Tips Atasi Kolesterol Naik Setelah Lebaran

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Tips Atasi Kolesterol Naik Setelah Lebaran

Halodoc, Jakarta - Idulfitri telah berlalu, namun sayangnya masalah kesehatan bisa terus mengintai. Selama lebaran, kamu akan menikmati berbagai sajian yang mengandung banyak lemak dan santan sehingga berisiko menyebabkan kolesterol naik. Kadar kolesterol tubuh yang berlebihan meningkatkan resiko terkena penyakit berbahaya seperti penyakit jantung atau stroke, maka sebaiknya lakukan beberapa tips pencegahan berikut ini.

Batasi Porsi Makan

Meskipun tersedia banyak makanan, jangan jadikan momen lebaran sebagai waktu balas dendam untuk bisa makan sepuasnya. Sadarlah bahwa makan berlebihan selama lebaran hanya meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Nah, untuk menghindari hal tersebut, pastikan hanya konsumsi makanan secukupnya saja. Penting juga untuk makan secara bertahap dan perlahan, dengan porsi lebih kecil dan frekuensi lebih sering. Cara ini ampuh untuk membuat pencernaanmu beradaptasi dengan pola makan seperti sebelum puasa.

Baca Juga: 5 Tips Lebaran Sehat

Pilih-Pilih Makanan

Penting juga untuk tidak konsumsi semua jenis makanan. Makanan yang cukup berbahaya dan bisa meningkatkan kolesterol adalah daging berlemak maupun kulit ayam. Keduanya dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Disarankan untuk memilih daging yang tidak mengandung lemak atau ayam tanpa kulit untuk menu Lebaran. Atau kamu bisa menyantap ikan laut yang mengandung omega-3 ke dalam menu Lebaran seperti salmon, tuna, teri, dan sarden untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.

Konsumsi Sayur dan Buah

Supaya terhindar dari masalah kolesterol tinggi selama lebaran, jangan lupa untuk menyelingi menu Lebaran kamu dengan sayur dan buah sebagai sumber serat. Selain membantu melancarkan saluran cerna, sayur dan buah dapat menimbulkan efek kenyang lebih lama sehingga kamu tidak mengonsumsi makanan Lebaran secara berlebihan. Supaya lebih lengkap, kamu bisa mengombinasikannya dengan beberapa hal berikut:

  • Teratur periksa kolesterol.
  • Awasi asupan dan pola makan.
  • Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol.
  • Giat berolahraga.
  • Kendalikan berat badan dan hindari stres.
  • Awasi tekanan darah.

Baca Juga: Kadar Kolesterol Baik di Dalam Tubuh Rendah, Apa Bahayanya?

Masak Makanan dengan Cara Tepat

Proses memasak juga penting diperhatikan untuk mencegah makanan semakin tinggi kolesterol. Memasak dengan cara kukus, rebus, dan panggang adalah cara yang lebih baik ketimbang menggoreng. Pasalnya, makanan yang digoreng mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.

Jika terpaksa harus menggoreng, kamu bisa gunakan minyak zaitun, minyak canola, minyak almond, atau minyak kenari. Tetap ingat untuk tidak menggoreng menggunakan metode deep frying, namun dengan menumis dengan minyak sehat.

Konsumsi Makanan  Tertentu

Selain dengan cara di atas, terdapat beberapa jenis makanan yang ampuh mengatasi kolesterol tinggi, antara lain:

  • Alpukat. Buah satu ini membantu tubuh mengubah komposisi kolesterol jahat (LDL), kolesterol baik (HDL), kadar trigliserida, fosfolipid, hingga kadar kolesterol total dalam tubuh.
  • Yoghurt. Minuman satu ini baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah dengan efektif. Selama lebaran kamu bisa mengkonsumsi yoghurt secara rutin setiap hari.
  • Cabai. Bahan makanan kesukaan orang Indonesia ini ternyata kaya akan capsaicin yang bisa membantu kita menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh sekaligus melawan perkembangan sel kanker.

Baca Juga: Puasa Menurunkan Kolesterol Tubuh, Benarkah?

Apabila muncul gejala penyakit yang kamu alami saat merayakan lebaran, itulah saatnya kamu berkomunikasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui penanganannya. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.