• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Trauma Masa Kecil Bisa Sebabkan Gangguan Kepribadian

Trauma Masa Kecil Bisa Sebabkan Gangguan Kepribadian

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kesehatan mental dan juga kesehatan fisik menjadi dua hal yang perlu dijaga dengan baik. Berbagai cara bisa kamu lakukan untuk menjaga kedua kondisi ini tetap dalam keadaan optimal, misalnya dengan rutin berolahraga atau mengelola stres dengan baik. Berbagai gangguan kesehatan mental nyatanya dapat terjadi akibat kondisi stres yang tidak dapat diatasi dengan baik, salah satunya adalah gangguan kepribadian.

Baca juga: Jarang Terjadi, Kasus Kepribadian Ganda dengan 9 Karakter

Gangguan kepribadian merupakan kondisi di mana pengidapnya memiliki pola pikir dan juga perilaku yang tidak sehat serta berbeda dengan kebanyakan orang lain. Gangguan ini termasuk dalam kategori penyakit mental, sehingga menyebabkan pengidapnya akan kesulitan dalam berinteraksi dengan sosial. Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kepribadian? Berikut ulasannya.

Mulai dari Trauma Hingga Adanya Gangguan pada Otak

Umumnya, gejala gangguan kepribadian akan sering dialami oleh para remaja hingga orang-orang yang baru saja memasuki usia dewasa. Pengidap gangguan kepribadian biasanya akan mengalami kesulitan untuk membangun hubungan sosial, membuat interaksi dengan banyak orang, sering memiliki prasangka buruk terhadap orang lain, hingga mengalami gangguan kecemasan.

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang alami gangguan kepribadian? Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang alami kondisi ini, misalnya adanya riwayat keluarga dengan kondisi gangguan ini, sehingga kamu akan rentan mengalami hal yang serupa. Tidak hanya itu, kondisi lingkungan juga dapat meningkatkan risiko seseorang alami gangguan kepribadian, loh.

Selain itu, ada beberapa faktor pemicu lainnya yang dapat menyebabkan gangguan kepribadian, seperti:

  1. Adanya gangguan pada bagian otak.
  2. Mengalami perundungan dan pelecehan pada masa anak-anak sehingga menyebabkan trauma.
  3. Lingkungan tumbuh kembang yang penuh dengan kekerasan.
  4. Kondisi stres yang tidak dikelola dengan baik.

Itulah beberapa penyebab seseorang mengalami kondisi gangguan kepribadian. Tidak ada salahnya untuk segera temui psikolog dan buat janji melalui aplikasi Halodoc, agar kondisi stres atau trauma yang kamu miliki dapat diatasi dengan tepat.

Baca juga: Tak Peduli Perasaan Orang Lain jadi Tanda Antisosial?

Kenali Jenis Gangguan Kepribadian

Gangguan kepribadian memiliki jenis yang beragam sehingga menyebabkan pengidap gangguan ini akan mengalami gejala yang beragam dan berbeda-beda. Untuk itu, tidak ada salahnya ketahui beberapa jenis gangguan kepribadian agar kamu dapat melakukan penanganan dengan cara yang tepat.

1.Gangguan Kepribadian Klaster A

Pada jenis ini, gangguan kepribadian yang dialami akan ditandai dengan pemikiran atau perilaku yang aneh, misalnya skizotipal, skizoid, dan juga paranoid.

2.Gangguan Kepribadian Klaster B

Gangguan kepribadian yang memiliki pola pikir dramatis, perilaku yang tidak terduga, serta emosi yang berlebihan, misalnya gangguan kepribadian ambang, narsistik, histrionik.

3.Gangguan kepribadian Klaster C

Gangguan kepribadian yang selalu menyebabkan pengidap mengalami satu hal yang serupa, yaitu cemas berlebihan dan ketakutan, seperti gangguan kepribadian dependen serta gangguan obsesif kompulsif.

Itulah beberapa jenis gangguan kepribadian yang perlu kamu ketahui. Tentunya kondisi ini perlu perawatan agar pengidap dapat menurunkan risiko gejala yang muncul. Gangguan kepribadian yang kamu alami dapat diatasi dengan melakukan berbagai pengobatan, salah satunya terapi. Terapi dilakukan agar pengidap gangguan kepribadian dapat meningkatkan kemampuan untuk mengontrol emosi serta pikirannya sendiri.

Baca juga: Suka Mencari Perhatian Berlebih, Gejala Gangguan Kepribadian?

Selain melakukan terapi, nyatanya gangguan kepribadian dapat diatasi dengan penggunaan obat-obatan bagi pengidap gangguan ini yang mengalami gangguan kecemasan, depresi, halusinasi, delusi, dan pikiran yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Personality Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Personality Disorder.