Tumor Pembuluh Darah Arteri Bisa Sebabkan Amputasi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Tumor Pembuluh Darah Arteri Bisa Sebabkan Amputasi

Halodoc, Jakarta - Saat baru lahir, beberapa bayi dapat memiliki tanda lahir. Dari mulai bercak yang tidak berbahaya hingga ke benjolan kecil merah, sebagai orangtua tidak boleh menganggap sepele hal tersebut. Meski sangat jarang terjadi, tanda lahir yang dimiliki bayi dengan ciri seperti benjolan kecil seperti gigitan serangga dapat tumbuh menjadi tumor pembuluh darah yang cukup berbahaya.

Pada kasus tumor pembuluh darah yang jinak, kondisi ini disebut hemangioma. Kondisi ini dikenali sebagai tanda lahir berbentuk tonjolan kenyal berwarna merah terang pada kulit. Tonjolan ini terjadi akibat adanya pertumbuhan berlebih dari pembuluh darah, umumnya berwarna karena ia muncul akibat adanya pembuluh darah di permukaan yang melebar. Hemangioma bisa terdapat di bagian tubuh manapun, paling sering ditemukan di kulit kepala, punggung, dada, atau wajah.

Tumor pembuluh darah bisa muncul di area arteri. Pembuluh arteri membawa darah dari jantung menuju organ-organ lainnya. Arteri akan merespon sinyal dari sistem saraf untuk kontraksi maupun relaksasi.

Ukuran arteri bervariasi, pada arteri-arteri dengan ukuran besar, ia memiliki serat elastis tersendiri pada dindingnya untuk membantu kinerja jantung. Saat tumor pembuluh ini terjadi, kondisi bisa semakin parah dan mengganggu kinerja jantung pengidapnya.

Baca Juga: Ini 5 Ciri Tanda Lahir Bayi yang Berbahaya

Penyebab Hemangioma

Pembuluh darah tambahan yang terbentuk karena adanya pertumbuhan yang abnormal berkumpul dan membentuk hemangioma. Penyebab terjadinya pertumbuhan pembuluh darah arteri yang tidak normal ini hingga kini belum diketahui secara pasti.

Beberapa faktor yang diduga membuat seseorang lebih berisiko mengidap hemangioma atau tumor pembuluh darah, di antaranya:

Pengobatan Hemangioma

Sebagian besar pengidap hemangioma atau tumor pembuluh darah tidak membutuhkan pengobatan khusus karena tidak menimbulkan gangguan fisik. Namun pada beberapa kasus, kondisi ini semakin parah dengan membuat benjolan semakin besar sehingga wajib ditangani dengan benar. Beberapa langkah pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemberian Obat Kortikosteroid. Obat ini diberikan secara oral, topikal, atau disuntikkan pada lokasi tumor. Saat pengidap diberikan obat ini, maka efek samping yang terjadi adalah gangguan pertumbuhan, kadar gula darah atau tekanan darah yang tinggi, bahkan katarak.

  • Pemberian Obat Penghambat Beta (beta blocker). Pada kasus ringan, pengidap dapat diberikan timolol dalam bentuk gel. Sedangkan untuk kasus yang parah, diberikan propranolol oral. Efek samping yang muncul dari penggunaan obat-obatan kelompok ini adalah mengi, peningkatan gula darah, dan peningkatan tekanan darah.

  • Vincristine. Obat ini diberikan jika hemangioma sudah mengganggu penglihatan atau pernapasan. Pemberian obat ini dilakukan melalui suntikan biasanya setiap bulan atau bahkan setiap minggu.

  • Pembedahan. Jika sudah masuk dalam tahap yang cukup berat, pengidap disarankan melakukan pembedahan untuk mengangkat semua jaringan tumor. Tindakan pembedahan dilakukan saat injeksi atau suntikan corticosteroid tidak begitu efektif. Sayangnya, risiko yang harus dihadapi bagi mereka yang telah mengalami pembesaran tumor adalah tindakan amputasi. Dengan melakukan tindakan ini maka terpaksa bagian tubuh-tubuh lain yang terinfeksi tumor dibuang supaya tidak menyerang bagian tubuh lain.

Baca Juga: 5 Penyebab Munculnya Emboli Alias Pasokan Darah ke Tubuh

Intip perjuangan Vino melawan ganasnya tumor pembuluh darah arteri yang ia alami. Kalau kamu punya pertanyaan lebih lanjut mengenai tumor pembuluh darah ini, kamu bisa bicara dengan dokter Halodoc. Melalui aplikasi ini kamu bisa bertanya-tanya melalui Chat dan Voice/Video Call kapan saja dan di mana saja untuk segera mendapatkan diagnosis. Jangan ragu untuk download aplikasi Halodoc di smartphone kamu.