• Home
  • /
  • Ini Trik Hadapi Anak yang Minder karena Perbedaan Fisik

Ini Trik Hadapi Anak yang Minder karena Perbedaan Fisik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Trik Hadapi Anak yang Minder karena Perbedaan Fisik

Halodoc, Jakarta - Ada banyak hal yang membuat anak kehilangan kepercayaan dirinya. Salah satunya adalah penampilan fisik yang membuatnya berbeda dari teman-temannya. Misalnya pada anak yang terlalu tinggi, terlalu gemuk, terlalu pendek, atau terlalu kurus. 

Miriam Kaufman, Associate Professor of Pediatric, Fakultas Kedokteran, Universitas Toronto, Kanada, mengatakan bahwa anak menghadapi kesulitan bila ia merasa tidak sama dengan teman-temannya. Tingkat pertumbuhan fisik yang berbeda ini bisa membuat anak malu, takut, atau merasa aneh. Hasilnya, anak jadi tidak percaya diri bahkan membuat mereka jadi depresi atau mengalami gangguan kecemasan sosial. Lantas, bagaimana menghadapi anak yang kerap kurang percaya diri akan kondisi fisiknya? 

Baca juga: Pentingnya Hobi bagi Kesehatan Mental Anak

Terangkan pada Anak Bahwa Mereka Masih dalam  Masa Pertumbuhan

Anak perlu memahami bahwa mereka masih dalam masa pertumbuhan, sehingga jika ia sekarang merasa pendek atau kecil, masih ada kesempatan baginya untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Meskipun faktor genetika besar memengaruhi, namun gaya hidup sehat bisa membantu pertumbuhan yang baik pada anak. 

Pada masa pra remaja, anak perempuan akan memiliki masa tumbuh cepat terjadi lebih awal. Ada perubahan internal yakni organ reproduksi dan hormon dewasa muncul saat anak perempuan berusia 8 tahun. Sementara anak laki-laki akan mengalaminya saat berusia 10 tahun. Umumnya, masa dewasa anak perempuan sempurna setelah dua tahun melewati masa puber.  Pertumbuhan anak perempuan akan berlangsung sampai usia 17-18 tahun, sementara anak laki-laki masih terus tumbuh sampai usia 20-21 tahun.

Baca juga: Cara Menjelaskan Perbuatan Rasisme pada Anak

Jelaskan padanya Bahwa Kesuksesan Tidak Ditentukan oleh Kondisi Fisik

Langkah selanjutnya adalah menjelaskan kepada anak bahwa kesuksesan tidak hanya datang pada mereka yang tinggi, bertubuh tegap, atau berkulit cerah. Beritahu padanya bahwa setiap orang dilahirkan dengan keunikan masing-masing, dan ini yang membuat dunia jadi lebih berwarna.

Kenalkan juga pada mereka mengenai orang-orang sukses yang mungkin memiliki perbedaan fisik untuk memotivasinya. Terpenting, jelaskan pada mereka bahwa selama mereka sekolah, yang diukur adalah kecerdasan mereka, dan bukan mengenai fisik. Selama ia mampu mengerjakan soal ujian dengan baik, ia bisa saja lolos seleksi universitas favorit atau sejenisnya.

Namun, ingatkan juga bahwa pada kenyataannya ada saja pekerjaan yang mensyaratkan kondisi fisik tertentu, akan tetapi jelaskan bahwa semua perubahan fisik bisa diusahakan. Salah satunya dengan menjalankan gaya hidup sehat. 

Ada juga beberapa hal lain yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi rasa minder yang anak alami terkait masalah fisik, yaitu:

  • Tanggapi keluhan anak soal ukuran fisiknya dengan mengatakan bahwa kesehatan adalah yang paling utama dan yang lebih penting.

  • Cara untuk mencegah stres atau masalah kesehatan mental lainnya, minta anak mengutarakan perasaannya agar ia tidak memendam masalah.

  • Dorong anak melakukan kegiatan fisik untuk menyalurkan kegelisahannya.

  • Saat melibatkan anak dalam pengambilan keputusan keluarga, pertimbangkan usia anak, bukan ukuran badannya. Penilaian dan pengalaman hidup anak itu sesuai usia yang sebenarnya, bukan usia yang terlihat.

Baca juga: Harus Tahu Alasan Keluarga Jadi Penentu Kesehatan Mental

Itulah hal yang bisa dilakukan untuk menghindarkan anak dari perasaan rendah diri akibat perbedaan fisiknya sekarang. Jika orangtua ingin membantu memaksimalkan pertumbuhan anak, kamu bisa bertanya kepada dokter di Halodoc mengenai gaya hidup sehat yang cocok untuk anak. Dokter akan memberikan saran kesehatan yang diperlukan untuk mendukung anak tumbuh optimal. 

Referensi:
Science Daily. Diakses pada 2020. Children Who Are Dissatisfied With Their Appearance Often Have Problems With Their Peer Group.
Everyday Health. Diakses pada 2020. How to Help Your Child Overcome an Inferiority Complex.