• Home
  • /
  • Jangan Asal, Ketahui Tips Aman Pilih Psikolog

Jangan Asal, Ketahui Tips Aman Pilih Psikolog

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
tips-aman-pilih-psikolog-halodoc

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini, media sosial diramaikan oleh nama Dedy Susanto, seorang pria yang mengaku doktor psikologi, tetapi ternyata dalam praktiknya, ia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya. Kasus ini menuai banyak cibiran, lantaran seorang psikolog yang diharapkan dapat memberi solusi terhadap trauma yang dialami pasiennya malah menimbulkan trauma baru.

Berbagai masalah dalam kehidupan, seperti masalah dengan pernikahan atau hubungan, kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, depresi, stres, dan tekanan hidup sehari-hari yang memang dapat melemahkan mental secara signifikan. Itulah mengapa bantuan profesional seperti seorang psikolog sangat diperlukan. 

Melalui terapi, seorang psikolog dapat membantu siapa saja dari berbagai usia untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan lebih produktif. Namun, bagaimana cara memilih psikolog yang profesional dan terpercaya? Biar tidak salah pilih, cari tahu dulu tips aman pilih psikolog di sini.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Bedanya Psikolog dan Psikiater

Mengapa Harus Ke Psikolog?

Perlu diingat, datang ke psikolog bukan berarti kamu memiliki gangguan jiwa. Banyak orang enggan untuk datang ke psikolog, karena merasa malu atau takut dianggap gila. Padahal, kapanpun kamu mengalami masalah kehidupan yang tidak hanya mengganggu kondisi mental, tetapi juga sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, maka dianjurkan untuk menemui psikolog. Berikut ini kondisi-kondisi yang dianjurkan untuk datang ke psikolog:

  • Kamu merasa tidak berdaya dan mengalami kesedihan yang berkepanjangan dan masalah tetap tidak menemukan titik terang, meskipun sudah mencari bantuan dari keluarga dan teman-teman.

  • Kamu merasa kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari, misalnya tidak dapat berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan di tempat kerja dan akibatnya kinerja menurun.

  • Kamu khawatir berlebihan, selalu berpandangan buruk atau terus-menerus gelisah.

  • Tindakan kamu sudah berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain, misalnya terlalu banyak minum alkohol, menyalahgunakan narkoba, atau bertindak agresif.

Baca juga: 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Bagaimana Cara Memilih Psikolog Terpercaya?

Viralnya kasus Dedy Susanto berawal ketika Dedy mengajak seorang selebgram dan pembawa acara Revina VT untuk berkolaborasi membuat konten YouTube. Sebelum melakukan kolaborasi tersebut, Revina terlebih dahulu mencari tahu informasi tentang siapa Dedy Susanto. Ternyata, didapati informasi yang sangat mengejutkan bahwa nama Dedy Susanto tidak terdaftar sebagai tenaga medis di SIK HIMPSI (Sistem Informasi Keanggotaan Himpunan Psikologi Indonesia). Selain itu, isu pelecehan seksual yang dilakukan Dedy terhadap pasiennya pun mulai terkuak satu-persatu.

Lantas, bagaimana cara mengetahui seorang psikolog benar-benar profesional dan terpercaya? Berikut ini hal-hal penting yang perlu kamu cari tahu sebelum memilih psikolog:

  • Apakah psikolog tersebut sudah berlisensi? Dan berapa lama ia sudah menjalankan praktik psikologinya?

Di Indonesia sendiri, seseorang bisa dikatakan sebagai psikolog bila ia telah melewati beberapa tahapan, antara lain lulus S1 atau sarjana dari Fakultas Psikologi, mengambil profesi psikologi di S2 atau magister Psikologi dan mendapatkan lisensi dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

Sementara untuk dapat melakukan terapi psikologi, seseorang harus memiliki Surat Izin Praktik Psikolog (SIPP). Surat tersebut pun memiliki batas waktu yang harus diperpanjang secara berkala. Tidak hanya sampai di situ, seorang psikolog juga harus masuk dalam keanggotaan psikologi yang tergantung spesialisasinya. Psikolog yang dapat memberi terapi harus masuk dalam Ikatan Psikologi Klinis (IPK).

  • Apakah psikolog tersebut sudah berpengalaman mengatasi berbagai masalah (termasuk masalah yang kamu alami), seperti kecemasan, depresi, masalah pekerjaan, pernikahan, gangguan makan, tidur, dan sebagainya.

  • Apa bidang keahlian psikolog tersebut? Misalnya, ia spesialisasi di bidang anak-anak dan keluarga atau khusus menangani pasangan suami istri.

  • Jenis perawatan apa yang ia gunakan dan apakah metode tersebut terbukti efektif untuk menangani masalah kamu atau masalah sejenis?

Ingatlah bahwa untuk dapat mencapai perubahan yang baik, psikolog, dan klien harus memiliki kerja sama yang baik. Psikolog bekerja dengan pasien untuk mengubah perasaan dan sikap serta membantu mereka mengembangkan pola perilaku yang lebih sehat. Nah faktor penting untuk menentukan apakah antara psikolog dan klien dapat tercipta kerja sama yang baik, selain kredensial dan kompetensi psikolog harus jelas, klien pun harus merasa nyaman dengan psikolog tersebut. Hubungan yang baik dengan psikolog sangat penting. Karena itu, pilihlah psikolog yang membuat kamu merasa nyaman dan aman.

Baca juga: 9 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental

Bila kamu merasa stres dan bingung harus mencari bantuan ke mana, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa curhat ke psikolog terpercaya melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. 

Referensi:
American Psychological Association. Diakses pada 2020. How to choose a psychologist.