• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Agar Tenang saat Menghadapi Anak Tantrum

Tips Agar Tenang saat Menghadapi Anak Tantrum

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Ada kalanya Si Kecil meluapkan emosinya karena keinginannya tidak dituruti dengan cara menangis sejadi-jadinya. Selain itu, ia bisa saja menangis sambil berguling-guling dan melempar barang di dekatnya. Kondisi ini disebut tantrum dan bisa membuat orangtua menjadi stres saat menghadapinya.

Namun, tahukah kamu bahwa tantrum adalah hal normal dan bagian dari proses perkembangan anak. Tantrum umumnya terjadi pada anak yang berusia 1 hingga 4 tahun. Saat Si Kecil mengalami tantrum, maka ada baiknya orangtua tidak ikut panik dan terbawa emosi.

Nah, berikut tips bagi para orangtua agar bisa tetap tenang menghadapi anak tantrum, yaitu: 

Baca juga: Normalkah Anak Alami Tantrum? Ketahui 4 Faktanya

Lepaskan Tekanan

Hal yang membantu untuk tetap tenang saat anak tantrum dimulai dari kesabaran dan pikiran yang tetap fokus. Artinya, orangtua harus paham bahwa tantrum pada anak adalah cara mereka mengekspresikan emosi.

Jika orangtua tidak sabar, maka tantrum anak bisa semakin menjadi-jadi. Namun, ketika orangtua tetap tenang, maka itu membantu tantrum mereda. Ada banyak hal yang dapat dikendalikan dalam kehidupan anak kecil, tetapi emosi bukan salah satunya. 

Orangtua harus tetap memberikan belas kasih dan empati, serta menenangkan perasaan anak dan memastikan padanya bahwa semua baik-baik saja.

Berikan Anak Waktu Ekstra

Sebenarnya anak-anak kecil tidak memilih untuk mengamuk atau tantrum. Semua berasal dari perasaan yang menumpuk di dalam diri mereka sampai akhirnya meledak menjadi tantrum. Itu sebabnya, ledakan ini sering terjadi pada hal-hal yang tampaknya konyol. 

Saat anak sedang tantrum, mereka ingin tetap merasa aman untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya. Sebaiknya orangtua tidak langsung memberikan tindakan, seperti menghukum atau memarahinya di depan umum. Hal tersebut akan membuat tantrum anak semakin meledak. Ketika anak berada di puncak tantrum, coba berikan waktu 15 menit tambahan untuk membiarkannya mengekspresikan perasaannya. 

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Anak

Jangan Banyak Bicara 

Mencoba berbicara dengan anak kecil yang sedang berteriak bisa membuat siapa pun menjadi semakin stres. Ketika anak sedang tantrum, bukan waktu yang tepat untuk menasehati atau bernegosiasi dengan mereka. 

Anak yang berteriak tidak dapat mendengar perkataan orangtua dengan baik. Untuk itu, sebaiknya orangtua menunggu keadaan lebih tenang, dan kemudian bisa bicarakan pada anak mengenai hal-hal yang ia perlu pahami. 

Ingatkan Diri Bahwa Tantrum itu Sehat

Saat anak tantrum, mungkin orangtua akan berpikir "Apa yang salah dengan pola asuh saya?", "Mengapa saya bisa membuat anak kesal?" Jika kamu merasa seperti ini, sadarkan dirimu bahwa tantrum itu normal dan sehat.

Semua orangtua memiliki momen-momen yang bahagia dan menjengkelkan dengan anak. Tantrum memang tidak menyenangkan, namun bisa membantu untuk mengingat bahwa itu benar-benar hal yang sehat untuk anak-anak kecil dan bukan semata-mata pada kesalahan orangtua.

Cara Hadapi Anak yang Tantrum di Depan Umum

Jika anak mengalami tantrum di depan umum, segera membawanya keluar bisa menjadi pilihan yang benar. Sangat sulit untuk tetap tenang menghadapi anak yang tantrum dan seakan semua mata tertuju pada kalian. 

Jika kamu dan anak yang sedang tantrum diminta pergi, kamu pasti tidak suka diperlakukan seperti ini. Jadi, diperbolehkan untuk membawa anak keluar atau ke mobil sampai dia siap untuk melanjutkan apa pun yang akan kalian lakukan.

Berikan Pelukan pada Anak

Begitu tantrum telah usai, banyak anak mencari koneksi dan mungkin ingin memeluk atau duduk bersama. Jangan hindari hal ini, jika anak butuh kedekatan fisik, peluklah dia. Membesarkan anak memang bukan pekerjaan mudah, alih-alih memarahinya, nikmati momen kedekatan ini dengan anak yang tidak akan terulang kembali. 

Baca juga: Ini Penyebab Anak Suka Marah-Marah

Jika orangtua merasa cukup stres dalam membesarkan anak dan membutuhkan teman cerita, kamu bisa hubungi psikolog di Halodoc. Psikolog akan membantu kamu mengatasi stres yang kamu alami sehingga stres yang kamu alami tidak akan memengaruhi anak. Yuk, segera download aplikasi Halodoc, sekarang juga!

Referensi:
Motherly. Diakses pada 2020. 7 Ways to Stay Calm During Your Child’s Tantrums.
KidsHealth. Diakses pada 2020. Temper Tantrums.
WebMD. Diakses pada 2020. How to Handle a Temper Tantrum.