22 December 2017

Tips Penting Memandikan Newborn

Tips Penting Memandikan Newborn

Halodoc, Jakarta – Bagi orang tua yang baru pertama kali mempunyai anak, kegiatan memandikan bayi merupakan pengalaman baru yang bikin deg-degan.  Melihat bayi yang begitu kecil dan lemah, tidak sedikit orang tua yang menjadi takut memandikannya. Namun, memandikan bayi memang harus dilakukan dengan cara yang benar agar tubuh bayi dapat bersih dari kotoran dan ia pun tetap nyaman selama dimandikan. Yuk, ketahui panduan memandikan bayi yang baru lahir ini.  

Bayi yang baru lahir sudah boleh dimandikan sejak dibawa pulang dari rumah sakit. Namun, mengingat kulit bayi yang berusia 0-3 bulan masih sangat lembut dan rentan mengalami iritasi, maka memandikannya perlu ekstra hati-hati. Ibu tidak perlu takut memandikan Si Kecil, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan demi keamanan dan kenyamanan Si Kecil:

  • Frekuensi Memandikan Si Kecil

Bayi yang baru lahir tidak perlu dimandikan setiap hari, 2-3 kali saja dalam seminggu sudah cukup. Namun, jika ibu merasa bayinya perlu dimandikan dan nampaknya ia senang ketika berada di dalam air, maka ibu dapat memandikan Si Kecil setiap hari. Hal lain yang perlu ibu perhatikan adalah kualitas air yang digunakan untuk memandikan Si Kecil. Kualitas air yang tidak terlalu baik dapat berpengaruh buruk pada kulit bayi, apalagi jika ia dimandikan terlalu sering.

  • Temperatur Air yang Tepat

Ibu sebaiknya memandikan bayi yang baru lahir dengan air hangat-hangat kuku, yaitu air yang tidak terlalu panas, tapi juga tidak terlalu dingin. Lebih tepatnya, temperatur air yang aman untuk memandikan bayi adalah 37-38 derajat Celcius. Jika terlalu merepotkan untuk mengukur suhu air dengan menggunakan termometer, ibu bisa menggunakan siku untuk merasakan temperature air.

  • Posisi Bayi Saat Dimandikan

Saat proses memandikan, jaga agar posisi kepala bayi tetap berada di atas permukaan air, untuk mencegahnya menelan air mandi. Karena jika air sampai tertelan, Si Kecil mungkin akan mengalami diare, mengingat sistem imunnya masih rentan terhadap bakteri dan virus. Turunkan bayi ke dalam bak air secara perlahan-lahan untuk mencegah hal itu terjadi.

Cara Memandikan Bayi dengan Kondisi Khusus

Selain hal-hal di atas, ibu juga perlu berhati-hati saat memandikan bayi yang memiliki kondisi khusus:

  • Takut Mandi

Setiap kali ingin memandikan Si Kecil, ia selalu menangis dengan sangat keras. Hal itu adalah reaksi umum yang dilakukan bayi karena ia takut dengan air atau dengan proses mandi. Biasanya rasa takut mandi ini akan hilang seiring bertambahnya usia. Agar Si Kecil mau mandi, ibu bisa membawa mainan untuk menarik perhatiannya, mengajaknya bicara, bermain air, dan sebagainya.

  • Tali Pusar Belum Terlepas

Cara memandikan bayi yang tali pusarnya belum terlepas sebenarnya sama saja dengan cara memandikan bayi pada umumnya. Namun, ibu sebaiknya menggunakan spons atau handuk kecil yang sudah dibasahi dengan air hangat untuk mengelap badan Si Kecil. Bersihkan badan Si Kecil dengan pelan-pelan dan saksama, teutama pada daerah lipatan di leher, lengan, paha dan daerah kemaluan.

Ibu juga harus menjaga tali pusar yang masih menempel bersih dan kering. Caranya adalah bersihkan tali pusar dengan kasa kering yang steril dan sudah dibasahi air hangat. Bersihkan mulai dari pangkal tali pusar sampai ke bagian ujung. Setelah itu keringkan dengan handuk, lalu balut tali pusar dengan kain kasa kering. Usahakan agar posisi popok tidak membuat tali pusar terputus, karena tali pusar harus dibiarkan jatuh sendiri.

  • Bagian Kepala yang Masih Lunak

Kebanyakan ibu sering takut memandikan bayi karena bagian kepala bayi masih sangat lunak dan rapuh. Padahal ibu hanya perlu mengusap kepalanya secara perlahan-lahan dengan sampo berbahan ringan saja, lalu bilas.

  • Sedang Sakit

Jika bayi sedang mengalami flu, ibu masih boleh memandikannya, namun dengan air yang hangat. Sedangkan jika sakit yang dialami Si Kecil adalah demam hingga 40 derajat Celcius, ibu cukup memandikannya dengan cara dilap menggunakan spons yang sudah dibasahi air hangat.

Jika Si Kecil mengalami gangguan kesehatan tertentu, ibu dapat menanyakannya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, ibu dapat berdiskusi dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan dimana saja. Halodoc juga memudahkan ibu untuk mendapatkan produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan. Ibu hanya tinggal order dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Yuk bu, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.