• Home
  • /
  • Ini 7 Tips Agar Tubuh tetap Fit Selama WFH dan Berpuasa

Ini 7 Tips Agar Tubuh tetap Fit Selama WFH dan Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
ini-7-tips-agar-tubuh-tetap-fit-selama-wfh-dan-berpuasa-halodoc

Halodoc, Jakarta - Ramadan tahun ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena bertepatan dengan pandemi virus corona (COVID-19). Situasi pandemi ini mengharuskan semua orang untuk menjaga jarak fisik dengan orang lain dan membatasi kegiatan-kegiatan sosial, termasuk bekerja. Alhasil, banyak dari para perusahaan dan instansi yang menerapkan sistem work from home (WFH).

Perubahan pola aktivitas sehari-hari karena WFH dan puasa, tak jarang membuat banyak orang kewalahan. Misalnya, biasa banyak bergerak ketika bekerja di kantor, jadi kurang gerak saat WFH, atau biasa makan 3 kali sehari, jadi hanya 2 kali saat sahur dan berbuka. Jika kurang memperhatikan asupan nutrisi dan hal-hal lainnya, daya tahan tubuh bisa saja menurun selama WFH dan berpuasa. Akibatnya, kamu jadi mudah terserang penyakit.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Nafsu Makan Berlebih Saat WFH

Agar Tubuh Tetap Fit Selama WFH dan Puasa

Nah, agar daya tahan tubuh tetap optimal dan fit selama WFH dan puasa, berikut beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Jangan Lewatkan Makan Sahur

Tidak melewatkan makan sahur adalah salah satu kunci untuk bisa tetap fit selama WFH dan berpuasa. Sama halnya seperti sarapan pagi, sahur bermanfaat untuk menjaga asupan energi selama seharian berpuasa, hingga tiba waktu berbuka nanti. Karena penting, perhatikan asupan nutrisi seimbang dalam menu sahur setiap harinya.

Sebagai rekomendasi, konsumsilah beras merah, gandum, dan oat, sebagai asupan karbohidrat, agar bisa kenyang lebih lama. Imbangi dengan asupan protein, yang bisa didapat dari telur, keju, yoghurt, atau daging rendah lemak, untuk menambah energi. Lalu, sempurnakan dengan asupan serat, seperti sayuran, buah-buahan, kurma, dan biji-bijian.

  1. Pastikan Kebutuhan Cairan Terpenuhi

Sebagian besar dari tubuh terdiri atas air dan biasanya membutuhkan jumlah yang sama dengan air yang terbuang saat berpuasa. Jadi, minumlah setidaknya 8-12 gelas air putih setiap harinya. Kamu bisa memenuhi cairan tersebut saat berbuka puasa hingga saat sahur, agar membantu tubuh tetap terhidrasi.

Selain itu, ada baiknya kamu menghindari kafein. Sebab, kafein bersifat diuretik yang membuat kita lebih sering buang air kecil, sehingga cairan dalam tubuh cepat hilang. Cobalah kurangi minuman berkafein secara berlebihan selama bulan Ramadan untuk menghindari dehidrasi saat berpuasa.

Baca juga: Sering Tunda Pekerjaan saat WFH, Ini Cara Mencegahnya

  1. Batasi Konsumsi Makanan Berminyak

Aneka gorengan untuk takjil berbuka puasa memang menggoda sekali. Namun, ada baiknya kamu membatasi konsumsi segala bentuk makanan yang digoreng dengan minyak dalam jumlah banyak. Sebab, makanan berminyak dapat meningkatkan risiko kenaikan kolesterol dalam tubuh.

  1. Kurangi Makanan dan Minuman Manis

Selain makanan berminyak, kamu juga sebaiknya mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, serta produk olahan. Meski ada jargon “berbukalah dengan yang manis”, maksudnya bukan berarti kamu bisa makan dan minum manis seenaknya. Mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka puasa memang penting untuk menormalkan gula darah.

Namun, porsinya perlu diperhatikan. Sebab, tanpa disadari, mengonsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan selama bulan puasa justru akan memicu kenaikan berat badan. Agar tubuh tetap fit selama puasa dan WFH, sebaiknya pilihlah jenis asupan makanan manis dari yang alami saja, seperti buah-buahan atau jus buah tanpa tambahan gula.

  1. Olahraga

Puasa bukan jadi alasan untuk tidak melakukan aktivitas fisik. Kamu bisa melakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang setelah berbuka puasa, atau saat tubuh sudah terpenuhi asupan energinya. Lakukanlah olahraga ringan selama 30 menit, misalnya jalan kaki, bersepeda, jogging ataupun latihan lain yang sesuai dengan kondisi tubuh kamu.

Baca juga: Beres-Beres Rumah saat Istirahat WFH Dapat Redakan Stres

  1. Tidur yang Cukup

Pengaturan pola tidur juga merupakan hal yang penting selama WFH dan berpuasa. Jika kamu harus bangun pagi untuk menyiapkan makan sahur, maka jangan begadang di malam harinya dan usahakan untuk tidur lebih cepat dari biasanya. Sebab, kurang tidur dapat memengaruhi kinerja otak, sehingga menghambat aktivitas nantinya. 

  1. Minum Suplemen

Paparan radikal bebas dari lingkungan sekitar dapat melemahkan daya tahan tubuh. Itulah sebabnya, selain mengadopsi pola makan sehat dan bergizi, kamu perlu mengonsumsi suplemen antioksidan, yang dapat menangkal efek buruk radikal bebas dalam tubuh. Suplemen Astria adalah suplemen antioksidan dengan kandungan astaxanthin alami, yang bisa kamu coba.

Astaxanthin adalah senyawa antioksidan terkuat yang pernah ditemukan di alam sejauh ini. Senyawa ini bermanfaat untuk mengurangi peradangan dalam tubuh akibat radikal bebas, serta menjaga kesehatan jantung. Dengan mengonsumsi  Suplemen Astria setiap hari saat sahur, selama bulan puasa dan WFH, daya tahan tubuh akan terjaga dan tetap optimal.

Kamu bisa membeli Suplemen Astria ini lewat aplikasi Halodoc, lho. Cukup download aplikasinya di ponselmu dan klik fitur beli obat, Suplemen Astria yang kamu butuhkan akan tiba di alamatmu dalam waktu 1 jam. Jika butuh saran dokter tentang dosis konsumsi suplemen ini, kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat, kapan dan di mana saja.

Referensi:

Livestrong. Diakses pada 2020. How To Stay Fit and Healthy?

WFP. Diakses pada 2020. 10 Ways to Stay Fit and Healthy During Ramadan.

NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Fasting and Your Health.