• Home
  • /
  • Tramadol, Termasuk Narkotika atau Psikotropika?

Tramadol, Termasuk Narkotika atau Psikotropika?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Tramadol, Termasuk Narkotika atau Psikotropika?

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu familiar dengan obat tramadol? Beberapa waktu, ada public figure yang diamankan oleh kepolisian karena terbukti telah menyalahgunakan obat ini. Ia mengaku telah menggunakan obat ini selama enam bulan terakhir sebelum penangkapannya. Beberapa media berasumsi bahwa penggunaan tramadol dimaksudkan untuk membantu tidur dan mengatasi depresi

Tramadol adalah zat yang dikendalikan, yang berarti penggunaannya sangat ketat di bawah pengawasan dokter. Tramadol dapat digolongkan sebagai narkotika dan bukan psikotropika. Alasannya, tramadol masuk dalam golongan opioid yang biasa diresepkan dokter sebagai analgesik atau pereda rasa sakit dan tidak memberikan perubahan perilaku penggunanya.

Baca juga: Awas! Efek Samping Fatal Akibat Penyalahgunaan Tramadol

Ini Cara Kerja Tramadol 

Tramadol termasuk dalam kelas obat yang disebut agonis opioid. Tramadol bekerja dengan mengubah cara otak seseorang dalam merasakan sakit. Tubuh menghasilkan opioid yang dikenal dengan endorfin. Maka, dapat dikatakan tramadol mirip dengan zat di otak yang disebut endorfin.

Senyawa endorfin berikatan dengan reseptor (bagian sel yang menerima zat tertentu). Reseptor kemudian mengurangi pesan rasa sakit yang dikirim tubuh seseorang ke otak. Tramadol bekerja dengan cara serupa untuk mengurangi jumlah rasa sakit yang menurut otak sedang terjadi. 

Efek Samping Tramadol

Secara umum, tramadol dapat menyebabkan kantuk. Oleh karena itu, jika dokter meresepkannya, maka kamu tidak boleh mengemudi, menggunakan mesin berat, atau melakukan kegiatan berbahaya. Selain itu, tramadol dapat menyebabkan efek samping lain yang umum terjadi, seperti:

  • Pusing;

  • Sakit kepala;

  • Mual dan muntah;

  • Sembelit;

  • Kekurangan energi;

  • Berkeringat;

  • Mulut kering.

Efek ini bisa terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, jika kondisi semakin parah atau tidak hilang, maka kamu bisa menemui dokter untuk meminta menghentikan atau memintanya mengganti obat ini dengan jenis lain yang efeknya sama. Kamu juga bisa diskusikan terlebih dahulu dengan dokter di Halodoc untuk mengetahui lebih banyak mengenai tramadol. 

Baca juga: Enggak Hanya Bikin Ketagihan, Ini 4 Bahaya Narkoba

Tramadol Juga Bisa Sebabkan Efek Kejang

Kejang telah dilaporkan banyak pasien yang memakai tramadol. Risiko kejang juga bisa lebih tinggi jika ia mengambil dosis tramadol yang lebih tinggi daripada yang direkomendasikan. Mereka yang memiliki gangguan kejang atau menggunakan anti depresan atau obat opioid tertentu juga memiliki risiko kejang yang lebih tinggi. 

Siapa pun tidak boleh menggunakan tramadol jika ia memiliki masalah pernapasan yang parah, penyumbatan di perut atau usus. Atau jika kamu baru-baru ini menggunakan alkohol, obat penenang, obat penenang, atau obat bius. 

Parahnya, tramadol dapat memperlambat atau menghentikan pernapasan, dan mungkin membentuk kebiasaan. Penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan kecanduan, overdosis bahkan kematian, terutama pada anak atau orang lain yang menggunakan obat tanpa resep dokter.

Tramadol juga tidak boleh diberikan kepada anak di bawah 12 tahun. Mengonsumsi tramadol selama kehamilan juga menyebabkan gejala penarikan yang mengancam jiwa pada bayi baru lahir. Efek samping yang fatal dapat terjadi jika kamu menggunakan obat ini dengan alkohol, atau dengan obat lain yang menyebabkan kantuk atau memperlambat pernapasan.

Baca juga: Mengapa Pecandu Napza Bisa Alami Penurunan Kesadaran?

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter asli melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2020.  Tramadol.
Healthline. Diakses pada 2020. Tramadol, Oral Tablet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Tramadol (Oral Route).
NHS UK. Diakses pada 2020. Tramadol.