• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Trauma karena Patah Pelvik, Ini Cara Mengobatinya

Trauma karena Patah Pelvik, Ini Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Selalu waspada saat kamu melakukan berbagai aktivitas untuk menghindari berbagai macam gangguan pada tulang. Salah satu gangguan yang mungkin dialami adalah patah pelvik. Patah pelvik atau patah tulang panggul adalah patah tulang yang terjadi pada bagian tulang atas femur atau tulang paha. Kondisi patah pelvik yang tidak segera diatasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Patah Pelvik

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja yang banyak memiliki aktivitas fisik setiap harinya. Tidak hanya itu, ada beberapa faktor yang meningkatkan seseorang alami patah pelvik, seperti usia lanjut, osteoporosis, dan adanya kekurangan nutrisi pada tulang. Ketahui cara yang bisa dilakukan sebagai langkah pengobatan atasi patah pelvik atau trauma akibat patah pelvik.

Kenali Gejala Patah Pelvik

Pelvik atau tulang panggul terdiri dari tulang-tulang yang kuat, membentuk cincin, dan terletak pada area tulang belakang. Ada beberapa jenis tulang yang tersusun atas tulang panggul, seperti sacrum yang merupakan tulang segitiga besar pada bagian pangkal tulang belakang, tulang ekor, dan tulang pinggul.

Dilansir dari Ortho Info, ada beberapa gejala yang dialami oleh seseorang yang mengalami patah pelvik setelah terjatuh atau kecelakaan, seperti tidak dapat bergerak dan mengalami rasa nyeri yang cukup parah. Rasa nyeri terasa semakin parah ketika pengidap patah pelvik melakukan pergerakan. Tidak hanya itu, terkadang rasa nyeri yang dialami disertai dengan pembengkakan.

Selain itu, penyebab patah pelvik yang dialami pengidap dapat menyebabkan gejala yang berbeda. Adanya bagian saraf yang tertekan atau terluka, menyebabkan pengidap patah pelvik merasakan gejala gangguan saraf, seperti kesemutan atau mati rasa.

Segera periksakan kondisi kesehatan pada rumah sakit terdekat ketika mengalami kecelakaan atau terjatuh. Penanganan yang lebih dini dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan lain yang mungkin terjadi akibat patah pelvik. Kini kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Lansia Rentan Terkena Patah Pelvik Bila Terjatuh, Benarkah?

Ketahui Pengobatan yang Bisa Kamu Lakukan

Untuk memastikan kondisi tulang pada area panggul, ada pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan kondisi patah pelvik. Dokter ortopedi akan melakukan MRI, X-Ray, atau CT scan area panggul untuk melihat kondisi tulang panggul. Jika kamu dipastikan mengalami patah pelvik, maka ada pengobatan yang bisa dilakukan, seperti:

1. Tindakan Operasi

Tindakan operasi menjadi cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi patah pelvik. Jenis operasi yang direkomendasikan dokter disesuaikan dengan kesehatan pasien, kondisi patah pelvik, usia, dan kesehatan tulang. Ada beberapa jenis prosedur operasi untuk mengatasi patah pelvik, seperti fiksasi internal, operasi penggantian sebagian sendi panggul, atau operasi penggantian seluruh sendi panggul.

2. Fisioterapi

Selain tindakan operasi, tindakan yang selanjutnya perlu dilakukan adalah fisioterapi. Fisioterapi dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan kekuatan tulang pengidap patah pelvik. 

3. Penggunaan Obat-Obatan

Penggunaan obat-obatan yang digunakan umumnya diberikan untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan oleh pengidap patah pelvik. 

Baca juga: Hati-Hati, Ini 8 Hal yang Bisa Sebabkan Patah Pelvik

Itulah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi patah pelvik. Sebaiknya jaga kesehatan tulang dengan selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas untuk menghindari kecelakaan atau benturan yang cukup keras khususnya pada tulang panggul. Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan vitamin untuk kesehatan tulang agar terhindar dari berbagai penyakit yang tingkatkan risiko patah pelvik, seperti osteoporosis.

Referensi:
Orthoinfo. Diakses pada 2020. Pelvic Fractures
Medscape. Diakses pada 2020. Pelvic Fractures
Patient. Diakses pada 2020. Pelvic Fractures
The National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2020. Pelvic Fracture