• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tunggu Vaksin COVID-19, Ilmuwan Gunakan Antibodi Kuda

Tunggu Vaksin COVID-19, Ilmuwan Gunakan Antibodi Kuda

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Hampir setiap negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk menciptakan vaksin guna menghentikan penyebaran COVID-19 yang tak kunjung usai. Sebagian besar ilmuwan terkemuka di dunia bekerja keras untuk menciptakan dan menyempurnakan vaksin hingga bisa digunakan secara masal. Segala upaya pun telah dikerahkan dan banyak pemerintah negara di dunia menggelontorkan biaya untuk ilmuwan vaksin COVID-19.

Tentu tidak mudah untuk membuat vaksin COVID-19 dalam waktu yang sangat singkat. Namun, mengingat pandemi ini semakin memakan banyak korban, berbagai uji coba pun dilakukan untuk segera mendapat antivirus yang paling cocok. Sembari menunggu vaksin, para ilmuwan Kosta Rika ilmuan kini sedang memulai uji coba obat COVID-19 menggunakan antibodi kuda. Seperti apa prosesnya? Simak ulasan berikut.

Baca juga: Waspadai Efek Doomscrolling Selama Pandemi COVID-19

Ilmuwan Kosta Rika Gunakan Antibodi Kuda untuk Vaksin COVID-19

Melansir dari Reuter, para ilmuwan di Kosta Rika akan memulai uji coba pengobatan COVID-19 dengan menggunakan antibodi kuda yang telah disuntik dengan SARS-Cov-2. Obat ini dikembangkan oleh Clodomiro Picado Institute (ICP) Universitas Kosta Rika dan akan mulai diuji pada 26 pasien mulai pertengahan September.

Sampai saat ini, setidaknya ada 471 pengidap COVID-19 yang dirawat di rumah sakit di Kosta Rika dan produk obat ini menjadi salah satu harapan masyarakat di sana sembari menunggu vaksin COVID-19 diciptakan. Hal yang menarik, uji coba obat antibodi kuda ini benar-benar dikembangkan oleh sumber daya Kosta Rika sendiri, sehingga mereka tidak perlu ragu untuk menunggu atau bersaing dengan negara lain. 

Ide obat antibodi kuda ini muncul berdasarkan dari pengalaman para ilmuwan yang sukses mengembangkan antibisa ular. Antibodi kuda untuk antibisa ular ini telah diproduksi selama lima dekade terakhir. Setiap tahun, antibisa dengan antibodi kuda yang diproduksi oleh ICP telah menyelamatkan lebih dari 500 orang di Kosta Rika dan ribuan lainnya di negara lain di seluruh dunia.

Baca juga: Seberapa Efektif Vaksin Corona akan Bekerja Jika Terjadi Mutasi Virus?

Melansir dari Scientific American, Institut Clodomiro Picado memiliki lebih dari 100 kuda yang telah mengembangkan kekebalan yang kuat terhadap bisa ular setelah disuntikan sejumlah kecil racun selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Selain digunakan sebagai anti bisa ular, kalajengking, dan laba-laba, selama beberapa dekade, sediaan farmasi antibodi kuda telah digunakan di seluruh dunia sebagai pengobatan untuk rabies, botulisme, dan difteri. 

Antibisa ini telah diuji klinis oleh institut di Kolombia, Nigeria, dan Papua Nugini dan hasilnya menunjukan bahwa antibodi ini aman pada manusia dan jarang menimbulkan reaksi merugikan yang parah. Pada penelitian terbaru, para ilmuwan mengimpor protein virus dari China dan Inggris dan menyuntikkannya ke enam dari 110 kuda yang digunakan ICP untuk pengujian. 

Apabila beberapa minggu kemudian kuda-kuda tersebut mengembangkan cukup antibodi, para ilmuwan mengekstraksi darah dan menggunakan antibodi dari plasma sebagai bahan mentah untuk serum yang dapat disuntikkan. Apabila uji coba untuk COVID-19 ini berhasil, para ilmuwan berharap bisa berbagi perawatan murah dengan negara Amerika Tengah lainnya. 

Baca juga: Adakah Efek Samping dari Vaksin COVID-19 Buatan Rusia?

Apabila kamu mengalami gejala yang mirip COVID-19, sebaiknya segera hubungi dokter lewat Halodoc untuk memastikannya. Melalui aplikasi ini, kamu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Reuters. Diakses pada 2020. Costa Rica researchers to trial coronavirus treatment from horse antibodies.
Scientific American. Diakses pada 2020. Costa Rica Readies Horse Antibodies for Trials as an Inexpensive COVID-19 Therapy.