Transplantasi Hati untuk Mengatasi Penyakit Perlemakan Hati

Transplantasi Hati untuk Mengatasi Penyakit Perlemakan Hati

Halodoc, Jakarta - Penumpukan lemak yang berlebihan pada hati memicu terjadinya penyakit perlemakan hati atau hepatic steatosis. Hal ini mengganggu kinerja organ hati dalam menyaring semua zat berbahaya yang masuk ke tubuh karena makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap harinya.

Tidak adanya penanganan membuat gangguan hati ini memburuk, memicu terjadinya komplikasi seperti fibrosis atau adanya jaringan parut, bahkan lebih parahnya, terjadi sirosis yang merusak organ hati. Penyakit perlemakan hati dikategorikan menjadi dua berdasarkan penyebabnya, yaitu karena alkohol dan non-alkohol. Pada kondisi yang jarang terjadi, perlemakan hati bisa muncul pada ibu hamil.

Transplantasi Hati untuk Mengatasi Penyakit Perlemakan Hati

Lalu, benarkah transplantasi harus dilakukan sebagai cara mengatasi penyakit hati satu ini? Sebenarnya, ada berbagai pilihan pengobatan yang bisa kamu coba, tergantung pada penyebab terjadinya perlemakan hati. Jika perlemakan hati terjadi karena alkohol, maka dokter melarang kamu mengonsumsi alkohol untuk mengobati gangguan hati ini.

Baca juga: Ini Fakta Menarik Mengenai Liver

Namun, apabila perlemakan hati terjadi karena komplikasi dari suatu penyakit, maka pengobatan difokuskan pada penyembuhan penyakit yang mendasarinya terlebih dahulu. Jika kadar alkohol yang menjadi penyebab penyakit hati sudah sangat besar, sirosis lebih mudah terjadi. Artinya, kemungkinan terjadinya gagal hati juga lebih besar, dan pengobatan yang bisa dilakukan dengan transplantasi hati.

Bagaimana Prosedur Transplantasi Hati untuk Penyakit Perlemakan Hati?

Sebelum melakukan transplantasi hati, kamu diminta untuk menjalani pemeriksaan CT Scan untuk mengamati bentuk organ hati, apakah terjadi pembesaran atau benar telah terjadi masalah pada organ ini. Tentu saja, ini disertai dengan bukti medis bahwa kamu memang mengalami kelainan hati, pernah konsumsi alkohol, atau penyebab lainnya.

Baca juga: Ini Saatnya Pengidap Gagal Hati Harus Lakukan Transplantasi

Kamu juga menjalani USG Doppler untuk mengetahui fungsi dari pembuluh darah, EKG untuk mengecek bagaimana fungsi organ hati, tes paru hingga pemeriksaan darah. Setelahnya, kamu bisa melakukan transplantasi hati untuk mengatasi penyakit hati melalui langkah berikut ini.

  • Pengangkatan hati. Donor hati menjalani prosedur pengangkatan hati yang sehat. Transplantasi ini bisa sebagian atau seluruhnya, bergantung pada kebutuhan. Jika transplantasi dilakukan sebagian, maka bagian yang didonorkan bisa menumbuhkan kembali jaringan yang sehat. Ini karena hati memiliki kemampuan regenerasi diri sendiri.

  • Pembedahan black table. Organ hati yang didonorkan kemudian dilakukan perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan calon penerima.

  • Pencangkokan hati. Setelah cocok, hati baru siap untuk dipasangkan ke tubuh penerima. Melalui anestesi, dokter mengangkat bagian atau keseluruhan hati yang rusak dan menggantinya dengan hati yang baru dan sehat. Setelahnya, penerima dibantu beberapa peralatan medis hingga organ lainnya dalam tubuh bisa melakukan fungsinya setelah pembedahan.

Baca juga: Idap Gagal Hati, Bisakah Organ Hati Tumbuh Kembali?

Nah, itu tadi ulasan seputar transplantasi hati untuk mengatasi penyakit hati yang perlu diketahui. Jadi, bukan berarti semua kasus penyakit perlemakan hati harus diatasi dengan cara transplantasi, melainkan hanya jika kondisi hati telah mengacu pada sirosis atau gagal hati. Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak lagi informasi tentang hati dan berbagai kondisi medis yang bisa menyerangnya, kamu bisa langsung tanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi Halodoc bisa kamu download secara gratis melalui ponsel.