Tubuh Lemas Kurang Kalori, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
tubuh kurang kalori, tubuh lemas

Halodoc, Jakarta - Ketika menjalani diet, seseorang harus membatasi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Kalori sendiri menjadi kunci utama dalam menjaga berat badan agar tetap ideal. Bukan hanya itu, kalori menjadi salah satu zat penting dalam proses metabolisme tubuh guna memberi tenaga pada jaringan otak, jantung, liver, dan ginjal.

Sedikitnya 1.200 kalori diperlukan oleh orang dewasa, agar tubuh dapat menjalani fungsinya dengan baik. Angka tersebut berlaku juga untuk mereka yang tengah menjalani program dietnya. Jika asupan kalori kurang dari angka tersebut, tubuh bisa saja mengalami malnutrisi.

Baca juga: Bisakah Tetap Sehat Meski Makan Nasi Padang?

Dalam mengoptimalkan energi tubuh agar tetap maksimal, kamu perlu cukup tidur, rutin berolahraga, kelola stres dengan baik, dan konsumsi makanan sehat bergizi.  Namun, jika sudah melakukan hal-hal tersebut tapi kamu merasa semakin lemas, bisa jadi masalah terletak pada apa yang kamu konsumsi. 

Kalori yang dikonsumsi berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan. Ketika kalori yang kamu konsumsi terlalu rendah, maka tubuh tidak memiliki cukup energi untuk membentuk kembali jaringan tubuh ketika sedang bergerak. Jika kalori tidak tersisa untuk bagian tubuh lainnya, aktivitas akan sulit dilakukan secara normal.

Baca juga: 7 Nutrisi yang Sering Terlupakan Saat Sedang Diet

Kurang Kalori, Ini yang Terjadi Pada Tubuh

Bukan hanya lemas, ini yang akan terjadi pada tubuh seseorang saat kekurangan kalori:

  • Mudah Marah

Jika kamu merasa mudah marah, hal tersebut bisa menjadi pertanda jika tubuh kamu sedang kekurangan nutrisi penting. Mudah marah sendiri terjadi karena rasa lapar yang memicu rasa marah.  Hal tersebut terjadi karena otak kekurangan nutrisi, sehingga otak bekerja lebih lambat untuk mengontrol emosi yang datang.

  • Konstipasi

Jangan salah, kurangnya kalori dalam tubuh dapat menjadi penyebab seseorang sulit buang air besar. Jika kamu tidak cukup makan, asupan serat ke dalam tubuh juga akan berkurang. Serat merupakan zat yang berperan dalam melancarkan sistem pencernaan. Ketika tubuh kurang serat, maka pencernaan pun menjadi kurang lancar.

  • Rambut Rontok

Ketika kamu mengalami kerontokan rambut, cobalah untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Bukan hanya kalori, protein, zat besi, dan biotin juga diperlukan untuk menjaga kesehatan rambut. Jika kandungan-kandungan tersebut tidak terpenuhi, rambut akan menjadi mudah rontok dan tampak kusam.

  • Sulit untuk Fokus

Otak menghabiskan setidaknya 20 persen kalori pada tubuh. Jika makanan yang kamu konsumsi tidak memiliki jumlah kalori yang cukup, kamu akan sulit untuk berkonsentrasi. Dalam kasus yang parah, kurangnya kalori dapat menyebabkan seseorang kehilangan ingatan.

Baca juga: Untuk Hidup Lebih Sehat, Ini 4 Nutrisi Penting untuk Wanita

Hal yang perlu diketahui adalah tidak hanya kuantitas yang perlu diperhatikan, tapi juga kualitas makanan yang dikonsumsi. Jika kamu merasa sudah memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi harian, tapi masih merasakan beberapa gejala yang telah disebutkan, silahkan diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya! 

Sebaiknya, konsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang. Dengan begitu, kebutuhan karbohidrat, protein, serat, lemak, vitamin juga mineral dalam tubuh pun dapat terpenuhi dengan baik. 

Referensi:
Health US News. Diakses pada 2020. Why Eating Fewer Calories Won't Help You Lose Weight.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Can Eating Too Few Calories Stall Your Metabolism?
Live Strong. Diakses pada 2020. What Happens if I Start Eating Fewer Calories?