• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Mudah Mengatasi Gangguan Tidur pada Pengidap Alzheimer
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Mudah Mengatasi Gangguan Tidur pada Pengidap Alzheimer

Tips Mudah Mengatasi Gangguan Tidur pada Pengidap Alzheimer

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 November 2022

“Siapa saja dapat mengalami gangguan tidur, tapi lansia dengan Alzheimer lebih berisiko mengalami masalah kesehatan ini. Biasanya, penanganan dilakukan setelah mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.”

Tips Mudah Mengatasi Gangguan Tidur pada Pengidap AlzheimerTips Mudah Mengatasi Gangguan Tidur pada Pengidap Alzheimer

Halodoc, Jakarta – Masalah tidur memang kerap terjadi pada lansia. Meski begitu, lansia dengan kondisi demensia atau Alzheimer ternyata lebih rentan mengalami masalah ini. Setidaknya, masalah tidur bisa memengaruhi sampai 25 persen orang-orang dengan kondisi demensia ringan, dan dua kali lipat lebih banyak untuk orang dengan kondisi demensia berat. 

Bahkan, gangguan tidur juga cenderung akan menjadi lebih buruk ketika Alzheimer yang diidap berkembang menjadi lebih parah. Potensi gangguan tidur yang dialami orang-orang dengan Alzheimer termasuk insomnia, mengantuk berlebihan pada siang hari, sulit tidur, dan sulit untuk tetap tidur. Tak hanya itu, sering terbangun pada malam hari atau bangun terlalu pagi juga menjadi gangguan yang umum terjadi.

Penyebab Gangguan Tidur pada Orang dengan Alzheimer

Pengidap Alzheimer bisa juga mengalami sundowning pada malam hari. Fenomena tersebut membuat pengidap merasa agresif, cemas, gelisah, dan bingung. Berjalan-jalan pada malam hari bagi pengidap Alzheimer dengan kondisi tersebut tentu bukan hal yang baik dan disarankan, karena dapat membahayakan diri pengidap sendiri dan orang lain. 

Seseorang dengan Alzheimer juga lebih berisiko mengalami apnea tidur obstruktif. Masalah tidur ini bisa dibilang sangat berbahaya, karena membuat pernapasan pengidap berhenti berulang kali dan mulai kembali ketika pengidap sedang tidur. Diyakini, terdapat beberapa hal yang turut berperan terhadap masalah tidur pada pengidap Alzheimer, di antaranya:

  • Lelah baik secara fisik dan mental di sisa hari.
  • Perubahan jam pada tubuh.
  • Kebutuhan untuk kurangnya jam tidur yang memang umum terjadi pada orang dewasa yang usianya sudah lebih tua.
  • Mengalami disorientasi.
  • Penglihatan dan pencahayaan yang mengalami penurunan sehingga mengakibatkan pengidap mengalami kebingungan dan takut.
  • Lingkungan yang kurang nyaman dan mendukung untuk tidur.

Cara Mengatasi Masalah Tidur pada Pengidap Alzheimer

Masalah tidur bisa membuat pengidap Alzheimer mengalami penurunan kualitas hidup. Selain itu, orang-orang yang merawat pun akan merasakan dampaknya. Alhasil, supaya bisa mendapatkan tidur yang lebih baik, coba beberapa cara berikut ini.

  • Lakukan penanganan pada kondisi yang menjadi penyebabnya. Beberapa kondisi seperti sindrom kaki gelisah, sleep apnea, dan depresi bisa menjadi penyebab seseorang dengan Alzheimer susah tidur.
  • Buat rutinitas. Pastikan pengidap melakukan aktivitas sehari-hari seperti bangun tidur, mandi, makan, hingga tidur lagi pada jam yang sama setiap harinya. 
  • Hindari apa pun yang bisa mengganggu tidur. Nikotin, kafein, dan alkohol bisa mengganggu tidur seseorang sehingga perlu dibatasi. Selain itu, hindari interaksi dengan televisi selama periode terjaga pada malam hari.
  • Lakukan aktivitas fisik. Jalan kaki atau berbagai aktivitas fisik ringan lain bisa membantu pengidap Alzheimer mendapatkan tidur yang lebih berkualitas di malam hari.
  • Atur waktu tidur siang. Tidur siang boleh saja, tetapi pastikan tidak terlalu lama karena bisa mengganggu jam tidur di malam hari.
  • Ciptakan kondisi damai pada malam hari. Bantulah pengidap untuk tetap rileks, seperti memainkan musik yang menenangkan atau membaca cerita. Suhu ruangan yang nyaman juga bisa membantu pengidap Alzheimer tidur lebih nyenyak.
  • Perhatikan penggunaan obat-obatan. Beberapa obat golongan antidepresan seperti bupropion dan venlafaxine dapat memicu susah tidur. Lalu, obat golongan inhibitor kolinesterase bisa meningkatkan gejala kognitif serta perilaku pada pengidap Alzheimer dan memicu insomnia. 
  • Pencahayaan yang tepat. Terapi cahaya terang pada malam hari bisa menurunkan gejala siklus tidur-bangun pada pengidap Alzheimer. Cukup pencahayaan di malam hari juga menurunkan risiko agitasi yang mungkin muncul ketika lingkungan mulai gelap.
  • Pertimbangkan konsumsi suplemen melatonin. Melatonin bisa membantu meningkatkan kualitas tidur semua orang, tak terkecuali pengidap Alzheimer.

Jangan lupa, selalu lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Booking rumah sakit di Halodoc supaya tidak perlu lagi mengantre. Cek dan download Halodoc segera di ponselmu. 

Referensi:
Sleep Foundation. Diakses pada 2022. Alzheimer’s Disease and Sleep.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Alzheimer’s: Managing Sleep Problems.
Alzheimer’s Association. Diakses pada 2022. Treatments for Sleep Changes.