• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tubuh Kekurangan Albumin, Apa Dampaknya?

Tubuh Kekurangan Albumin, Apa Dampaknya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tubuh Kekurangan Albumin, Apa Dampaknya?

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu kerap mengalami masalah terkait tekanan pada pembuluh darah? Jika benar begitu, mungkin saja tubuh kamu kekurangan albumin. Zat albumin adalah protein yang diproduksi oleh hati dan tersebar di dalam darah manusia. Seseorang yang kekurangan protein ini dapat mengalami beberapa gangguan dan mungkin saja sesuatu yang berbahaya. Maka dari itu, setiap orang harus tahu dampak buruk saat tubuh kekurangan albumin. Berikut pembahasan lengkapnya!

Dampak Buruk dari Kekurangan Albumin pada Tubuh

Kandungan albumin yang rendah pada tubuh disebut juga dengan hipoalbuminemia. Albumin sendiri adalah protein pada darah yang membentuk sebagian besar plasma darah. Sebagai protein utama di plasma darah, albumin memiliki banyak fungsi, yaitu menjaga tekanan pada pembuluh darah serta mengangkut zat seperti hormon dan obat-obatan. Protein tersebut akan mengikat zat-zat tersebut untuk menyebarkannya ke seluruh tubuh.

Baca juga: Ini Pilihan Pengobatan untuk Atasi Hipoalbuminemia

Gangguan hipoalbuminemia umumnya disebabkan oleh peradangan di seluruh tubuh, contohnya saat mengalami sepsis atau setelah menjalani operasi. Peradangan juga dapat terjadi karena paparan intervensi medis, seperti ditempatkan mesin bypass. Selain itu, kekurangan albumin juga dapat terjadi akibat tubuh tidak mendapatkan cukup protein atau kalori di dalam makanan yang dikonsumsi.

Namun, apa saja dampak buruk yang dapat terjadi saat seseorang mengidap hipoalbuminemia? Berikut ini beberapa gangguan yang dapat terjadi:

1. Efusi Pleura

Salah satu dampak buruk yang dapat terjadi saat seseorang mengidap hipoalbuminemia adalah efusi pleura atau terdapat air di paru-paru. Gangguan ini terjadi saat terdapat penumpukan cairan yang berlebihan di ruang antara paru-paru dan rongga dada. Salah satu fungsi albumin adalah menjaga agar cairan yang ada pada pembuluh darah tidak bocor. Saat tubuh kekurangan protein tersebut, kebocoran pada paru-paru dapat terjadi. Gangguan ini dapat menimbulkan kondisi yang serius bahkan mampu meningkatkan risiko terkait kematian.

Baca juga: Selain Diabetes, Kenali Penyebab Lain Hipoalbuminemia

2. Ascites

Dampak buruk lainnya yang dapat terjadi disebabkan oleh hipoalbuminemia adalah ascites. Seseorang yang mengidap gangguan ini disebabkan oleh penumpukan cairan antara selaput dinding perut dan organ dalam atau disebut juga rongga peritoneal. Gangguan ini dapat terjadi saat kadar albumin dalam tubuh rendah, sehingga cairan dapat bocor ke rongga tersebut layaknya efusi pleura. Maka dari itu, peran albumin sangat penting di dalam tubuh agar tetap normal.

3. Atrofi Otot

Saat mengidap kekurangan albumin, kamu juga mengalami atrofi otot. Umumnya gangguan ini disebabkan oleh kekurangan aktivitas fisik, tetapi juga dapat terjadi karena hipoalbuminemia. Hal ini dapat membuat jaringan otot mengecil dan membuat lebih cekung serta terlihat tidak simetris. Kamu juga akan kesulitan untuk menggunakan bagian tubuh yang terdampak, contohnya jika terjadi pada kaki maka akan sulit untuk berjalan.

Hipoalbuminemia dapat menjadi masalah yang sangat besar jika ditemukan setelah mendapatkan operasi atau sehabis dirawat di ruang gawat darurat. Selain itu, tubuh yang kekurangan albumin dan tidak segera diobati dapat meningkatkan beberapa kondisi fatal yang telah disebutkan sebelumnya. Maka dari itu, pastikan kamu sesegera mungkin memeriksakan diri jika merasakan gejala dari kelainan tersebut.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Cara Diagnosis Hipoalbuminemia

Selain itu, kamu juga dapat meminta penjelasan yang lebih lanjut pada dokter dari Halodoc jika masih ada kebingungan terkait dampak buruk yang dapat terjadi pada tubuh saat kekurangan albumin. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc, dan manfaatkan fitur-fitur yang dapat menunjang kesehatan sehari-hari terutama pada masa pandemi ini!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Hypoalbuminemia and How Is It Treated?
Medical News Today. Diakses pada 2020. What are the effects of low albumin?