Yuk, ketahui cara mengatasinya!

Baca juga: Ketahui Tinnitus yang Menyebabkan Telinga Sering Berdengung

Tinnitus, Gejala dari Kondisi Medis Tertentu

Telinga berdenging atau tinnitus bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis tertentu, seperti gangguan pada sistem sirkulasi tubuh, adanya gangguan atau cedera pada telinga, atau menurunnya fungsi pendengaran seiring dengan bertambahnya usia.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Tinnitus

Umumnya, pengidap tinnitus akan mengalami gejala telinga yang berdenging. Selain itu, bunyi juga bisa berupa desisan, atau bahkan siulan. Bunyi ini bisa saja langsung dialami oleh kedua telinga. Telinga yang berdenging bukanlah suatu kondisi yang serius karena bisa membaik dengan sendirinya. Namun, ada beberapa gejala yang menandakan bahwa tinnitus yang kamu alami sudah masuk ke dalam tahap yang berbahaya, gejala tersebut berupa:

  • Telinga berdenging disertai dengan pusing atau kehilangan pendengaran.

  • Muncul telinga berdenging setelah seseorang mengalami infeksi pada saluran pernapasan atas, seperti flu dan tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari seminggu.

  • Telinga yang berdenging mengganggu ketenangan atau aktivitas sehari-hari yang kamu lakukan, seperti kamu menjadi sulit tidur atau mengalami depresi.

Baca juga: Bagaimana Cara Mendiagnosis Tinnitus?

Ini Penyebab Terjadinya Tinnitus

Seiring dengan bertambahnya usia, kepekaan saraf pendengaran akan berkurang. Selain usia, beberapa penyebab terjadinya telinga berdenging pada seseorang, yaitu:

  • Suara atau bunyi yang nyaring, seperti mendengarkan musik yang terlalu keras melalui earphone, atau mendengar bunyi ledakan. Jika bunyi ini hanya terjadi sekali, akan menyebabkan tinnitus yang bisa hilang dengan sendirinya. Sementara jika kamu melakukan kebiasaan mendengarkan lagu keras melalui earphone dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menimbulkan kerusakan permanen.

  • Penumpukan kotoran dalam telinga yang akan menghalangi pendengaran dan bisa memicu iritasi pada gendang telinga akibat tumbuhnya bakteri di dalam telinga.

  • Penumpukan cairan dalam telinga bagian tengah.

  • Adanya infeksi pada telinga bagian tengah.

  • Mengidap penyakit meniere, yaitu kelainan yang terjadi pada telinga bagian dalam, yang menimbulkan gejala pusing berputar atau vertigo, telinga berdenging atau tinnitus, dan tekanan pada telinga.

  • Pertumbuhan tulang telinga yang abnormal.

Tinnitus Bisa Sebabkan Insomnia, Ini Cara Mengatasinya

Meski telinga yang berdenging bisa sembuh dengan sendirinya, tinnitus bisa saja membuat pengidapnya merasa gelisah, dan terjaga di sepanjang malam. Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang mengalami kualitas tidur yang kurang baik, atau insomnia. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi telinga berdenging, yaitu:

  • Menggunakan alat bantu dengar untuk membantu meredam suara yang tidak diinginkan dan dapat membantu mengurangi tinnitus.

  • Jangan pakai cotton bud untuk membersihkan telinga. Pengidap kondisi ini akan mengira telinga berdenging karena mengira ada kotoran yang menyumbat telinga. Penggunaan cotton bud justru berisiko menyebabkan terjadinya sumbatan pada telinga, infeksi telinga, dan kerusakan telinga.

  • Hindari suara yang keras. Paparan terhadap suara yang terlalu keras bisa menyebabkan hilang pendengaran atau tuli dan masalah telinga lain. Oleh karena itu, tetap atur volume pada saat mendengarkan musik, jangan sampai terlalu keras dan terlalu lama.

Baca juga: Sering Mendengarkan Musik Keras, Berisiko Terkena Tinnitus?

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!