• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips dari Psikolog untuk Mengatasi Anak yang Tantrum
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips dari Psikolog untuk Mengatasi Anak yang Tantrum

Tips dari Psikolog untuk Mengatasi Anak yang Tantrum

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 November 2022

“Sebaiknya ketahui cara mengatasi anak yang tantrum. Beberapa di antaranya dengan mengetahui penyebab dan memberikan anak ruang saat tantrum.”

Tips dari Psikolog untuk Mengatasi Anak yang TantrumTips dari Psikolog untuk Mengatasi Anak yang Tantrum

Halodoc, Jakarta – Menghadapi anak yang tantrum bukanlah hal mudah bagi orang tua. Jika tidak dapat mengelolanya secara tepat, orang tua bisa panik atau terbawa emosi. Padahal, tantrum pada anak 1-4 tahun merupakan hal wajar untuk mengekspresikan perasaan karena kemampuan komunikasi yang terbatas.

Tidak ada salahnya ibu ketahui berbagai cara menghadapi anak yang tantrum menurut psikolog. Dengan begitu, ibu akan lebih memahami cara tepat menenangkan anak yang mengalami tantrum dengan lebih baik. Hal ini tentunya akan memengaruhi kondisi kesehatan anak baik secara fisik maupun mental.

Tips Mengatasi Anak yang Tantrum dari Psikolog

Tantrum bisa terjadi pada anak kapan saja dan dimana saja. Memukul, berguling, menangis, dan berteriak menjadi beberapa hal yang kerap terjadi saat anak mengalami tantrum.

Biasanya, tantrum terjadi akibat reaksi terhadap situasi yang tidak dapat anak kendalikan atau terima dengan baik. Hal ini membuat anak merasa marah, tidak nyaman, atau emosi sehingga melampiaskan perasaan dengan cara yang dramatis.

Nah, berikut ini beberapa tips dari psikolog yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi anak yang tantrum, seperti:

1. Ketahui Penyebabnya

Memang tidak mudah untuk mengetahui penyebab anak tantrum. Namun, dengan mengerti dan memahami kondisi serta perasaan anak membuat orang tua lebih mudah dalam mengatasi anak yang tantrum.

Menurut Vasco Lopes, PsyD, psikolog klinis, anak dapat mengalami tantrum pada kondisi yang tidak diketahui. Akan tetapi, umumnya anak-anak mengalami kondisi ini ketika melakukan hal-hal yang menurut mereka tidak menyenangkan.

2. Hindari Situasi yang Memicu Anak Tantrum

Jika ibu sudah memahami penyebab tantrum pada anak, kondisi ini akan membuat ibu lebih mudah menghindari situasi yang dapat memicu tantrum. Seperti misalnya, berikan anak pakaian yang nyaman agar ia merasa nyaman saat berpergian. Selain itu, hindari toko mainan jika anak selalu menangis untuk membeli mainan baru.

3. Berikan Anak Ruang

Ibu bisa memberikan anak ruang untuk mengekspresikan emosinya. Caranya duduklah dengan memberikan jarak pada anak hingga anak dapat mengontrol perasaannya. 

Namun, perhatikan lingkungan dan kebiasaan anak saat tantrum. Jika anak berada pada lokasi yang aman dan tidak melakukan kekerasan fisik, seperti memukul atau menendang, ibu bisa memerhatikan anak dari kejauhan.

Jika emosi anak sudah terkontrol dengan baik, ibu bisa mendekati anak dan memberikan pengertian mengenai perasaan yang sedang anak rasakan.

4. Jangan Berteriak

Saat anak tantrum, hindari berteriak pada anak. Jika orang tua melakukan hal ini, anak dapat meniru tindakan tersebut dengan berteriak pada orang tua. Ingatlah bahwa anak sedang dalam kondisi yang tidak nyaman sehingga ibu bisa lebih tenang menghadapi anak yang tantrum.

Ibu bisa menawarkan pelukan untuk anak agar perasaannya semakin tenang. Namun, hindari memeluk anak tanpa persetujuannya karena dapat menyebabkan tantrum lebih buruk.

Itulah beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi anak yang tantrum. Dr. Michael Potegal, psikolog di Universitas Minnesota, mengatakan orang tua harus segera melakukan pemeriksaan kesehatan pada psikolog anak ketika anak mengalami tantrum sebanyak 5-10 kali dalam satu hari.

Dr. Lopes juga menambahkan, bahwa anak akan mengalami penurunan kebiasaan tantrum saat ia memasuki usia sekolah. Umumnya, tantrum pada anak tidak lebih dari satu kali dalam seminggu.

Ibu bisa kunjungi rumah sakit pilihan menggunakan Halodoc. Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Parents. Diakses pada 2022. How to Deal With Toddler Temper Tantrums.
The New York Times. Diakses pada 2022. A Field Guide to Taming Tantrums in Toddlers.
Child Mind Institute. Diakses pada 2022. How to Handle Tantrums and Meltdowns.