• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tumor Hidung Bisa Dideteksi dengan Nasal Endoskopi

Tumor Hidung Bisa Dideteksi dengan Nasal Endoskopi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tumor Hidung Bisa Dideteksi dengan Nasal Endoskopi

Halodoc, Jakarta - Tidak hanya pada rongga hidung, jaringan abnormal atau tumor hidung juga bisa muncul pada nasofaring atau rongga belakang hidung (disebut tumor sinonasal) dan bagian dalam sinus (disebut tumor sinus paranasal). Tumor pada hidung bisa jinak atau ganas sehingga kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. 

Guna mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, biasanya dokter akan menggunakan beberapa metode pemeriksaan. Ini termasuk nasal endoskopi. Lalu, apa saja persiapan yang perlu dilakukan sebelum prosedur nasal endoskopi dilakukan? Bagaimana prosedurnya? Adakah efek samping setelah prosedur ini dijalani? Simak pembahasannya di bawah ini!

Endoskopi Nasal untuk Mendeteksi Tumor Hidung

Pastinya, sebelum kamu bisa menjalani prosedur endoskopi nasal, kamu perlu bertanya jawab terlebih dahulu dengan dokter spesialis THT. Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya jawab dan membuat janji berobat ke rumah sakit terdekat. 

Baca juga: Kapan Seseorang Perlu Melakukan Pemeriksaan Nasal Endoskopi?

Jangan lupa, beritahukan dengan jelas tentang kondisi kesehatanmu, termasuk obat-obatan apa saja yang sedang kamu konsumsi pada dokter sebelum prosedur dilakukan. Dokter bisa saja menyarankan kamu untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut sebelum menjalani prosedur nasal endoskopi. 

Prosedur nasal endoskopi umumnya bisa digunakan untuk mengangkat tumor hidung, dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Kamu akan diminta untuk duduk dalam posisi tegak.
  • Selanjutnya, dokter akan menyemprotkan cairan dekongestan topikal guna mengurangi pembengkakan pada mukosa hidung, sehingga alat endoskop bisa memasuki rongga hidung dan sinus dengan lebih mudah.
  • Lalu, hidung akan disemprotkan dengan anestesi lokal agar kamu tidak merasakan sakit selama prosedur dilakukan.
  • Dokter akan memasukkan alat endoskop pada salah satu lubang hidung. Beritahukan pada dokter jika kamu merasakan sensasi tidak nyaman yang berlebihan, sehingga dokter bisa meningkatkan dosis anestesi atau menggunakan selang endoskop yang lebih kecil.
  • Setelah selesai pada lubang hidung pertama, dokter akan melakukan prosedur yang sama pada lubang hidung satunya. Apabila memang diperlukan, dokter akan melakukan pengambilan sampel pada jaringan mukosa guna dilakukan prosedur biopsi. 

Baca juga: Endoskopi THT dan Nasal Endoskopi, Apa Bedanya

Setelah mengetahui hasil dari pemeriksaan nasal endoskopi, dokter akan memberitahu langkah perawatan berikutnya yang harus kamu jalani. Namun, apabila dokter masih meragukan hasilnya, kamu mungkin akan disarankan untuk menjalani prosedur pemeriksaan lainnya, seperti CT scan

Nasal endoskopi, termasuk pemeriksaan medis yang aman dan minim risiko atau efek samping. Meski begitu, kamu tetap harus waspada jika terjadi komplikasi setelah menjalani pemeriksaan. Umumnya, komplikasi yang terjadi adalah mengalami mimisan, reaksi alergi yang muncul karena obat anestesi atau dekongestan yang digunakan, dan perdarahan. 

Mengenali Gejala dan Faktor Risiko Tumor Hidung

Baik tumor jinak maupun ganas pada hidung cenderung menunjukkan gejala yang tidak jauh berbeda, yaitu berupa:

  • Hidung meler dan tersumbat.
  • Sulit membuka mulut.
  • Mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan.
  • Pembengkakan dan rasa nyeri yang terjadi pada wajah.
  • Kemampuan indera penciuman dan perasa berkurang atau hilang.
  • Sering mengalami mimisan dan sakit kepala.

Baca juga: Ketahui Diagnosis Rhinosinusitis dengan Nasal Endoskopi

Sementara itu, faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami tumor hidung, antara lain:

  • Terlalu sering terkena paparan polusi, termasuk polusi udara, paparan asap rokok, atau polusi yang berasal dari lingkungan tempat bekerja.
  • Terlalu sering terkena paparan bahan kimia.
  • Menjalani terapi radiasi pada area wajah.
  • Mengidap infeksi virus Epstein-Barr.

Jadi, jika kamu merasakan ada indikasi atau keluhan pada hidungmu, segera lakukan penanganan guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius. Pasalnya, jika tumor pada hidung bersifat ganas atau kanker, ada kemungkinan tumor akan menyebar pada bagian tubuh lainnya. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Nasal and Paranasal Tumors.
Medline Plus. Diakses pada 2020. Nasal Endoscopy.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Nasal Endoscopy.