• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Trakhoma yang Tidak Diobati Bisa Sebabkan 2 Komplikasi Ini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Trakhoma yang Tidak Diobati Bisa Sebabkan 2 Komplikasi Ini

Trakhoma yang Tidak Diobati Bisa Sebabkan 2 Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 15 September 2020
Trakhoma yang Tidak Diobati Bisa Sebabkan 2 Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta - Mata adalah salah satu bagian tubuh yang vital terkait fungsinya pada kehidupan sehari-hari. Menjaga mata untuk tetap sehat adalah salah satu hal yang penting dilakukan setiap saat. Maka dari itu, kamu harus tahu penyakit apa saja yang dapat menyerang mata, salah satunya adalah trakhoma.

Penyakit ini terjadi akibat mata mengalami infeksi dari bakteri saat masuk ke mata. Awalnya, kamu mungkin mengalami iritasi dan gatal ringan. Meski begitu, seseorang yang mengidap penyakit ini perlu mendapatkan perawatan agar tidak menyebabkan komplikasi karena pembiaran. Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada trakhoma yang tidak diobati!

Baca juga: Cara Penularan Penyakit Trakhoma yang Perlu Diwaspadai

Komplikasi dari Trakhoma yang Tidak Diobati

Trakhoma adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan menyerang mata seseorang. Penyakit ini terbilang menular dengan cara penyebarannya melalui kontak dengan mata, kelopak mata, dan sekresi hidung atau tenggorokan dari seseorang yang terinfeksi. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui barang-barang yang telah terinfeksi sebelumnya, seperti sapu tangan.

Gejala awal yang timbul saat seseorang mengalami trakhoma adalah perasaan gatal ringan dan iritasi pada mata serta kelopak mata. Setelah itu, mungkin kamu akan melihat kelopak mata menjadi bengkak dan nanah mengalir dari mata. Saat seseorang mengalami hal tersebut, penanganan segera perlu dilakukan karena jika dibiarkan beberapa komplikasi dapat terjadi. Berikut ini beberapa komplikasi yang dapat menyerang:

1. Kebutaan

Salah satu komplikasi yang dapat terjadi disebabkan oleh trakhoma yang dibiarkan adalah kebutaan. Memang, penyakit ini adalah salah satu penyebab utama dari masalah penglihatan tersebut di seluruh dunia sehingga perlu adanya pencegahan segera. Diperkirakan jika hampir 2 juta orang mengalami kebutaan karena infeksi pada mata tersebut. Gangguan ini juga lebih berisiko terjadi pada anak-anak, sehingga perlu peran aktif dari orangtua untuk memeriksa kesehatan mata anak.

2. Trichiasis

Komplikasi lainnya yang dapat terjadi akibat trakhoma adalah trichiasis. Hal ini disebabkan oleh kelainan pertumbuhan bulu mata yang menuju ke dalam bola mata sehingga berdampak buruk bagi kornea, konjungtiva, dan bagian dalam mata lainnya. Seseorang dengan gangguan ini akan mengalami iritasi dan saat kornea rusak bukan tidak mungkin kebutaan permanen juga akan terjadi.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit mata tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu untuk menjawabnya. Kamu dapat memanfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call pada aplikasi Halodoc untuk mendapatkan akses tersebut. Tunggu apa lagi, download aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: Bagaimana Cara Trakhoma Ditularkan ke Orang Lain?

Cara Mencegah Terjadinya Trakhoma

Jika seseorang pernah dirawat karena gangguan pada ini dan mengonsumsi antibiotik atau mendapatkan pembedahan, infeksi ulang akan menjadi perhatian khusus. Agar mendapatkan perlindungan dan keselamatan dari orang-orang yang berdekatan dengan pengidap penyakit ini, ada baiknya untuk melakukan diagnosis. Lalu, jika ada tanda-tanda trakhoma, maka perawatan segera perlu dilakukan.

Dengan mengetahui komplikasi yang dapat terjadi, pasti kamu tidak ingin mengalaminya bukan? Maka dari itu, cobalah untuk tetap memperhatikan kebersihan wajah yang baik agar infeksi dapat benar-benar dicegah. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Rajin mencuci tangan dan wajah dipercaya dapat membantu untuk memutus siklus infeksi dari bakteri tersebut.
  • Kamu juga dapat mencegah terjadinya trakhoma dengan cara mengontrol populasi dari lalat, sehingga sumber utama penularannya dapat dihilangkan.
  • Hal lainnya yang dapat dilakukan sebagai pencegahan adalah dengan memastikan pembuangan kotoran hewan dan manusia pada tempatnya sehingga mengurangi tempat perkembangbiakan lalat.
  • Pastikan untuk memiliki akses sumber air bersih agar dapat membantu untuk meningkatkan kondisi higienis.

Baca juga: Pencegahan Penularan Trakhoma yang Perlu Diketahui

Itulah pembahasan mengenai beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat trakhoma karena tidak mendapatkan pengobatan. Dampak buruk yang disebabkan penyakit ini memang berbahaya, sehingga pencegahannya perlu selalu dilakukan. Terlebih lagi, setiap orangtua benar-benar harus memperhatikan kebiasaan anaknya untuk menjaga kebersihan agar trakhoma dapat dicegah sedari awal.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Trachoma.
CDC. Diakses pada 2020. Trachoma.