15 May 2019

Trik Mengenalkan Puasa pada Si Kecil

trik-mengenalkan-puasa-pada-si-kecil-halodoc

Halodoc, Jakarta – Meskipun anak-anak kecil belum diwajibkan untuk berpuasa, tapi memperkenalkan ibadah tersebut sejak dini sangat bermanfaat agar anak dapat lebih siap menjalani puasa nantinya. Nah, bulan Ramadan kali ini bisa menjadi waktu yang tepat bagi ibu untuk mulai memperkenalkan puasa pada Si Kecil. Meski anak berusia 3–5 tahun belum begitu memahami konsep puasa, tapi ia sudah bisa merasakan keceriaan dan suasana ramai bangun pagi-pagi saat sahur dan saat berbuka puasa.

Mengajarkan anak mengenai puasa tentunya perlu dilakukan secara bertahap dan tanpa paksaan. Mulailah dengan menjelaskan tentang pemahaman dasar dan persiapan yang perlu dilakukan saat berpuasa. Barulah ketika anak sudah memasuki sekolah dasar, ibu bisa mengenalkan konsep dan makna puasa yang sebenarnya pada anak. Berikut tips-tipsnya untuk ibu.

1. Pahami Fase Konkret pada Balita

Pada usia 1–3 tahun, anak berada di tahapan fase konkret-operasional, yaitu anak baru memahami segala hal yang berwujud, bisa mereka lihat, pegang dan rasakan. Sehingga pada usia ini, ibu baru bisa menjelaskan hanya pemahaman dasar mengenai puasa kepada Si Kecil, misalnya apa itu arti puasa, tujuan, dan manfaat puasa. Baru saat Si Kecil berusia 3–5 tahun, mereka akan mulai bisa memahami bahwa saat berpuasa mereka tidak boleh makan dan juga minum.

Ketika ibu menjelaskan tentang puasa pada Si Kecil, ia mungkin akan melontarkan banyak pertanyaan. Jangan gusar dan lelah menjawab pertanyaannya, ya. Si Kecil memang sedang berada dalam masa perkembangan kognitif dan memiliki rasa keingintahuan yang besar. Jadi, ibu sebaiknya menjawab setiap pertanyaannya dengan sabar dan jangan bosan untuk menjelaskan berulang kali tentang puasa pada Si Kecil.

2. Libatkan Anak dalam Keceriaan Berpuasa

Biasanya anak-anak akan lebih tertarik untuk ikut berpuasa karena melihat kebersamaan dan keceriaan bangun pagi saat sahur dan berbuka puasa. Sebagai permulaan, tidak apa-apa menarik minat anak melalui cara ini. Bagaimanapun puasa di bulan Ramadan memang bisa menjadi momen untuk mempererat kedekatan dan keintiman keluarga.

Supaya anak lebih bersemangat lagi, ibu bisa menyediakan makanan favorit Si Kecil saat sahur dan berbuka.

Baca juga: 6 Cara Bangunkan Si Kecil Saat Sahur

3. Lakukan Secara Bertahap

Ibu juga dianjurkan untuk mengajarkan Si Kecil berpuasa secara bertahap. Misalnya untuk tahap awal, latih Si Kecil untuk berpuasa selama tiga sampai empat jam. Caranya bisa dengan menunda waktu sarapan Si Kecil. Bila ia biasanya sarapan jam 7 pagi, tundalah sebentar waktu sarapannya menjadi jam 9 pagi.

Puasa untuk balita tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Dalam masa tumbuh kembangnya, Si Kecil belum bisa menahan lapar dan haus selama seharian penuh. Jadi, sistem puasa yang bisa diterapkan pada Si Kecil hanyalah menunda waktu makan saja.

4. Berikan Pujian atau Reward

Hargai usaha dan setiap kemajuan yang dibuat Si Kecil selama berpuasa. Jangan pelit untuk memberinya pujian bila Si Kecil berhasil bangun untuk sahur dan berpuasa selama setengah hari. Ibu juga bisa memberikannya hadiah bila ia mampu berpuasa hingga satu hari penuh.

Hal ini secara tidak langsung akan memacu Si Kecil untuk berpuasa sebaik mungkin. Namun, memberikan hadiah sebaiknya tidak terlalu sering, agar Si Kecil tidak berpuasa hanya untuk mendapatkan hadiah saja.

Baca juga: Bolehkah Menjanjikan Hadiah pada Anak yang Belajar Puasa

4. Jadilah Contoh yang Baik Bagi Si Kecil

Anak-anak sangat suka meniru orangtuanya. Mereka belajar melakukan berbagai hal yang orangtuanya lakukan. Jadi, sebenarnya metode yang paling efektif untuk mengajarkan anak berpuasa adalah dengan memberi contoh yang baik untuk Si Kecil. Tunjukkanlah pada Si Kecil bahwa puasa itu menyenangkan dan bisa mendapatkan pahala dari Sang Pencipta.

Baca juga: 5 Cara Membuat Anak Semangat Berpuasa

Nah, itulah beberapa trik yang bisa ibu lakukan untuk mengenalkan puasa pada Si Kecil. Ibu juga bisa membicarakan soal gizi anak saat puasa dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, lho. Lewat Voice/Video Call dan Chat, ibu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu keluar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.