• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tunggu Uji Klinis Tahap 3, China Pamerkan Vaksin Corona

Tunggu Uji Klinis Tahap 3, China Pamerkan Vaksin Corona

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Pandemi COVID-19 masih belum juga terlihat akan usai. Penyebaran yang masif dari penyakit ini menyebabkan dampak buruk di seluruh dunia, terutama juga Indonesia. Maka dari itu, pemerintah menetapkan PSBB guna mencegah terjadinya penularan yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, beberapa negara saat ini berusaha keras untuk menemukan vaksin dari COVID-19 agar dapat mengatasi penyakit ini. Salah satu negara yang sudah terlihat progresnya adalah China. Vaksin ini diharapkan sudah dapat diproduksi secara massal di akhir tahun. Berikut pembahasan lebih lengkap terkait vaksin corona ini!

Baca juga: Tiba di Indonesia, Kapan Vaksin Corona Bisa Digunakan?


Fakta Terkait Vaksin Corona dari China

China adalah salah satu negara yang melakukan penelitian untuk menemukan vaksin corona. Bahkan, calon dari vaksin virus corona ini sudah diperlihatkan pada acara China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) pada pekan lalu. Calon vaksin ini merupakan hasil produksi dari Sinovac Biotech bekerjasama dengan Sinopharm yang keduanya merupakan perusahaan asal China.

Calon vaksin corona ini telah memasuki uji coba pada Tahap III, yang artinya sudah mencapai tahap akhir tinggal mendapatkan persetujuan. Diperkirakan jika antibodi yang dihasilkan oleh vaksin ini dapat efektif untuk bertahan selama 1–3 tahun. Bahkan, vaksin ini telah mendapatkan persetujuan untuk penggunaan darurat sipil setelah melihat hasil uji coba tahap sebelumnya yang terbukti dapat diandalkan.

Pada tahap ini, pengujian dilakukan untuk melihat keamanan dan keampuhan dari vaksin tersebut. Pengujian ini telah dilakukan pada beberapa negara, termasuk Pakistan, Indonesia, dan Serbia. Vaksin yang disebut juga dengan CoronaVac ini memang sudah terjadi di negara kita dan sejauh ini tidak ada masalah yang timbul. Menurut rencana yang ada, vaksin pencegah COVID-19 ini akan rampung pada akhir tahun 2020.

Selain itu, vaksin ini juga terbukti aman untuk orang tua sejauh ini. Juga, belum ada catatan terkait efek samping yang parah sejak uji coba yang dilakukan pada Mei kemarin. Maka dari itu, vaksin ini sangat dinantikan untuk melewati tahap ketiga. Pasalnya, Indonesia juga sudah menandatangani perjanjian dengan pemasok antivirus ini sekitar 40 juta dosis pada Maret 2021.

Baca juga: WHO Tengah Uji 3 dari 70 Vaksin Virus Corona pada Manusia

Namun, tahukah kamu jika vaksin virus corona ini memiliki kekurangan?

Mengutip ucapan Ketua Tim Riset Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19, Prof Kusnandi Rusmil yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dari Kompas, berkata jika vaksin ini tidak begitu imunogenik, artinya harus disuntikkan lebih dari sekali. Meski begitu, hal ini tetap terbilang lebih aman dibandingkan vaksin lain yang pernah dilakukan pengujian di negara lain.

Memang, jenis vaksin ini menggunakan metode virus yang sudah dimatikan untuk menghindari efek samping yang mungkin timbul. Para relawan dari vaksin ini akan mendapatkan dua suntikan di tahap ketiga ini untuk mempertimbangkan apakah layak untuk diproduksi massal atau tidak. Jika sudah tidak ada masalah, maka kemungkinan untuk penyakit yang penyebarannya masif ini dapat teratasi setelah semua orang mendapatkan suntikan vaksin.

Itulah beberapa fakta yang dapat diketahui terkait vaksin virus corona jenis CoronaVac yang berasal dari Cina. Dengan mengetahui kabar terbaru tersebut, tentu secercah harapan semakin terlihat untuk kembali normal. Maka dari itu, pastikan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan lebih baik berada di rumah sebelum vaksin tersebut benar-benar terbukti efektif.

Baca juga: Bagaimana Kelanjutan Uji Coba Vaksin Corona di Indonesia?

Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait vaksin dari virus corona, dokter dari Halodoc siap menjawabnya dengan sebenar-benarnya. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan untuk mendapatkan kemudahan dalam akses kesehatan!

Referensi:

India Times. Diakses pada 2020. Coronavirus Vaccine Update.
Global News. Diakses pada 2020. Cina coronavirus vaccine candidate appears safe for older people: preliminary results.