• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tonsilitis Bisa Sebabkan Sakit Tenggorokan, Ini Penjelasannya

Tonsilitis Bisa Sebabkan Sakit Tenggorokan, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Tonsilitis Bisa Sebabkan Sakit Tenggorokan, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta - Tonsilitis adalah infeksi amandel, dua jaringan yang ada di bagian belakang tenggorokan. Amandel bertindak sebagai filter, menjebak kuman yang dapat masuk ke dalam saluran udara dan menyebabkan infeksi. Amandel membuat antibodi untuk melawan infeksi. Namun, amandel bisa kewalahan menghadapi bakteri atau virus, sehingga membuatnya bengkak dan meradang. 

Radang tenggorokan, yang merupakan infeksi akibat bakteri streptococcus, merupakan penyebab lain dari sakit tenggorokan dan tonsilitis. Dengan adanya radang tenggorokan, sakit tenggorokan sering kali lebih parah dan masalah terus berlanjut. 

Baca juga: Bisakah Amandel Kambuh Saat Dewasa?

Hubungan Tonsilitis dengan Sakit Tenggorokan 

Terkadang, sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh radang amandel atau tonsilitis. Kondisi tonsilitis dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Sementara amandel bertugas membantu melawan infeksi, amandel juga bisa terinfeksi. Ketika amandel terinfeksi, maka terjadilah tonsilitis dan sakit tenggorokan yang terasa menyakitkan. 

Selain sakit tenggorokan, pilek biasanya menyebabkan gangguan hidung, seperti pilek atau hidung tersumbat. Dengan adanya tonsilitis, amandel menjadi bengkak dan mungkin memiliki bercak putih atau kuning. Gejala lain dari tonsilitis meliputi:

  • Bau mulut.
  • Demam.
  • Suara berubah karena bengkak.
  • Sakit saat menelan.
  • Kelenjar getah bening di leher membengkak.

Tonsilitis sering terjadi pada anak-anak. Kondisi ini bisa terjadi sesekali atau berulang kali dalam waktu singkat. Ada tiga jenis tonsilitis, yaitu:

  1. Tonsilitis Akut. Gejala ini biasanya berlangsung selama 3 atau 4 hari, tetapi dapat bertahan hingga 2 minggu. 
  2. Tonsilitis berulang. Ini adalah saat kamu mengalami tonsilitis beberapa kali dalam setahun. 
  3. Tonsilitis kronis. Ketika kamu mengalami infeksi tonsil jangka panjang. 

Gejala utama tonsilitis yaitu amandel yang meradang dan bengkak, terkadang terjadi dengan cukup parah hingga membuat kamu sulit bernapas melalui mulut. Gejala lainnya termasuk:

  • Sakit atau nyeri tenggorokan.
  • Demam.
  • Amandel merah.
  • Lapisan putih atau kuning pada amandel.
  • Lepuh atau borok yang menyakitkan di tenggorokan.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan selera makan.
  • Sakit telinga.
  • Kesulitan menelan.
  • Kelenjar di leher atau rahang bengkak.
  • Bau mulut.
  • Suara serak.
  • Leher kaku.

Pada anak, gejalanya akan seperti:

  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Ngiler.
  • Tidak mau makan atau susah menelan. 

Baca juga: Amandel pada Anak, Perlukah Dioperasi?

Komplikasi yang Dapat Terjadi saat Mengalami Tonsilitis

Orang yang mengalami tonsilitis kronis mungkin mengalami sleep apnea obstruktif. Kondisi ini terjadi ketika saluran udara membengkak dan menghalangi seseorang untuk tidur nyenyak, yang menyebabkan masalah medis lain jika tidak segera ditangani. 

Infeksi juga mungkin akan memburuk dan menyebar ke area lain di tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai selulitis tonsil. Infeksi juga dapat menyebabkan seseorang mengalami penumpukan nanah di belakang amandel, yang disebut abses peritonsilar. Kondisi ini membutuhkan drainase dan pembedahan. 

Jika kamu tidak mengonsumsi antibiotik atau obat antibiotik tidak mampu membasmi bakteri, kemungkinan komplikasi dapat berkembang, seperti terjadinya demam rematik dan glomerulonefritis poststreptokokus. 

Untuk mengurangi risiko terkena tonsilitis, sebaiknya jauhi orang yang mengalami infeksi aktif. Jika kamu mengalami tonsilitis, usahakan untuk menjauhi orang lain sampai kamu benar-benar sembuh dan tidak menularkan tonsilitis. 

Baca juga: Begini 6 Cara Simpel Mengatasi Sakit saat Menelan

Pastikan kamu dan keluarga selalu mempraktikkan kebiasaan kebersihan yang baik. Sering-seringlah mencuci tangan, terutama setelah bersentuhan dengan seseorang yang mengalami sakit tenggorokan, batuk, atau bersin. 

Jika kamu memiliki gejala sakit tenggorokan yang mirip dengan tonsilitis, sebaiknya segera tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai kondisi yang sebenarnya. Tanyakan juga mengenai pengobatan yang tepat. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2020. Is Your Sore Throat a Cold, Strep Throat, or Tonsillitis?
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Tonsillitis
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Tonsilitis.